Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Ad Madness

Sudah Optimalkah Efek Online Marketing Anda?

Tatsuhito_MuramatsuMarketing.co.id – Trik dan strategi pemasaran online memang sudah lama digunakan secara luas oleh perusahaan. Pertanyaannya adalah, apakah efek dari online marketing Anda sudah optimal?

Bisa kita lihat dari contoh kasus suatu media online, yang dikunjungi oleh konsumen setiap hari. Para konsumen bisa melakukan aktivitas seperti bermain game, mengklik banner iklan, mendaftar secara online, dan bergabung dengan program-program tertentu.

Setelah itu, mereka bisa mendapatkan poin virtual yang nantinya bisa ditebus menjadi voucer untuk makanan, belanja, isi ulang mobile, dan lain-lain. Segala konten dari situs tersebut terutama disediakan oleh para klien perusahaan sebagai iklan atau kampanye promosi online.

Para klien tersebut bisa menikmati dan mendapatkan keuntungan juga dari segala aktivitas pengunjung selain hanya mendapatkan traffic.

Kebanyakan perusahaan masih tertarik untuk menciptakan traffic online yang padat, dan terkadang tidak mengukur efektivitas setelah menerima dan menampung semua traffic tersebut. Bahkan menciptakan traffic masih menjadi satu tujuan utama dari aktivitas online marketing.

Tetapi, dibanding dengan media tradisional lain seperti TV, radio, atau koran, keuntungan signifikan dari online marketing adalah kemampuan untuk mengukur perilaku pengunjung atau traffic secara detail.

Tujuan akhir dari online marketing bukan hanya untuk menciptakan traffic, melainkan untuk menciptakan revenue baru atau meningkatkan revenue yang sudah ada dari traffic online.

Jika dibanding dengan media tradisional, metode marketing atau periklanan online bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Plus banyak macam media yang ada di pasaran.

Tak mudah menjalankan atau merencanakan media atau metode yang akan digunakan untuk mengoptimalkan hasil dari kampanye. Tak banyak pengiklan bisa memilih media atau metode dengan benar.

Tujuan Periklanan Online

Salah satu keuntungan bagi para pengiklan adalah mampu melacak perilaku pengunjung secara detail. Misalnya, jika perusahaan mempersiapkan aktivitas online untuk proses bisnis yang sudah ada, perusahaan bisa melacak setiap aktivitas dari sebelum mengunjungi landing page sampai halaman tujuan akhir, semisal halaman ucapan terima kasih.

Coba perhatikan tahapan online berikut:

  1. Kampanye online, misalnya banner iklan, SNS atau iklan di mesin pencari.
  2. Landing page, halaman pertama untuk menarik pengunjung.
  3. Halaman registrasi, pengunjung bisa menyediakan informasi pribadi agar bisa menjadi member.
  4. Action page, pengunjung melakukan beberapa aktivitas seperti membeli konten-konten tertentu.
  5. Thank you page, perusahaan menunjukkan apresiasi atau memberikan hasil dari segala aktivitas yang dilakukan pengunjung.

Tujuan Online Marketing

Perusahaan bisa mendefinisikan tujuan dari beberapa langkah berikut:

  • Menciptakan traffic online hanya untuk menciptakan lebih banyak awareness.
  • Mengumpulkan alamat email supaya bisa dihubungi kembali sebagai prospek.
  • Mengumpulkan informasi demografis dari pengunjung supaya bisa dijadikan klien.
  • Menjual produk atau jasa.

Sebetulnya poin terakhir, aktivitas menjual, haruslah menjadi tujuan yang sebenarnya dari online marketing, namun terkadang perusahaan mungkin tidak menjadikan penjualan sebagai tujuan karena adanya batasan-batasan legal, isu-isu teknis, atau alasan lainnya. Tetapi, begitu perusahaan mempersiapkan keseluruhan langkah sampai tujuan akhir, mereka bisa melakukan analisis dan perbandingan untuk menemukan metode terbaik atau yang lebih baik di antara beberapa kampanye online.

Periklanan Online Besar

Para pengiklan bisa menikmati banyak macam periklanan online:

  1. Iklan teks/display: mempersiapkan konten yang kaya akan teks atau gambar, lalu menempatkannya pada media online yang cocok, dengan biaya untuk durasi dan penempatannya.
  2. Sponsorship: mempersiapkan paket khusus di media untuk konten khusus, lalu menempatkannya sebagai artikel di media. Ini bukanlah berupa periklanan sederhana atau direct saja, jadi lebih banyak efektivitas yang bisa diperoleh.
  3. Iklan pencarian berbayar: menampilkan segala promosi yang berkaitan dengan kata kunci atau konten pencarian. Jika ditemukan kata kunci yang efektif, semakin tinggi tingkat konversi yang bisa didapatkan.
  4. Iklan afiliasi: dengan menempatkan iklan di situs mitra kita, para pengunjung mereka bisa mengunjungi situs kita melalui situs mitra tersebut, lalu membeli produk kita. Si mitra bisa meminta fee atas pembelian melalui program afiliasi ini.
  5. Iklan email: perusahaan bisa menjangkau konsumen yang spesifik lewat email blast atau pengiriman konten lewat email secara rutin.
  6. Iklan insentif: dengan memberikan insentif yang menarik kepada para pengunjung, perusahaan bisa mendapatkan aktivitas lebih pada situsnya, seperti registrasi online, pembelian produk, dan lain-lain.

Survei_01

Bagaimana Memanfaatkan Iklan

Iklan Efektif untuk Setiap Target Konsumen

Agar bisa menerapkan kampanye periklanan yang efektif, perusahaan perlu mendefinisikan secara jelas tujuan dari iklan. Hal penting dalam memulai kampanye periklanan adalah memilih metode yang tepat supaya bisa mencapai tujuan dari strategi marketing.

Perusahaan bisa menjelaskan target pengunjung dan menjelaskan status atau kondisi dari target pengunjung. Target pengunjung bisa dikelompokkan seperti berikut:

  • Pengunjung yang tidak tertarik: segmen ini punya kebutuhan, tapi kurang punya pengetahuan tentang produk.
  • Pengunjung yang tertarik tapi tidak dikenal: segmen ini sudah punya rencana dan kebutuhan untuk membeli. Mereka mungkin sedang membanding-bandingkan beberapa produk.
  • Pengunjung yang sudah ada: segmen ini sudah pernah membeli produk Anda.

Bagaimana Merencanakan Anggaran Online

Jika kita menganggap tujuan dari periklanan online untuk menghasilkan revenue, perusahaan perlu menentukan seberapa banyak pengunjung memberikan revenue bagi perusahaan yang asalnya dari periklanan online. Formula berikut adalah salah satu metode untuk menghitung biaya akuisisi dari salah satu pengunjung periklanan online:

  • Rata-rata revenue bulanan per pengunjung: berapa besar satu pengunjung bisa menciptakan revenue secara rata-rata selama satu bulan.
  • Durasi rata-rata per pengunjung: si pengunjung secara rata-rata menetap dan berinteraksi di situs Anda.
  • Tingkat profit: berapa persen perusahaan bisa meraup profit dari satu pengunjung selama berkunjung. Biaya yang dikurangi termasuk “biaya langsung” dan pengalokasian “biaya sales/admin”. “Biaya akuisisi per user” – “Revenue rata-rata per user” X “Durasi rata-rata per user” X “Profit”.

Survei_02

Jika perusahaan menghemat biaya akuisisi per pengunjung lebih kecil dari hasil di atas, perusahaan bisa menciptakan profit dari periklanan online mereka.

Jika perusahaan menerapkan periklanan online berdasarkan jumlah klik, biaya total harus dihitung seperti berikut:

  • Biaya CPC: berapa perusahaan membayar untuk satu klik
  • Tingkat konversi: persentase untuk mengubah klik menjadi aksi nyata, seperti pembelian atau registrasi.
  • CPA: berapa banyak perusahaan membayar untuk satu aksi nyata, yaitu sama dengan “biaya akuisisi per user” yang sudah disebutkan di atas. CPA perusahaan = CPC/tingkat konversi.

Contoh perhitungan dari formula di atas:

  • Rata-rata revenue bulanan per user: $10
  • Rata-rata durasi per user: 2 bulan
  • Tingkat profit: 20%
  • “Biaya akuisisi/user” = $10 x 2 bulan x 20% = $4
  • Biaya CPC: $0,15 per klik
  • Tingkat konversi: 2%
  • CPA: $7,5 ($0,15/2%) – perusahaan membayar $7,.5 untuk mengakuisisi satu user tapi hanya bisa mendapat profit $4 dari satu user. Kesimpulannya, perusahaan harus menganalisis program periklanan online mereka sekarang dan mengaturnya supaya bisa menghemat biaya setidaknya kurang dari $4.

Dalam kenyataannya, tidak mudah menghitung angka-angka yang sudah diilustrasikan di atas untuk kebanyakan perusahaan. Tetapi dibandingkan media lain, periklanan online memungkinkan perusahaan untuk bisa mengidentifikasi setiap KPI dan biaya secara detail ketika mereka ingin melakukan analisis.

Jika perusahaan Anda belum melakukan perhitungan seperti di atas, coba jabarkan dulu proses awalnya, lalu ambil dan jelaskan setiap KPI-nya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top