Strategi Lanang Barbershop Menggaet Pelanggan

Saat ini Lanang merupakan salah satu pemain barbershop khusus pria dengan pertumbuhan tercepat. Seperti apa strategi mereka menjangkau kaum adam?

Jakub Nurtjahjono – owner Lanang Barbershop
Jakub Nurtjahjono – owner Lanang Barbershop

Tampil dengan gaya trendi bukan lagi monopoli kaum perempuan. Tidak sedikit pria yang sangat memperhatikan penampilan, khususnya rambut.

Maka tak heran jika kini marak bermunculan barbershop yang menawarkan konsep yang nyaman, bersih serta menyediakan layanan potongan rambut yang sesuai dengan gaya masa kini.

Sayangnya, kebanyakan tempat potong rambut khusus pria yang berkualitas berada di dalam pusat perbelanjaan. Sedangkan yang berada di dekat pemukiman, biasanya kondisinya tidak nyaman. Hal itu juga yang dirasakan Jakub Nurtjahjono – owner Lanang Barbershop.

“Dulu itu susah sekali saya cari salon khusus pria. Bukannya tidak ada, tapi kebanyakan tempat pangkas rambut yang ada itu kotor dan masih model lama,” tutur Jakub

Menurut Jakub, saat itu (tujuh tahun yang lalu) memang sangat sulit mencari salon khusus pria. Kalaupun ada, lokasinya di dalam pusat perbelanjaan, sehingga Jakub terpaksa pergi ke mal setiap kali akan potong rambut. Hal itu di rasa Jakub sangat menyita waktu, dan harga yang ditawarkan pun relatif mahal.

“Kenapa saya nggak buka sendiri saja tapi dengan konsep yang lebih nyaman. Selain dapat memenuhi kebutuhan saya juga bisa membantu orang sekitar,”lanjut Jakub kemudian.

Akhirnya, dengan niat awal untuk memenuhi kebutuhannya akan potong rambut, Jakub membuka sendiri tempat pangkas rambut dekat pemukiman.

Tampil beda

Jakub sendiri tidak menyangka jika barbershop yang dibukanya akan mendapat respon baik dari masyarakat. Melihat tingginya animo masyarakat dengan Lanang Barbershop, Jakub memutuskan untuk membuka cabang yang kedua dan ketiga.

Ide Jakub itu tidak salah, cabang kedua dan ketiga pun mendapat respon yang baik dari masyarakat. Sampai akhirnya Jakub memutuskan untuk mewaralabakan bisnisnya tersebut. “Selain lokasi yang berada di pemukinan, kami juga memberikan sesuatu yang beda dari yang sudah ada,” terang Jakub.

Lanang Barbershop bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan bisa berkembang pesat karena memiliki konsep yang berbeda. Pertama, Lanang Barbershop tempatnya bersih dan ber-AC. Pengunjung pun dibuat nyaman.

lanang barbershopKedua, ruangan Lanang Barbershop itu terbuka, sehingga orang dari luar bisa melihat aktivitas yang ada di dalamnya. Dan ketiga, barber yang disiapkan sudah berpengalaman.

Strategi menggaet pelanggan

Saat awal-awal membuka Lanang, Jakub merasa belum banyak pemain di bisnis ini. Namun dua tahun belakangan ini, pemain-pemain baru terus bermunculan.

Meskipun demikian, Jakub tidak merasa kuatir akan hal itu. “Sekarang ini bisnis barbershop mulai dicium banyak pihak. Namun kami tidak kuatir dengan kehadiran mereka karena potensinya sendiri masih sangat besar.”

“Dulu orang tidak terpikirkan sedikit pun untuk membuka barbershop di area pemukiman. Namun dengan adanya Lanang, mereka terinspirasi,” kata Jakub merendah.

Bagi jakub, setiap bisnis memiliki caranya sendiri untuk menarik pelanggan. Demikian juga Lanang, pada awal-awal keberadaannya mereka menawarkan diskon/potongan harga untuk menggoda pelanggan datang.

Setelah itu berjalan dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan pemberian kupon. Di mana setelah pelanggan mendapatkan 10 kupon, secara otomatis pelanggan bisa menukarkannya untuk potong rambut secara gratis.

Bicara soal target pasar, Lanang justru menitikberatkan untuk membidik segmen keluarga, mulai dari bayi hingga orang tua.

Hal itu dikarenakan pasar keluarga lebih luas. konsep dan dekorasinya pun disesuaikan untuk keluarga. Meskipun demikian, Lanang Barbershop tetap memiliki cabang yang khusus diperuntukkan anak muda.

Pasar kelas menengah dipilih Lanang karena pasarnya lebih fleksibel, kelas bawah maupun atas bisa menggunakan jasa Lanang.

Lebih lanjut Jakub mengungkapkan bahwa untuk menghadapi persaingan Lanang menggunakan marketing gaya lama, seperti brosur dan spanduk. Di sisi lain Lanang juga terus berupaya meningkatkan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) sambil terus memperbaiki pelayanan.

“Dengan memberikan pelayanan yang baik dan konsisten akan menciptakan word-of-mouth, dan itu sangat luar biasa dahsyat efeknya,” terang Jakub.

Selain menargetkan konsumen secara langsung, Lanang juga menargetkan perusahaan. Lanang beberapa kali mendapatkan undangan ke perusahaan untuk melakukan potong rambut karyawan dan tamu. “Ke depan kami akan menargetkan B2B untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi,” terang Jakub.

Atas segala upaya yang dilakukan Jakub, pertumbuhan bisnisnya terus merangkak naik, jumlah cabang Lanang pun terus meningkat. Dalam setahun rata-rata Lanang bisa membuka 10 cabang baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here