Ramai Diperbincangkan, Apa itu Narcissistic Personality Disorder (NPD)?

gangguan kepribadian narsistikMarketing.co.id – Berita Lifestyle | Belakangan ini narcissistic personality disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik telah menjadi isu yang populer dan ramai diperbincangkan, terutama di media sosial.

Namun, tanda-tanda bahwa Anda sedang berhadapan dengan seseorang yang memiliki NPD bisa jadi tidak langsung dikenali, terutama pada tahap awal Interaksi.

Kartika Soeminar yang pernah merasakan 23 tahun bersama pasangan NPD paham betul betapa menyakitkannya hidup bersama seseorang dengan NPD. Orang dengan NPD itu manipulatif, playing victim dan itu sangat berdampak buruk terhadap kesehatan mental.

“Sebagai orang yang pernah hidup bersama pasangan NPD saya ingin membagikan pengalaman saya ini kepada masyarakat luas, terutama para perempuan Indonesia. Saya tahu, korban NPD itu bukan hanya saya. Di luar sana sangat banyak perempuan yang menjadi korban NPD,” katanya sambil menangis dalam acara KEB Intimate Session with Kartika Soeminar di Twin House M Blok, Jakarta Selatan, Minggu (21/4).

Apa itu narcissistic personality disorder?

Dokter Spesialis Jiwa dr. Zulvia Oktanida Syarif SpKJ dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa narcissistic personality disorder atau gangguan kepribadian narsistik adalah salah satu gangguan mental yang membuat pengidapnya merasa sangat penting dan harus dikagumi. Mereka juga hampir selalu merasa lebih baik daripada orang lain di sekitarnya. 

Orang dengan NPD juga biasanya memiliki tingkat empati yang sangat rendah kepada orang lain serta memiliki kecenderungan untuk mudah tersinggung dan bisa dengan mudah merasakan depresi saat menerima kritikan.

Ciri-ciri seseorang memiliki NPD

Beberapa gejala “halus” seseorang memiliki NPD yang sering terabaikan kata dr Vivi di antaranya:

Menjadi self-centred dan memiliki kepercayaan diri yang terlampau tinggi

Gejala halus dari narsistik adalah ketika kepercayaan diri seseorang melampaui batas di mana mereka secara konsisten menyiratkan bahwa mereka lebih unggul dari orang lain. Saat mengerjakan satu proyek kelompok misalnya, seseorang mungkin secara halus meremehkan ide orang lain, memposisikan saran mereka sebagai sesuatu yang lebih berwawasan luas dan berharga.

Seseorang dengan NPD juga biasanya akan memiliki kecenderungan untuk memusatkan topik perbincangan menjadi tentang dirinya sendiri. Mereka mungkin mendengarkan Anda dengan penuh perhatian saat Anda berbagi cerita, tapi orang dengan NPD akan menemukan cara untuk menyisipkan diri mereka sendiri ke dalam percakapan dengan perspektif dan pengalaman mereka.

Kurang memiliki empati

Seseorang dengan NPD biasanya mengalami kesulitan untuk terhubung atau bahkan menempatkan diri di posisi orang lain. Ini adalah salah satu alasan mengapa mereka memiliki kecenderungan untuk menjadi kejam dan eksploitatif. Kurangnya rasa empati juga terlihat dari keegoisan, pengabaian, dan kurangnya belas kasih atas apa yang dialami atau dirasakan orang lain.

Haus pujian dan validasi

Orang dengan NPD memiliki keinginan untuk terus diberi pujian dan apresiasi. Mereka juga berharap untuk diakui sebagai orang yang lebih unggul dibandingkan orang lain meskipun jika dirinya tidak memiliki prestasi. Orang narsistis mungkin terlihat sangat percaya diri. Namun, kebanyakan penderita NPD justru kurang percaya diri dan membutuhkan perhatian berlebihan dan kekaguman.

Sulit meminta maaf

Orang dengan NPD tidak pernah merasa bersalah atau melakukan hal yang menyinggung orang lain. Maka dari itu, mereka akan kesulitan untuk meminta maaf bahkan untuk mengakui kesalahannya. Orang dengan NPD sering digambarkan sebagai orang yang sombong dan memiliki perilaku atau sikap yang angkuh. Itu sebabnya berdebat dengan seorang narsisis mungkin terasa mustahil.

Tidak memiliki batasan (boundary)

Batasan adalah cara penting untuk melindungi kesehatan fisik dan mental manusia. Namun orang dengan NPD sangat kesulitan menghormati batasan tersebut. Misal, saat kita memiliki teman atau anggota keluarga yang berulang kali meminta pertolongan kita, namun mereka melihat tindakan ini adalah sebuah hal yang wajar. Padahal, mungkin saja kita tidak selalu dalam keadaan bisa memberi bantuan.

Selalu ingin mendapatkan yang terbaik

Menginginkan yang terbaik adalah hal yang wajar. Menjadi marah setiap kali tidak mendapatkannya adalah tanda bahaya. Contohnya, jika mereka disuruh menunggu di sebuah restoran padahal mereka sudah melakukan reservasi, atau mendapatkan meja yang mereka anggap tidak sesuai, hal ini bisa menjadi pemicu karena mereka merasa tidak dihargai bahkan tidak diperlakukan sebagai orang yang istimewa.

“Ketika sudah mengenali ciri-cirinya, ini akan membantu Anda lebih siap menghadapi ketidakpastian, terutama jika hubungan masih berlangsung, seperti dengan rekan kerja, pertemanan, pasangan atau anggota keluarga,” katanya.

Cara menghadapi seseorang yang memiliki NPD

Lebih lanjut, dr Vivi mengatakan bahwa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi orang yang memiliki NPD di antaranya:

  • Tetap tenang, dan terkendali
  • Buat batasan dan tetap teguh serta kuat dengan batasan tersebut
  • Bicara dengan tenang, jelas, terbuka dan jujur
  • Hindari menyerang, mengkritik dan menyalahkan 
  • Fokus pada fakta dan solusi
  • Jaga keamanan, kesehatan fisik dan mental Anda.
  • Pilih pertempuran Anda. Bijaksana dan hindari konfrontasi yang tidak jelas
  • Pahami batasan Anda. Ingatlah bahwa Anda tidak dapat mengontrol atau menyelamatkan orang dengan NPD.

Menurut dr Vivi, NPD adalah gangguan mental yang kompleks dan sulit disembuhkan sepenuhnya. Biasanya, orang-orang dengan NPD datang Ke profesional pun karena masalah kehidupan, atau karena adanya komorbiditas gangguan mental lain.

Meskipun tidak bisa dipulihkan sepenuhnya, orang dengan NPD dapat mengalami perubahan signifikan dengan terapi yang tepat. Misalnya dengan Psikoterapi seperti psikoanalisis, psikoterapi psikodinamik, cognitive behavioral therapy, dan dialectical behavioral therapy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here