Portal Lengkap Dunia Marketing

Headline

Kantar Worldpanel: Frekuensi Belanja Masyarakat Berkurang, Namun…

Kantar Worldpanel, Pasar FMCG TurunJika dibandingkan dengan pertumbuhan dua tahun sebelumnya, keadaan pertumbuhan ekonomi di Asia terlihat melambat.

Menurut data Kantar Worldpanel, pada tahun 2013, secara keseluruhan pertumbuhan consumer good di Asia sekitar 10%. Di mana pada tahun 2015, pasar FMCG menurun sekitar 4.6%.

Perlambatan ini terjadi pada berbagai sektor consumer good, terutama pada sektor makanan dan minuman, yang merupakan sektor paling besar di dalam pembelanjaan rumah tangga.

Dibandingkan tahun lalu, Indonesia, Thailand dan Vietnam merupakan negara yang penurunannya terlihat sangat besar.

Berdasarkan hasil riset Kantar Worldpanel Indonesia, pertumbuhan consumer good di Indonesia tahun ini sebesar 7.4%, sedangkan pada tahun sebelumnya mencapai dua digit growth, yaitu 15.2%.

Di tengah keadaan ekonomi Asia yang sedang melambat, terlihat beberapa kesamaan para rumah tangga di Asia di dalam kebiasaan belanja mereka.

Di antaranya adalah dengan  mengurangi frekuensi belanja namun meningkatkan kuantitas pembelian per pembelanjaan.

Dengan berkurangnya frekuensi berbelanja tiap rumah tangga, pemain FMCG dianjurkan untuk memastikan distribusi, ketersediaan barang, dan mempertahankan penempatan yang mudah dilihat konsumen pada rak-rak retailer.

Trend lain yang terlihat, di beberapa negara Asia Tenggara yang memiliki persentase pusat perbelanjaan modern yang besar, konsumen cenderung lebih tertarik dengan berbagai promosi yang ditawarkan, seperti halnya di Malaysia (dengan tingkat kontribusi Modern Trade yang lebih besar dari 60%). 

Digital trend juga mewarnai kebiasaan berbelanja dari konsumen di dunia, dan juga Asia. Menurut data Kantar Worldpanel, pada tahun 2025, pasar e-commerce untuk consumer good, akan double dibandingkan dengan keadaan saat ini.

Untuk beberapa negara seperti China, kontribusi pembelian produk FMCG melalui online sekitar 15%, dan di Korea sekitar 30%.

Berbeda halnya di Indonesia, di mana maraknya pembelian melalui online, biasanya untuk fashion, dan juga barang elektronik.

Sedangkan pembelian online untuk pembelian produk consumer good masih cenderung sangat minimal, Konsumen masih lebih memilih untuk berbelanja konvensional dengan mendatangi pusat perbelanjaan. 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top