Jangan Mudah Tergoda dengan Tawaran Imbal Investasi Tinggi

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Marketing.co.id  –  Berita Financial Services | Satgas Waspada Investasi (SWI) saat ini terus berupaya untuk memberantas investasi ilegal, namun kenyataanya investasi ilegal masih terus bermunculan. Narasi imbalan hasil yang tinggi membuat masyarakat tetap tergoda dengan investasi ilegal.  Apalagi di masa pandemi, ketika ekonomi semakin sulit. Para pelaku investasi ilegal ini menggunakan beragam cara untuk memikat korban, salah satunya dengan menawarkan imbalan hasil tinggi dan cepat.
Terbaru, SWI meminta masyarakat mewaspadai penawaran binary option dan broker ilegal yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), yang beroperassi dibawah Kementerian Perdagangan. Penawaran yang dilakukan oleh afiliator ataupun influencer ini berpotensi merugikan masyarakat. Menurut SWI, kegiatan perdagangan online binary option itu ilegal karena bersifat judi, dikarenakan tidak ada barang yang diperdagangkan dan sifatnya hanya untung-untungan.
Tak hanya itu. Sebelumnya masyarakat juga ditawari kegiatan money game, perdagangan aset kripto tanpa izin dan perdagangan robot trading tanpa izin. Masyarakat dewasa ini, harus diberikan banyak edukasi mengenai finansial, seperti pemahaman bahwa berinvestasi harus dilakukan di institusi legal, berizin serta memiliki track record yang baik. Secara psikologis, masayarakat juga perlu diberikan pemahaman agar tidak mudah tergiur dengan penawaran return investasi  tinggi namun pada akhirnya modal yang dikeluarkan tidak kembali.
Baca juga: Tetap Cuan di saat Marak Investasi Bodong
Salah satu tempat berinvestasi adalah Moduit, perusahaan fintech wealth management dengan bendera PT Moduit Digital Indonesia. Moduit menawarkan beragam produk investasi legal dan berizin karena terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Saat ini Moduit mempunyai lisensi berupa WPPE, APERD, dan Penasihat investasi.
Eksekutif Grup BCA dan Entreprenur of The Year EY Singapura Bergabung ke Moduit
Pada 2021,Moduit meraih pendanaan senilai US$ 4,5 juta atau senilai lebih Rp 65 miliar (kurs Rp 14.500) dalam putaran pendanaan pra-Seri A yang dipimpin oleh Reciprocus Moduit Holding (RMH) Singapura. Dengan pendanaan ini, Moduit akan memperluas platformnya untuk menawarkan produk wealth management terkurasi diluar reksadana dan obligasi. Seiring masuknya investor baru, Moduit menunjuk Armand Widjaja dan  Walter de Oude sebagai Board of Advisory.
Armand, saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur Central Capital Ventura, perusahaan ventura yang dimiliki oleh  Bank Central Asia (BCA), bank swasta besar di tanah air. BCA sendiri merupakan salah satu Investor awal PT. Moduit Digital Indonesia. Nama Armand cukup familiar, mengingat ia adalah veteran industri jasa keuangan. Ia juga menjabat sebagai CEO ALTO, perusahaan switching sistem pembayaran.

BOD Moduit
(Kika): Jeffry Lomanto CEO, Stefanus Adi Utomo Chief Business Officer, dan Charles Jap Chief Technology Officer

Dengan pengalaman bertahun-tahun sebagai profesional teknologi bisnis, tak diragukan lagi, ia berkualifikasi dengan pengetahuan teknis yang mendalam di berbagai sektor. Armand juga memiliki pemahaman tunggal tentang pasar yang diatur dan dideregulasi. Di Central Capital Ventura, lulusan University of Tulsa, dengan gelar Bachelor of Science di bidang Ilmu Komputer ini akan membangun integrasi di antara semua komponen ekosistem.
Walter de Oude adalah perwakilan dari RMH dan Founder Singapore Life, sebuah perusahaan asuransi jiwa berbasis teknologi  Singapura. Walter juga merupakan EY Entrepreneur of The Year Singapura dalam asuransi digital. Ia mendirikan Singlife pada tahun 2017 dengan visi menciptakan ekosistem keuangan yang terhubung secara digital dan membuat uang bekerja lebih keras bagi pemiliknya.
Baca juga: Tindak Kejahatan Hantui Digitalisasi Industri Keuangan di Indonesia
Di bawah kepemimpinan Walter, Singlife berhasil merger dengan Aviva Singapura dalam kesepakatan asuransi terbesar di Singapura untuk menyatukan dua perusahaan yang saling melengkapi untuk menciptakan perusahaan asuransi jiwa terbesar ke-6 di Singapura. Sejak mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua Aviva Singlife pada Desember 2021, Ia aktif berinvestasi di perusahaan tahap awal serta mendirikan usaha fintech barunya sendiri.
“Pengalaman mereka diharapkan membawa Moduit menjadi wealth tech company yang dipercaya oleh seluruh nasabah dan partner kami serta dapat dijangkau oleh masyarakat,” ujar Founder dan CEO Moduit Jeffry Lomanto.
Sepanjang tahun 2021, Assets Under Advisory (AUA) Moduit tumbuh lebih dari 40%. Sementara rata-rata nilai investasi untuk Business to Customer (B2C) mencapai US$ 4.600 atau senilai Rp 66,7 juta per klien.
Seiring dengan itu juga, jumlah Advisory Partner (Mitra Penasehat Keuangan) Moduit tumbuh sebesar 74%. Para mitra ini rata-rata dapat menangani portofolio sebesar US$ 60.000 atau Rp 870 juta per klien.
Tahun 2022, Moduit menargetkan penambahan tiga kali lipat jumlah Mitra Perencana keuangan Moduit dan mendorong pertumbuhan AUA hingga tujuh kali lipat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here