Gandeng Mitra Strategis, ESR Gencar Berinvestasi di 3 Kawasan Logistik Modern

[Reading Time Estimation: 5 minutes]

Marketing.co.id – Berita Marketing | Indonesia Investment Authority (INA), ESR Group, dan MC Urban Development Indonesia (MCUDI) mengumumkan kemitraan strategis, yang diresmikan dengan penandatanganan dokumen transaksi. Kemitraan ini berinvestasi di tiga kawasan logistik modern berlokasi strategis, yang dikembangkan dan dikelola oleh ESR, dan para mitra sedang menjajaki untuk melakukan investasi bersama di sektor ini.

Stuart Gibson, ESR Group Co-Founder & Co-CEO mengatakan, kerjasama ventura  ESR dengan INA dan MCUDI sejalan dengan tiga pilar pertumbuhan kami untuk memperluas bisnis New Economy yang mencakup sektor logistik, pusat data, ilmu hayati, dan industri teknologi tinggi, terutama di Asia Tenggara, sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat di Dunia. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia merupakan bagian penting dari strategi ESR.

“Kemitraan ini hadir di saat krusial, dimana ada peningkatan permintaan ruang logistik modern, yang didorong sektor utama termasuk e-commerce, logistik pihak ketiga (3PL), dan industri otomotif. Secara khusus, penjualan e-commerce Indonesia sedang berkembang, diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat, dari US$48 miliar di 2021 menjadi US$95 miliar di 2025,” papar dia.

Stuart Gibson, ESR Group Co-Founder & Co-CEO
Stuart Gibson, ESR Group Co-Founder & Co-CEO.

Dia menambahkan, permintaan akan fasilitas pergudangan modern di Indonesia didorong oleh beberapa sektor utama, termasuk industri e-commerce, third-party logistic (3PL), dan otomotif. Sektor-sektor ini berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan pasar, masing-masing dengan kebutuhan dan permintaan tersendiri untuk ruang penyimpanan dan distribusi. Saat ini, pasar gudang Indonesia mencapai sekitar 29 juta meter persegi, dengan gudang modern hanya menyumbang sekitar 8% dari total pasar. Pasokan gudang modern di Indonesia mencapai 2,7 juta meter persegi, dengan tingkat penyerapan yang sehat dan perkiraan pertumbuhan tahunan sebesar 300 ribu meter persegi.

Ketiga aset yang menjadi area investasi kemitraan ini memiliki lokasi yang strategis, yaitu di Cikarang dan Karawang. Dua aset di Cikarang, yaitu Cikarang I Logistics Park dan Cikarang II Logistics Park, terletak di kawasan industri utama: Greenland International Industrial Center (GIIC) dan Kawasan Industri Terpadu Indonesia China (KITIC), yang diperkirakan akan selesai pada bulan Mei dan Juni 2023.

“Pusat-pusat industri dan bisnis ini menawarkan konektivitas yang sangat baik. Selain itu, aset di Karawang (Karawang I Logistics Park) terletak di Kawasan Industri Suryacipta, daerah industri yang sedang berkembang di koridor timur Jakarta. Lokasinya yang strategis, dekat dengan Jakarta dan jaringan transportasi utama, menempatkannya pada posisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dan distribusi bisnis. Konstruksi dijadwalkan untuk dimulai pada bulan Juni 2023,” papar Stuart Gibson.

Dengan hampir 70 perusahaan afiliasi di Indonesia, MCUDI memiliki banyak pengalaman dalam bisnis pengembangan gudang dari Jepang, Amerika Serikat, dan wilayah lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memanfaatkan jaringan dan keahlian MCUDI yang luas untuk mengembangkan pasar pergudangan di Indonesia.

Ridha Wirakusumah, Ketua Dewan Direktur INA, mengatakan, ini menandai pencapaian penting bagi INA, seiring memasuki kelas aset real estat dengan fokus utama pada fasilitas pergudangan modern di Indonesia. Terlebih, potensi pasar logistik yang sangat besar, yang didorong oleh pertumbuhan kuat dari industri e-commerce, 3PL, dan otomotif yang solid di wilayah Asia Tenggara.

“Kemitraan strategis kami dengan ESR dan MCUDI tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri logistik yang terus berkembang, namun juga mencerminkan komitmen INA terhadap pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi. Dengan memanfaatkan keahlian bersama, kami siap untuk menciptakan dampak yang signifikan pada lanskap pergudangan di Indonesia, dan turut berkontribusi pada kemajuan ekonomi negara,” papar dia.

Mengembangkan kemitraan strategis ini, INA, ESR dan anak perusahaannya LOGOS, akan memperdalam kolaborasi mereka di Indonesia. Kedua pihak telah menunjukan antusiasme untuk menjajaki pembentukan mandat bersama tambahan untuk aset-aset pembangunan di Indonesia, dan berbagai inisiatif strategis lainnya. Menyadari potensi dan dinamisme Indonesia yang sangat besar, INA, ESR, dan LOGOS memperkirakan bahwa inisiatif bersama ini berpotensi menciptakan pergudangan logistik modern dengan nilai lebih dari USD 1 miliar di nusantara dalam lima tahun mendatang.

Selain itu, INA akan memanfaatkan keahlian ESR dan LOGOS yang telah berhasil diintegrasikan di bawah satu platform terpadu di Indonesia, dan bersama mitra lainnya, untuk menciptakan solusi real estat yang inovatif dan berwawasan lingkungan, yang selanjutnya akan memperkuat dampak kolaborasi ini pada skala regional.

“Sebagai pengelola aset riil terbesar di Asia-Pacific (APAC), ESR memberikan akses kepada para capital partner untuk memanfaatkan beberapa peluang pertumbuhan Ekonomi Baru terbaik di dunia, yqng didorong oleh peningkatan e-commerce, transformasi digital, dan pemanfaatan real estat secara komersial. Kemitraan ini mencerminkan komitmen ESR terhadap Indonesia, yang merupakan pasar penting dalam strategi ekspansi kami di wilayah Asia Tenggara yang sedang berkembang pesat,” ujar Stuart Gibson.

Dengan dipicu oleh peningkatan kelas konsumen, dia melanjutkan, pertumbuhan e-commerce yang eksponensial, dan dorongan pemerintah Indonesia untuk kendaraan listrik, permintaan ruang logistik dan industri berkualitas tinggi di negara ini semakin besar, baik dari pelanggan multinasional maupun domestik.

“Kehadiran ESR yang semakin berkembang di Indonesia, dan penekanan yang kuat pada ESG juga akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan infrastruktur penting,” tegas dia.

Loh Meow Chong, Country Co-Head ESR Indonesia menambahkan, kemitraan dengan INA dan MCUDI menandai awal dari bisnis manajemen investasi dan pendanaan ESR di Indonesia, dengan menambah dua institusi besar yang baru ke dalam daftar hubungan capital partner ESR yang telah mencakup 12 dari 20 investor global papan atas. Hal Ini sejalan dengan fokus ESR dalam mempercepat strategi asset-light yang memungkinkan kami untuk mendaur ulang modal ke dalam peluang yang menarik untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang berjangka panjang.

“Dengan total Asset Under Management (AUM) sebesar US$861 juta dan Gross Floor Area (GFA) sebesar 795.000 meter persegi, serta penguasaan strategi yang terintegrasi dari ESR dan LOGOS di Indonesia, kami berada dalam posisi yang strategis untuk mendorong kinerja terbaik bagi para capital partner dan tenant, dengan mengimplementasikan rencana kami dan memanfaatkan banyak peluang di pasar,” tutur dia.

Selain itu, dengan melihat potensi yang kuat untuk memperluas portofolio dalam aset-aset industrial dan logistik modern di Indonesia. Permintaan akan terus tumbuh dan terutama akan didorong oleh penjualan e-commerce di Indonesia yang sedang berkembang, yang diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat dari US$48 miliar pada tahun 2021 menjadi US$95 miliar pada tahun 2025. Penetrasi e-commerce di Indonesia juga diharapkan akan memimpin kawasan ASEAN lainnya dengan mencapai 40% dari total ritel pada tahun 2026, naik dari 30% pada tahun 2021.

Kenji Ono, Presiden Direktur MCUDI, mengatakan, “Pencapaian ini menandai diversifikasi portofolio proyek residensial MCUDI sejak grup Mitsubishi Corporation pertama kali memasuki pasar real estat Indonesia pada tahun 2015. Dengan kehadiran perusahaan-perusahaan grup Mitsubishi Corporation yang luas di Indonesia, MCUDI sangat memahami kebutuhan konsumen dan apresiasi mereka terhadap fasilitas logistik yang efisien dan berkualitas tinggi. Kami berharap pengembangan ini dapat memenuhi permintaan akan pergudangan modern, dan menjadi jawaban atas permasalahan yang dialami oleh banyak tenant yang beroperasi di gudang tradisional.”

Kenji juga menegaskan, Indonesia merupakan salah satu fokus pasar Mitsubishi Corporation Urban Development Group di kawasan Asia Tenggara, dan MCUDI yakin dengan perkembangan ekonomi Indonesia melalui dorongan industrialisasi dan transformasi digital. MCUDI akan terus secara aktif bekerja sama dengan mitra lokal dan multinasional, serta para pemangku kepentingan lainnya, untuk mengembangkan dan menjalankan misi kami di Indonesia.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here