Fokus Wujudkan Target Transformasi Digital, Lazada Gelar IDEC 2022

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Indonesia Digital Economy Conference 2022 jadi forum diskusi untuk mendorong kolaborasi dengan pemerintah dan mempercepat transformasi digital

Marketing.co.id – Berita Marketing | Ekonomi digital telah menjadi salah satu penyangga perekonomian Indonesia. Laporan e-Conomy SEA 2022 memprediksi ekonomi digital Indonesia akan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) senilai US$130 miliar pada 2025.

Memahami semakin pentingnya kontribusi ekonomi digital, Lazada Indonesia bekerja sama dengan Harian Kompas menggelar Indonesia Digital Economy Conference (IDEC) 2022 dengan tema Langkah Tepat Wujudkan Target Transformasi Digital, Selasa, 29 November 2022.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, dalam pidatonya di pembukaan forum IDEC 2022 memaparkan seputar kebijakan pemerintah terkait pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

Menurutnya, transformasi ekonomi digital ini harus bisa diadopsi oleh para penjual UMKM karena dunia digital turut membawa perubahan yang begitu cepat,” papar Zulkifli. “Transformasi ini bisa dipercepat dengan dua kunci, yakni kerja sama dan kolaborasi. Demi tercapainya inklusi digital, saya bersama Kemendag selalu siap dan mendukung penuh kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.”

Chief Business Officer Lazada Group, James Chang dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital sejak lama menjadi strategi kunci di Lazada. “Ekosistem ekonomi digital di Lazada menawarkan infrastruktur, layanan dan peluang ekonomi melalui berbagai inisiatif khusus untuk Indonesia, yang dijalankan melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis, seperti Gerakan AKAR Digital Indonesia. Banyak dampak positif yang dihasilkan dari kerja sama ini, karena itulah kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan berkontribusi aktif mengembangkan ekosistem ekonomi digital Indonesia demi bersama-sama mewujudkan masa depan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar James.

Pengembangan ekonomi digital bergantung pada banyak aspek, mulai dari kesediaan infrastruktur dan teknologi, hingga kesiapan dan peran aktif masyarakat termasuk dalam kemampuan adopsi teknologi dan inovasi. Namun yang terutama, kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, industri, hingga organisasi dan akademisi dibutuhkan untuk memastikan seluruh upaya dilakukan sejalan dan beriringan.

Oleh karena itu, dengan tujuan untuk menjawab berbagai tantangan dan mempercepat transformasi dalam ekonomi digital, IDEC 2022 dibagi ke dalam tiga sesi dengan topik strategis yang melibatkan beragam pemangku kepentingan yaitu peta transformasi ekonomi digital 2025, hasil survei indeks literasi dan transformasi ekonomi digital di Indonesia, dan tantangan pengembangan talenta digital ekonomi.

Sesi Pertama Menapak Peta Transformasi Ekonomi Digital 2025 membahas proses transformasi ekonomi digital di Indonesia sebagai salah satu indikator penunjang percepatan pemulihan perekonomian nasional. Sesi ini menampilkan pembicara Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Rudy Salahuddin, Founder CORE Indonesia Hendri Saparini, Chairman Indonesia E-commerce Association (idEA) Bima Laga dan Direktur Eksekutif Lazada Indonesia Ferry Kusnowo.

Sesi kedua menampilkan hasil survei tentang Indeks Literasi dan Transformasi Ekonomi Digital di Indonesia atau Indonesia Digital Economy Literacy Index (INDELIX) 2022 yang dilaksanakan Lazada bersama Litbang Kompas, dengan dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Studi ini membahas pemetaan dan potensi ekonomi digital di Indonesia di tingkat kota dan kabupaten di Indonesia.

Diskusi pada sesi ini menampilkan Asisten Deputi Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Edwin Manansang, GM Litbang Kompas Ignatius Kristanto, SVP Seller Operations & Tech and Product Management Lazada Indonesia Haikal Bekti Anggoro, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Wali Kota Yogyakarta, Bupati Kulon Progo, dan Bupati Bantul untuk membahas seputar peningkatan pertumbuhan ekonomi digital di kabupaten dan kota dari 2021-2022, anxiety & desire terkait ekonomi digital, eagerness, dan readiness untuk mengadopsi ekonomi digital.

Pada sesi ketiga Urgensi Pengembangan Talenta untuk Dorong Ekonomi Digital, dipaparkan upaya pemetaan tantangan terkait kebutuhan dan kesiapan talenta dalam era transformasi digital saat ini. Tampil sebagai pembicara sesi terakhir ini Subkoordinator Rekognisi Pembelajaran Lampau dan Pembelajaran Internasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Yulita Priyoningsih, Chief People Officer Lazada Indonesia Evelyn Yonathan, dan Co-Managing Director Girls in Tech Indonesia & CMO Remote Skills Academy Aulia Halimatussadiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here