Portal Lengkap Dunia Marketing

PR Hype

Do & Don’t dalam Press Release

Bukan PR namanya bila tidak berkutat dengan press release. Ya, press release memang menjadi andalan para PR profesional dalam melangsungkan kewajibannya. Tapi sebelum itu, tentunya Anda dituntut untuk menguasai senjata Anda tersebut jika tidak ingin melukai teman bahkan diri Anda sendiri.

Untuk itu, ada baiknya Anda mengetahui apa yang baik dan tidak untuk dilakukan dalam membuat press release.

press-release-dos-and-donts

 

Do dalam press release:

–          Press release harus mencakup 5W (What, Who, Where, When, dan Why). Sama seperti awak media yang tidak lepas dari 5W, para PR juga wajib menuliskan kelima hal ini secara lengkap dan jelas.

–          Menjadi orang ketiga. Meski Anda bekerja untuk klien, tapi buatlah agar alur press release seolah – olah dibuat orang ketiga. Ini sangat penting untuk memberikan kesan netral.

–          Buat Headline yang menarik. Tak dapat dipungkiri, bahwa headline merupakan faktor penentu dibaca atau tidaknya press release Anda. Jadi berikan semua kemampuan terbaik pada paragraf awal rilis Anda.

–          Headline jangan terlalu panjang. Jangan buat headline yang terlalu panjang jika rilis Anda tidak mau dikatakan membosakan. Anda hanya perlu menulikan 60 – 80 karakter tanpa spasi.

 

Don’t dalam press release:

–          Mengganggap semua orang akan membaca semuanya. Ingat, tidak semua orang akan membaca tulisan Anda, bahkan media saja hanya menggunakan sebagian kecil dari rilis.

–          Menulis lebih dari 800 kata. Sama halnya aturan pada headline yang tidak dianjurkan terlalu panjang, total press release yang Anda buat pun sebaiknya tidak lebih dari 800 kata untuk menghindari kebosanan.

–          Langsung menjual produk. Meski Anda ikut berperan dalam meningkatkan nilai penjulan, tapi kegiatan marketing bukanlah tugas utama Anda. Fokus saja pada brand image dan promosi acara.

–          Menjelek – jelekkan kompetitor. Ini adalah kode etik yang harus Anda perhatikan. Sama halnya dark campaign atau black campaign saat berkampanye, menjelek – jelekkan kompetitor malah akan memberi image buruk pada perusahaan Anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top