Portal Lengkap Dunia Marketing

Marketing

Di Balik Gemerlap Peluncuran Vivo V9 Antara Bisnis Etis dan Investasi

Vivo kembali membuat gebrakan peluncuran produk yang ‘wah’. September tahun lalu, saat meluncurkan “Vivo V7+”, Vivo melakukan blocking time di sembilan stasiun TV. Kesembilan stasiun TV tersebut yaitu SCTV, Indosiar, RCTI, ANTV, MNC TV, Trans 7, Trans TV, Global TV, dan TV One. Yang luar biasa penayangan siaran langsung peluncuran Vivo V7+digelar saat primetime, pukul 20.00-21.30.

Peluncuran “Vivo V9” kali ini bakal lebih meriah  dan glamor. Pasalnya peluncuran Vivo V9 akan disiarkan di 12 stasiun TV. Ke-12 stasiun TV tersebut RCTI, MNC TV, GTV, AnTV, TV One, Net TV, Trans TV, Trans 7, Metro TV, Kompas TV, RTV, dan TVRI.

Selain tayang langsung 12 stasiun TV, acara tersebut juga akan live streaming di 10 platform digital: Detik.com, Tribunnews.com, Kompas.com, Liputan6.com, JalanTikus.com, Pulsa, UCNews, JOOX, Youtube, dan Mobile Legend. Lokasi peluncuran Vivo V9 juga istimewa, di situs warisan budaya dunia Candi Borobudur, pada 29 Maret 2018 mendatang.

Ongkos yang dikeluarkan Vivo untuk meluncurkan  Vivo V9 semakin mahal, karena acara tersebut juga akan dimeriahkan oleh artis papan atas yang menjadi Vivo Product Ambassador dan Perfect Selfie Icon, seperti Agnez Mo, Afgan, Al-Ghazali, Maudy Ayunda, Prilly Latuconsina, dan Tulus.

viva v9

FA WIP_GRANDLAUNCH_130317

Wajar jika dalam jumpa pers muncul di kalangan jurnalis pertanyaan, apakah Vivo tidak sedang ‘membakar’ uang dengan biaya promosi yang jor-joran dan apakah biaya promosi yang digelontorkan sebanding dengan angka penjualan, jika merujuk pada peluncuran Vivo V7+.

Menjawab hal tersebut, Edi Kusuma General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia mengatakan, ongkos yang dikeluarkan Vivo untuk peluncuran tersebut merupakan sebuah investasi. Sebagai pemain baru, Vivo katanya masih dalam tahap mengejar awareness di Indonesia. “Sebagai pemain baru kami terus memperkenalkan produk kami, jadi jangan membandingkan penjualan kami dengan pemain yang sudah lama hadir,” kata Edi yang enggan menyebut angka penjualan Vivo.

Selain membangun awareness, Vivo juga sedang mempraktikkan bisnis etis dengan mengambil lokasi peluncuran di Candi Borobudur. Vivo ingin mengingatkan kepada kalangan milenial tentang pentingnya menjaga warisan budaya. “Ini tidak hanya peluncuran produk tapi ada message tentang pelestarian warisan budaya,” tutur Edi dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin (26/03.

Untuk memperkuat bisnis etis, Vivo juga melakukan serangkaian program CSR (Corporate Social Responsibility) di kawasan Candi Borobudur. Program CSR tersebut berupa penanaman biji kopi di daerah Borobudur bersama komunitas petani kopi setempat, donasi mesin pengolahan kopi serta bersih-bersih kawasan Borobudur sehari setelah acara peluncuran.

Vivo V9 menyasar segmen pasar milenial. Ponsel ini mengunggulkan dua fitur yang banyak diincar pengguna  ponsel ‘zaman now’, yakni FullView dan AI Selfie. Dua fitur ini kata Edi menjadi USP (Unique Selling Preposition) bagi Vivo

Sementara itu, Nadjamudin Ramli Direktur Warisan Budaya mengatakan, perlu biaya yang besar untuk merawat candi yang dinobatkan sebagai warisan dunia oleh Unesco tahun 1991 tersebut. Perawatan antara lain menjaga Borobudur terbebas dari lumut, menjaga susunan batunya tetap rapat, dan menjaga struktur tanah agar mampu menahan beban candi.

“Selama ini, ada yang diam-diam menggunakan candi Borobudur untuk syuting  dengan melakukan adegan akrobatik di stupa,” tutur Nadjamudin. Dia mengatakan, untuk menghindari Borobudur dari kegiatan tanpa ijin dan tindakan yang merusak, telah dipasang beberapa kamera CCTV di kawasan Candi Borobudur.

Nadjamudin menyambut baik Vivo yang memilih Borobudur sebagai lokasi  peluncuran produk, karena akan menimbulkan efek publikasi yang besar. “Liputan media akan memperkenalkan Borobudur ke seluruh dunia, bukan hanya rakyat indonesia. Ini sebagai promosi wisata juga, sehingga turis asing tidak hanya berkunjung ke Bali, kita arahkan mereka Borobudur dan kawasan lain, seperti Nusa Tenggara,” jelas dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top