Cegah Bahaya Senyawa BPA Pada Produk Plastik, Gunakan Botol Stainless atau Kaca

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Marketing.co.id – Berita News & Event | Jika memperhatikan iklan air mineral di televisi, talent yang merupakan seorang dokter memberikan edukasi secara singkat bahwa plastik yang digunakan oleh air mineral tersebut telah bebas Bisphenol A (BPA) atau BPA free sehingga aman dikonsumsi siapa pun bahkan anak-anak.

Catherine Tjahjadi, anggota Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) menjelaskan, “Orang tua menginginkan produk yang ‘BPA free’ dengan tujuan untuk menginginkan anak-anak menjadi generasi masa depan yang baik, bukan dengan keterbatasan perkembangan. Oleh karena itu kita harus lindungi anak-anak sejak dari awal”.

Ditilik lebih jauh lagi senyawa BPA merupakan campuran bahan kimia pada plastik polikarbonat untuk air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang yang banyak digunakan untuk botol minum bayi dan wadah plastik makanan lainnya.

BPA akan berbahaya jika terpapar dalam jangka waktu yang lama dimana akan menyebabkan gangguan perkembangan pada anak seperti autis, bipolar, sering tantrum dan gangguan saraf bahkan dari sebelum lahir.

Senyawa BPA bisa masuk ke tubuh janin yang belum dilahirkan bisa diketahui dari saat anak lahir dengan melakukan tes dimana ibu saat hamil terpapar BPA dari produk yang digunakan sehingga masuk ke janin.

“Dalam jangka waktu panjang, paparan BPA juga bisa muncul misal dalam periode lima tahun, 12 tahun bahkan 20 tahun mendatang. Tidak hanya pada kemasan makanan dan minuman, namun kandungan BPA juga terdapat pada kertas struk belanja, termasuk struk ATM, yaitu pada tinta di kertas thermal yang dipakai,” imbuh Catherine.

Lalu bagaimana cara untuk mencegah paparan BPA? Catherine menyarankan saat bepergian menggunakan botol minum sendiri yang terbuat dari stainless atau kaca. Selain itu tidak membiasakan memanaskan makanan menggunakan wadah plastik. Sebelum membeli produk plastik, teliti kode plastik yang terdapat pada produk yang digunakan.

Pada jenis plastik polikarbonat yang biasa digunakan untuk AMDK galon bekas pakai biasanya ada kode plastik nomor 7 dimana mengandung senyawa berbahaya BPA. Saat ini sudah banyak tempat makan atau minum yang memperbolehkan kita membawa gelas atau tumbler sendiri agar lebih sehat dan mengurangi paparan.

Hingga hari ini, peringatan para pakar kesehatan tentang bahaya plastik polikarbonat yang mengandung BPA terhadap anak dan balita sudah sering dilakukan, namun tetap saja bisnis air kemasan galon ulang terus meningkat karena minimnya informasi bahaya BPA.

Masa depan kesehatan anak dan balita Indonesia sungguh dipertaruhkan jika pemerintah tidak kunjung menyepakati regulasi yang dikeluarkan BPOM untuk memberi label peringatan peringatan tentang bahawa BPA pada AMDK galon guna ulang.

Marketing.co.id: portal berita marketing dan bisnis.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here