Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Ad Madness

Bukan Hanya Energy Drink, tapi Lifestyle Drink

www.marketing.co.id – Konsep iklan erat kaitannya dengan target konsumen yang dituju. Kali ini Kratingdaeng punya ide unik nan kreatif untuk menyasar segmen anak muda.

Segmen anak muda memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Besarnya potensi industri pada ceruk ini bahkan membuat beberapa merek rela untuk bekerja keras merejuvenasi konsep brand mereka. Seperti halnya yang dilakukan Kratingdaeng. Bukti keseriusan minuman berenergi ini diwujudkan dalam bentuk konsep iklan TVC yang “anak muda sekali” dan kental dengan unsur lifestyle.

Kratingdaeng adalah brand sebuah minuman energi dari Thailand. Minuman yang dikenal di berbagai negara dengan sebutan “red bull” ini mulai masuk pasar Indonesia pada tahun 1993. Melalui iklan terbarunya dengan tema “Meet the Real”, Kratingdaeng menggambarkan sederetan aktivitas yang jamaknya dilakukan oleh anak muda masa kini. Mulai dari aktivitas outdoor, rutinitas di kantor, kegiatan eksistensinya di jejaring sosial, sampai kesibukan di malam hari saat mencari hiburan di klub.

TVC yang berdurasi 30 detik ini secara kreatif menampilkan sosok banteng sebagai ikon Kratingdaeng yang sekaligus menjadi garis merah di setiap aktivitas tersebut. TVC ini juga didukung soundtrack yang easy listening dengan liriknya, “Make your move, make it real”.

Davin Thomas Lai, Marketing Manager PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical, yang ditemui di kantornya beberapa waktu lalu bertutur bahwa TVC “Make It Real” merupakan bagian dari campaign besar bertajuk “The Real Campaign” dari Kratingdaeng.

“Sedikit berbeda dari beberapa TVC sebelumnya, kali ini kami hadir dengan campaign utama The Real Campaign yang lebih berbau lifestyle. Kami ingin mempertegas positioning Kratingdaeng bukan hanya sebagai energy drink, melainkan juga lifestyle drink. Sementara objek untuk campaign ini adalah akuisisi konsumen baru, yaitu segmen anak muda,” kata Davin.

Secara rinci ia menerangkan, segmen konsumen Kratingdaeng yang dibidik sebelumnya berada di pasar mid-high market yang berusia 20–44 tahun, dengan komposisi 70% pria dan 30% wanita. Namun dengan campaign baru ini, Davin menegaskan ingin bisa menggapai pasar yang lebih luas lagi dengan target konsumen di usia mulai 15 tahun dan perbesaran persentase untuk konsumen wanita. Campaign ini sekaligus menepis anggapan masyarakat akan brand Kratingdaeng sebagai brand yang oldies.

Youth segment sangat tinggi dan kami tertarik untuk memperluas consumer base kami di sektor ini. Kami juga ingin lebih merangkul konsumen wanita. Oleh sebab itu, kami banyak menggunakan objek wanita dalam TVC agar pesan komunikasinya bisa diterima,” terang dia.

Mengenai proses produksi TVC ini, Kratingdaeng tidak menggunakan agency, melainkan merumuskan ide secara langsung kepada sutradara yang ditunjuk. TVC Make It Real ini sendiri merupakan iklan lanjutan setelah beberapa iklan sebelumnya di akhir tahun 2011 yang masih berada di payung konsep The Real Campaign.

Meskipun baru berjalan beberapa bulan, Davin mengakui efektivitas dari campaign ini sudah mulai terasa, baik dari segi awareness maupun peningkatan sales. Diakuinya, growth rata-rata untuk keseluruhan energy drink adalah sekitar
2,5%. Walaupun enggan memberikan angka secara pasti, ia memastikan angka penjualan Kratingdaeng berada lebih dari rata-rata tersebut.

Pernyataan ini pun didukung dengan hasil survei Top Brand yang dilakukan Frontier Consulting Group. Diketahui last usage (cermin dari market share) yang diraih Kratingdaeng di awal tahun 2012 lalu mencapai 45,2%. Posisi kedua ditempati oleh Hemaviton Energy Drink dengan angka sebesar 19,4% dan di posisi ketiga ada M-150 yang mencatat 7,8%.

Tidak hanya sebatas TVC, sosialisasi campaign besar Kratingdaeng ini ternyata juga didukung oleh sinergi aktivitas ATL dan BTL serta optimalisasi media digital.

“Yang selama ini kami lakukan adalah menggencarkan campaign ATL, BTL, Facebook, dan Twitter selain menggunakan TVC. Untuk me-maintain run customer, kami juga melakukan pemasangan iklan di tempat-tempat yang sifatnya bukan menjadi target konsumen baru kami,” pungkas Davin. (Angelina Merlyana Ladja)

1 Comment

1 Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Terpopuler

    To Top