Bagaimana Brand dan Agensi Memaksimalkan Kampanye Influencer Marketing?

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Tellscore Self Serve, fitur baru garapan Tellscore ini hadir untuk membantu brand dan agensi memaksimalkan kampanye influencerTellscore Self Serve, fitur baru garapan Tellscore ini hadir untuk membantu brand dan agensi memaksimalkan kampanye influencer

Marketing.co.id – Berita Marketing | Seiring banyaknya influencer dengan ragam bidang keahlian yang dapat dipilih, membuat brand paling berpengalaman sekalipun akan mengalami kesulitan dalam memanfaatkan ruang yang terus berkembang dan semakin kompetitif ini.

Untuk itu, dibutuhkan teknologi yang dapat membantu memaksimalkan upaya mereka, mengisi kesenjangan pengetahuan, sumber daya manusia, dan mencapai hasil bagi kampanye mereka. Hal tersebut mendorong Tellscore untuk terus berinovasi melalui ragam fitur yang dapat membantu brand secara efektif dalam mempromosikan produk, layanan, serta menjalankan kampanyenya.

Platform pencarian influencer terkemuka di Asia Tenggara tersebut meluncurkan fitur “Tellscore Self Serve” melalui teknologi SaaS (Software as a Service) bagi pasar Indonesia. Melalui fitur ini brand dan agensi dapat memilih influencer serta mengelola kampanye mereka secara menyeluruh. Selain itu, fitur tersebut  juga dilengkapi dengan layanan konsultasi gratis.

Kehadiran Tellscore Self Serve dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan pasar sekaligus menarik minat klien yang memiliki kampanye influencer sederhana atau brand dan agensi dengan budget terbatas mulai dari Rp 10-20 juta per bulan. Produk baru  yang diharapkan dapat menghasilkan pendapatan hingga 30% ini merupakan tambahan dari layanan “Tellscore Serve”.

Co-Founder dan CEO Tellscore Suvita Charanwong  mengatakan, potensi terhadap lanskap influencer marketing di Indonesia sangat besar. “Melalui fitur baru ini, kami ingin membantu brand dan agensi dalam memilih influencer terbaik untuk kampanye mereka secara efektif dan efisien”.

Seperti diketahui, Covid-19 telah mengubah cara bisnis dalam berinteraksi dengan pelanggan. Begitu pula halnya dengan kehidupan sehari-hari yang telah mengalami perubahan selama pandemi. Oleh karena itu, brand harus menyesuaikan strategi penjualan dan beradaptasi dengan pembatasan global dalam rencana pemasaran mereka.

Sementara itu, perusahaan kecil dan menengah di Asia Tenggara cenderung mengadopsi transformasi digital untuk dapat bersaing di pasar yang lebih terbuka setelah pandemi. Di sisi lain, perusahaan besar mengeluarkan lebih banyak anggaran untuk kegiatan influencer marketing seraya memperluas pemanfaatannya di luar makro-influencer dalam mengadopsi komunikasi yang lebih personal dan akurat.

Selaras dengan hal tersebut, Suvita menambahkan bahwa Tellscore tidak hanya berfokus pada mikro influencer di mana algoritma sosial media tidak hanya memungkinkan jangkauan yang lebih organik tetapi juga dapat melibatkan serta bekerja sama dengan makro influencer di hampir setiap kampanye klien.

Adapun yang menjadi keunikan Tellscore yakni terletak pada alur kerja yang sepenuhnya otomatis dari pencarian influencer, perekrutan hingga manajemen kampanye, analisis kinerja hingga proses pembayaran influencer sehingga klien dapat lebih fokus pada kinerja dan hasil, sementara influencer dapat fokus pada pembuatan konten dan kreativitas. Secara total, saat ini terdapat 20.000 influencer mikro dan makro di Indonesia yang telah bergabung bersama Tellscore.

Suvita berharap Tellscore dapat menjadi salah satu solusi terbaik bagi brand dan agensi dalam menjalankan kampanye influencer marketing dengan memanfaatkan teknologi terkini yang dapat mempermudah proses sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here