Wouw! Waktu di Hari Kematian Anda dapat Diprediksi

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

MarketingHealth– Mungkin kita tidak akan mampu menentukan hari kematian. Tapi sebuah studi terbaru yang meneliti circadian rhythm tubuh memberikan sebuah gambaran tentang hari kematian.

Penelitian tersebut menunjukkan, orang yang terbiasa bangun pagi lebih cenderung meninggal dunia sebelum jam makan siang. Inilah yang harus anda ketahui:

Pertama: Apakah yang dimaksud circadian rhythm?

Ini merupakan jam internal dalam tubuh yang mengatur jam berapa kita bangun tidur, ketika kita sadar, dan jam berapa kita mulai merasa ngantuk.

Irama setiap individu sangat sensitif terhadap faktor-faktor dari luar seperti perubahan zona siang dan waktu, meskipun studi terbaru ini menunjukkan mutasi gen juga dapat menyebabkan circadian rhythm seseorang bervariasi.

Dan sekarang, sebuah studi terbaru dari departemen neurologi dari Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) di Boston mengklaim bahwa kita dapat menggunakan mutasi gen untuk mengetahui waktu di hari seseorang mungkin akan meninggal.

Bagaimana penelitian ini dilakukan?

Para peneliti menyisir data dari Universitas Rush di Chicago tentang studi tidur yang dilakukan selama 15 tahun. Penelitian ini mengambil sampel sekitar 500 orang dengan usia 65 tahun ke atas, yang semuanya mengenakan actigraph, yang erat menelusuri kebiasaan tidur. DNA mereka juga dikumpulkan  dan mengevaluasi fisik dan psikis. Sebelum studi ini selesai, banyak dari peserta yang meninggal dunia.

Apa yang para peneliti temukan?

Beberapa nukleotida telah membantu memastikan pola alami tidur setiap subyek. Sebagai contoh: mereka yang memiliki genotype “AA” cenderung bangun pagi, sedangkan mereka yang memiliki genotype “GG” cenderung bangun telat (siang). Dan kebanyakan dari kita memiliki genotype “AG”, 48 persen lebih dari kita  dilahirkan dengan konfigurasi ini.

Bagaimana pola gen ini berkaitan dengan kematian?

Di sinilah yang sedikit aneh: Orang yang lahir dengan genotype AA atau genotype AG cenderung meninggal sebelum jam 11 (pagi), atau genotype GG larut malam, tapi pada umumnya mereka meninggal persis sebelum jam 6.

Mengapa ini?

“Sebenarnya semua proses fisiologi memiliki sebuah rhythm circadian“, termasuk kematian, ujar kepala BIDMC Neurology, Clifford Saper.

Para peneliti berspekulasi, saat pasien tua sudah mendekati sekarat, mereka yang sosial menjadi kurang sosial dalam kehidupan sehari-hari mereka. Rhythms circadian mereka menegaskan otoritas yang lebih dan memungkinkan waktu kematian ditentukan oleh gen mereka, setidaknya sebagian.

theweek

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here