Wisata Bahari Gorontalo

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Ketika berbicara tentang wisata bahari di Sulawesi, umumnya yang terlintas di pikiran orang awam adalah Bunaken di Sulawesi Utara atau Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Padahal wisata bahari yang ada di Sulawesi bukan hanya di tempat tersebut. Sebutlah saja Gorontalo, sebuah kota sekaligus nama provinsi yang bersebelahan dengan Sulawesi Utara.

Belum banyak para penyuka wisata bahari terutama para penyelam yang mengetahui potensi bahari dari kota Gorontalo. Hal ini wajar karena publikasi wisata bahari di Gorontalo sedikit tertelan oleh gemerlap wisata bahari di Bunaken. Terlebih nama Bunaken yang sudah Go Internasional terlebih dahulu dibandingkan Gorontalo.

Titik penyelaman di Gorontalo lebih banyak yang berada di Selatan kota Gorontalo. Ada sekitar 22 titik penyelaman yang tersebar dari Timur ke Barat pantai selatan Gorontalo. Umumnya titik penyelaman di Gorontalo bertipe “wall” yang menawarkan pemandangan hard coral maupun soft coral yang indah dan ikan – ikan karang. Selain itu, penyelaman di Gorontalo juga menawarkan keindahan bentuk Salvadore Dali sponge yang konon hanya bisa dijumpai di sini.

Salvadore Dali sponge adalah nama yang diberikan oleh Rantje Allen, sang penemu barrel sponge ini, karena bentuk yang unik. Sponge ini ada yang berbentuk mangkuk, saxophone, bunga, abstarak dan lain-lain. Bentuk sponge yang paling menarik perhatian para penyelam adalah yang berbentuk hiu. Begitu mudahnya kita menjumpai sponge ini di berbagai titik penyelaman di Gorontalo hingga terkesan sponge ini berserakan dimana-mana.

Selain titik penyelaman bertipe “wall” yang menawarkan pemandangan “wide angle” untuk penggemar “wide angle photography”, di Gorontalo juga menawarkan titik penyelaman khusus untuk “macro photography”, yaitu di Muka Kampung. Titik penyelaman ini dinamakan seperti ini karena memang letaknya tepat di depan sebuah kampung. Di sini kita bisa mendapatkan berbagai hewan unik seperti nudibranch, mimic octopus, frog fish, dragonet fish, dan lain sebagainya.

Bagi penggemar “wreck dive”, juga tidak perlu kuatir. Di Gorontalo terdapat 2 titik penyelaman yang jaraknya sangat dekat dengan pelabuhan, salah satunya adalah “Japanese Cargo shipwreck” yang terletak tepat di depan pelabuhan ferry Gorontalo. Sedangkan titik lainnya adalah Tjendrawasih Shipwreck yang berjarak setengah jam dari pelabuhan menggunakan perahu.

Lelah menyelam, kita juga dapat melakukan wisata kuliner di sekitar kota Gorontalo. Bagi penggemar pedas, bisa mencoba ayam iloni di sekitar pasar Limboto. Atau mencoba hangatnya minuman khas Saraba yang mudah ditemukan di warung pinggir jalan di kota Gorontalo.  Jangan lupakan juga untuk mencoba Milu Siram Binde Biluhuta, sop jagung manis dengan taburan ikan cakalang yang menyegarkan.

Secara keseluruhan, menjadikan Gorontalo sebagai tempat tujuan wisata bahari terutama wisata penyelaman adalah pilihan yang tepat, terutama bagi yang sudah “bosan” dengan hiruk pikuknya Bunaken. Kemudahan transportasi menuju Gorontalo, dan menuju lokasi penyelaman juga menjadi poin yang bagus.

Adanya hotel kelas bintang 4 seperti Quality Hotel,  atau Grand City hotel yang merupakan hotel dengan kelas bintang 3 juga merupakan poin tambahan bagi para pecinta jalan – jalan bertipe koper.

Baca juga tulisan lainnya tentang Wisata Kuliner Gorontalo.

 

Previous articleInilah Perkiraan Harga iPhone 5
Next articleKepuasan Pelanggan: Siapakah Vendor yang menempati posisi teratas?
Mr. Gita Dimarsandy
Saya lahir di Malang, hampir 31 tahun silam. Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan internasional yang bergerak di bidang oil & gas sebagai supervisor lapangan. Saya mulai menyelam sejak tahun 2004, kemudian sempet vakum cukup lama. Comeback ke dunia penyelaman di mulai di April 2011 dengan menyelam di Raja Ampat. Sejak itu bisa dikatakan saya cukup aktif di dunia penyelaman dengan 3-4 bulan sekali mengunjungi titik penyelaman yang kebanyakan di daerah timur Indonesia. Saat ini saya sedang menekuni dunia fotografi bawah air dan berharap bisa terjun ke arah yang lebih profesional. Saya juga lebih memilih untuk keliling Indonesia untuk menyelam daripada jalan2 keluar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here