Portal Lengkap Dunia Marketing

DIGITAL & TECHNOLOGY

Wakuliner : e-Commerce Khusus Kuliner dan Katering

Marketing.co.id – Wakuliner menjadi solusi untuk mendapatkan kuliner daerah dan layanan katering yang menyajikan makanan bersih, sehat, lezat, dan terjangkau.

Bisnis kuliner semakin gurih untuk digarap di era digital ini. Pasalnya, kehadiran aplikasi pengiriman makanan dan e-commerce kuliner memudahkan banyak orang membeli makanan dan minuman lewat ponsel mereka yang kemudian diantar sampai pintu rumah.

Di sisi pelaku usaha kuliner, jangkauan yang luas dari kedua layanan tersebut memudahkan mereka dalam pemasaran guna meraih konsumen dan meningkatkan angka penjualan. Peluang ini pun coba dimanfaatkan Wakuliner yang mengklaim sebagai marketplace kuliner pertama di Indonesia.

Wakuliner yang merupakan singkatan dari Wadah Kuliner didirikan oleh Anthony Gunawan, Tung Desem Waringin, dan David Susanto pada 2017 lalu. “Wakuliner adalah solusi atas masalah dan kesulitan masyarakat mendapatkan makanan daerah dan pengadaan katering,” kata Anthony Gunawan, CEO Wakuliner.

Sebagai marketplace kuliner, Wakuliner menyediakan beragam layanan kuliner meliputi katering, snack dan oleh-oleh khas Indonesia, kuliner legendaris, dan waralaba kulier. Namun, saat ini Wakuliner lebih fokus pada layanan katering bagi segmen business to business (B2B) dan business to goverment (B2G).

Pertimbangan fokus menggarap perusahaan dan pemerintahan, karena Anthony melihat banyak karyawan mereka menghabiskan mayoritas hidupnya di tempat kerja. Jadi, dibutuhkan asupan makanan yang bergizi dan cukup supaya mereka bisa menjaga badan dan kesehatan. Ini sejalan dengan salah satu misi Wakuliner untuk meningkatkan kualitas hidup dan performa karyawan di Indonesia.

Alhasil, keberadaan katering sangatlah penting untuk perusahaan dan karyawannya, sebab mereka dapat terlayani setiap hari dengan makanan yang bersih, sehat, lezat, dan terjangkau. “Saat ini total ada sekitar 200 perusahaan dan badan pemerintahan yang telah dilayani Wakuliner dengan transaksi sebanyak 150.000–200.000 pax per bulan,” beber Anthony.

Layanan katering yang ditawarkan merupakan yang terlengkap di Indonesia. Total ada 13 kategori dan 15 ribu menu, mulai dari nasi box, snack box, coffee break, prasmanan, canapé, healthy meal, vegan dan vegetarian, jamu, dan lainnya, serta layanan pantry supply dan hampers.

Anthony menyebutkan pihaknya telah memiliki mitra bisnis sekitar 20 cloud kitchens dan catering businesses, serta melayani ribuan pelanggan setiap harinya. Untuk sementara, katering hanya bisa melayani pelanggan seputar Jadetabek dan Surabaya.

Berbeda dari layanan katering, produk kuliner snack dan oleh-oleh khas Indonesia serta kuliner legendaris telah menggandeng mitra bisnis ribuan UMKM kuliner sehingga bisa dipesan hampir di seluruh kota di Indonesia.

“Keuntungan bagi mitra bisnis (merchant), terutama katering; selain mendapat pesanan rutin, mereka juga dibantu tim management dan quality control untuk memastikan usahanya berkembang dengan baik,” ujarnya.

Menurut Anthony, keberadaan e-commerce kuliner seperti Wakuliner sangatlah krusial di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Khususnya bagi masyarakat dan perusahaan yang membutuhkan makanan sehat dan bergizi, namun tetap terjangkau.

Guna membantu masyarakat selama pandemi ini, Wakuliner memberikan promo Gratis Ongkir untuk pembelian snack dan oleh-oleh, katering, serta menggelar program “Memberi Bersama untuk Sesama” dan Donasi Makanan Bergizi bagi para petugas medis.

“Di masa yang penuh tantangan dan masalah ini, kami akan tetap fokus di core business dan terus mencari peluang. Sangat banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dan banyak sektor bisnis yang justru diuntungkan oleh pandemi ini,” tandas Anthony.

Pencarian peluang tidak hanya sebatas agar tetap bertahan di masa pandemi saja, tetapi juga pascapandemi untuk kembali bangkit. Sekaligus mewujudkan mimpi besar Wakuliner menjadi pemimpin pasar kuliner dan katering di Tanah Air, serta mampu membawa katering dan kuliner Indonesia mendunia, dimulai dari kawasan ASEAN.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top