Portal Lengkap Dunia Marketing

News & Event

Transumers

Setiap kali melihat tumpukan barang di rumah, rasanya ingin membuang banyak sekali barang. Namun, terkadang terpikir bahwa barang tersebut suatu saat mungkin akan berguna. Jika demikian, rasanya lebih baik tidak memiliki sama sekali barang-barang tersebut. Memiliki akan membuat Anda merasa sayang untuk membuangnya.

Memang, membuang sesuatu adalah pekerjaan yang akan banyak dilakukan orang di masa depan. Mengapa? Di masa depan, orang dengan mudah mendapatkan sesuatu. Kehidupan konsumen menjadi semakin konsumtif. Akibatnya, semua yang Anda dapatkan tertumpuk di rumah dan membuat Anda harus membuang sebagian yang Anda miliki.

Ini sama halnya pada saat kita mengonsumsi informasi. Ledakan informasi menyebabkan konsumen kebanjiran informasi. Sementara, daya tampung (space) informasi kita terbatas. Akibatnya, kita harus memilih dan membuang informasi yang tidak berguna.

Konsumen masa depan menurut Trendwatching adalah konsumen jenis transumers. Mereka adalah konsumen yang dibentuk oleh pengalaman baru dibandingkan sesuatu yang “fixed”. Mereka berusaha melakukan discovery sebagai bagian dari perjuangan mereka untuk melawan kebosanan. Mereka ingin lepas dari masalah-masalah yang terkait kepemilikan (kerusakan, pajak, dan lain-lain). Mereka senang memperkaya hidup mereka dengan pengalaman dan “story” terbaru demi kepuasan sesaat.

Ciri-ciri konsumen ini berkembang karena berbagai faktor. Pilihan produk yang semakin banyak akan semakin membuat konsumen bingung. Ini yang disebut sebagai tyranny of choice. Konsumen diperbudak oleh pilihan yang terlalu banyak. Sementara emosi di dalam diri konsumen menginginkan sebanyak mungkin menikmati semua pilihan tersebut. Mereka menjadi tidak loyal dan selalu mencari yang baru.

Konsumen masa depan juga hidup dalam social network. Mereka suka melakukan sharing dan bercerita. Anda bayangkan, orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang sering melakukan update status di Facebook. Mereka akan butuh pengalaman setiap hari untuk diceritakan. Itulah kenapa mereka adalah konsumen yang selalu di-drive oleh experience.

Masalahnya, kehidupan kita selalu dibatasi oleh ruang (space) yang terbatas. Mau tidak mau pencarian konsumen akan space baru yang menciptakan pengalaman baru selalu dilakukan. Mereka menginginkan kebebasan dan sering melakukan perjalanan (travel). Tak mengherankan jika industri pariwisata dan hospitality akan berkembang pesat, karena konsumen lebih sering berada di luar rumah. Berdasarkan survei kami, rata-rata orang di kota berada di luar rumah 12 jam per hari.  Artinya, setengah kehidupan konsumen akan ada di luar rumah. Angka ini bisa jadi meningkat terus dengan semakin baiknya infrastruktur transportasi dan komunikasi yang dinikmati konsumen.

Implikasi lain adalah kepemilikan ekuitas yang akan dikurangi. Mereka tidak mau memiliki sesuatu untuk jangka panjang. Daripada memiliki tapi harus membuang, mereka lebih baik tidak memiliki. Akibatnya, mereka senang untuk menyewa sesuatu demi menampilkan gaya hidup mereka sesaat. Di luar negeri, orang terbiasa untuk menyewa Limousine demi kelihatan “gaya”, menyewa jas untuk ke pesta, atau bahkan memakai tas dan baju sewaan dengan merek-merek terkenal. Daripada Anda membeli tas merek Louis Vuitton yang dipakai hanya untuk ke pesta, lebih baik Anda menyewa saja. Kalau ini terjadi, bisnis penyewaan barang-barang lux akan berpotensi meningkat.

Namun demikian, selain sisi konsumerisme yang menonjol, transumers secara langsung maupun tidak langsung juga akan menjadi kelompok yang menjaga ekosistem dan lingkungan. Ini karena gaya hidup mereka yang tidak memiliki barang berlebihan yang pada akhirnya menumpuk menjadi sampah.

Yang harus diwaspadai adalah sisi gelap transumers, yakni kehidupan keluarga yang bisa jadi kurang harmonis, mengingat setiap anggota keluarga Anda akan memiliki “petualangan”nya sendiri-sendiri. Semuanya berupaya untuk melakukan discovery, entah melalui berselancar di internet, bergaul di BlackBerry, atau melakukan perjalanan. Ini bisa terjadi pada Anda, atau bahkan suami, atau isteri Anda! (Majalah MARKETING)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top