Portal Lengkap Dunia Marketing

Headline

Tetap Menggeber di Full Flavour

gudang garam Gudang Garam menguasai pasar sigaret kretek mesin full flavour. Belum lama, produsen rokok asal Kediri ini meluncurkan produk terbarunya.

Industri rokok kategori sigaret kretek mesin (SKM) atau juga sering disebut full flavour sedang mengalami tantangan berat. Dilihat dari pertumbuhan industri, jenis SKM ini mengalami penurunan terus-menerus setiap tahunnya. Kategori ini turun seiring peningkatan pasar jenis SKM low tar low nicotin (LTLN).

Namun begitu, Gudang Garam tidak menganggap itu sebagai tanda buruk bagi kategori SKM. Terlihat beberapa waktu lalu varian terbaru dari Gudang Garam bermunculan, seperti Surya 12 Premium.

“Surya 12 Premium bukan untuk mengganti Surya 12, tapi lebih sebagai varian baru dan ditujukan untuk menggarap pasar yang sedikit berbeda dari produk yang sudah ada. Di sisi lain, kami tetap optimis bahwa konsumen full flavour tetap bertahan karena sesuai dengan selera perokok Indonesia,” kata Ponky Puranto, Brand Manager Gudang Garam Surya.

Setelah diluncurkan, Surya 12 Premium langsung tancap gas mempromosikan diri. Gaya yang ditempuh ala film action di layar lebar. Karena memang rokok ini ditujukan pada mereka yang suka mengambil tantangan dan risiko, serta berjiwa muda. Sesuai dengan tagline yang diusungnya, “Taklukkan Tantanganmu”.  Kelompok umur yang disasar berkisar antara 20-35 tahun.

Supaya brand association lebih mengena, mereka menggelar kegiatan otomotif bertajuk “Surya 12 Motoriders-Powercross”. Sebuah kegiatan motocross berkelas internasional pertama kali di Indonesia, menampilkan crosser dari berbagai negara, seperti Australia, Thailand, dan lainnya.

Gabungan dari iklan televisi  dan kegiatan below the line ini boleh dibilang sebagai tanda kebangkitan kembali Gudang Garam dalam berkomunikasi. Sebenarnya, sejak dua tahun belakangan ini Gudang Garam mulai aktif lagi melakukan komunikasi ke konsumen. “Sebelum itu bukan berarti tidak melakukan apa-apa, hanya saja sekarang ini mulai lebih dinamis dan berkreasi terus,” lanjutnya.

Dalam hal komunikasi, Surya 12 Premium sengaja langsung digeber di tingkat nasional. Dilihat dari distribusinya, merek ini pun sudah tersebar merata ke seluruh Indonesia. Sebenarnya hal yang sama juga dilakukan pada Surya 12. Namun, penguatan distribusi Surya 12 masih ada di sekitaran Jawa Timur saja. Promosinya pun lebih difokuskan pada kota-kota di wilayah ini.

Untuk Surya 16, selain di Jawa, merek ini juga kuat di wilayah Sumatera dan Indonesia Timur. Penyebaran di dua wilayah ini lebih dari separuh total pasar Surya 16. Segmen yang disasar merek ini adalah pria berusia antara 25-40 tahun dan berdasarkan kelompok ekonominya masuk dalam kategori ABC. Merek ini menyasar pria-pria dewasa yang memiliki “Citra Exlusive”—tagline dari Surya 16.

Komunikasinya pun lebih berbau eksklusif, kosmopolitan, dan aspirasional. Iklan televisi yang ditampilkan belakangan ini adalah tentang pria yang memiliki visi dan mampu membuatnya menjadi kenyataan. “Pria ini mampu mengubah eksklusivitas yang tidak selalu mengacu pada kemewahan, namun juga pada integritas seseorang,” tambah Pongky.

Ponky mengakui bahwa saat ini Gudang Garam belum secara intensif menggunakan teknologi internet untuk melakukan komunikasi ke konsumen. Sarana komunikasi yang dipakai saat ini masih sebatas media konvensional, seperti televisi, media cetak, dan radio. Kini baru Surya 16 yang memiliki situs tersendiri. Dan, saat ini mereka sedang bersiap untuk menggunakan teknologi internet secara lebih maksimal.

Gudang Garam memang pantas untuk percaya diri di kategori SKM full flavour. Lewat dua mereknya, yakni Surya 16 dan Surya 12, mereka menjadi penguasa di kategori ini. Kini, Surya 16 adalah market leader di wilayah Sumatera dan Indonesia Timur, sedangkan Surya 12 adalah jawara di Jawa Timur. Belum lagi, kinerja Gudang Garam International yang juga terbilang bagus di pasaran.

Kesuksesan Gudang Garam juga disebabkan oleh strategi distribusi yang jitu. Fokus distribusi tetap di pasar tradisional, serta jeli melihat kebutuhan pasar pada preferensi merek. Artinya, bila tarikan di suatu daerah adalah Surya 16, maka merek lain tidak di-push ke wilayah itu.

Bahkan, menurut data Top Brand, Gudang Garam International berada di posisi kedua dengan Top Brand Index (TBI) 25,9 persen. Di bawahnya, ada Gudang Garam Surya yang berada di posisi ketiga dengan TBI 22 persen. Posisi nomor satu dipegang oleh Djarum Super dengan TBI 28,2 persen.

PT Gudang Garam Tbk merupakan perusahaan rokok satu-satunya di bursa efek yang sahamnya sampai saat ini masih dimiliki oleh pengusaha lokal.  Laba bersih perseroan meningkat pada kuartal III menjadi Rp 2,47 triliun dari Rp 1,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. (Majalah MARKETING/Ign. Eko Adiwaluyo)

1 Comment

1 Comment

  1. Hariyadi

    8 March, 2011 at 21:22

    Wah ini majalah bagus buat referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top