TECH Siap Menjadi Perusahaan Big Data Enabler

0
620
TECH
Public Expose TECH, perusahaan teknologi informasi di bawah bendera IndoSterling Group

Marketing.co.id – Berita Digital  & Techno | TECH, perusahaan teknologi informasi di bawah bendera IndoSterling Group, memaparkan hasil dan proses transformasi digital, dari penyedia solusi teknologi B2B menjadi perusahaan Big-Data solution melalui basis layanan berbagai komunitas bisnis dan kawasan.

“Berbekal beragam B2B product suites yang kami miliki dan dukungan data yang kami olah saat ini, kami berhasil bertransisi dari penyedia jasa B2B platform menjadi perusahaan big data enabler. Kami akan terus melakukan gagasan inovatif agar dapat tetap menjadi one of the leading technology companies di Indonesia,” tutur Direktur Utama PT IndoSterling Technomedia, Billy Andrian, dalam keterangannya terkait Public Expose yang dilakukan (17/12).

Dijelaskan Billy lebih lanjut, di dalam TECH, bernaung enam perusahan dengan basis bisnis yang saling melengkapi dan terpadu ke arah bisnis big data enabler. Ada enam basis layanan yaitu sistem manajemen pembelajaran, sistem property technology, solusi digital publishing, sistem terpadu untuk sektor konsumen di industri F&B dan beragam industri lainnya, solusi & platform industri keuangan & pasar modal dan platform hyperlocal untuk promosi UMKM.

Edufecta, yang menjadi andalan di komunitas pendidikan, merupakan platform edutech terbesar di Indonesia untuk segmen pendidikan formal. Platform ini sudah digunakan di lebih dari 50 perguruan tinggi, dan penggunaannya sudah lebih dari 200 ribu. Edufecta berhasil membuat jalur baru penilaian akreditasi sebuah perguruan tinggi agar dilakukan lebih cepat dan efektif dengan mengembangkan fitur integrasi data dengan Pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti) yang di dalamnya tersimpan beragam matrik data.

Baca jugaStartup eDutech Leap Raih Pendanaan Seri B Rp245 Miliar

Ke depan, otomatisasi data dikti tersebut akan mengeliminasi kesalahan input dan membuat proses akreditasi yang efisien, efektif dan transparan.

Renofax, produk andalan di segmen property technology merupakan aplikasi terpadu untuk optimalisasi kegiatan pengelolaan rutin gedung secara efisien. Bukan hanya menyasar gedung perkantoran, pusat perbelanjaan seperti mall, dan rumah sakit, tetapi juga dapat digunakan untuk seluruh bisnis yang memiliki cabang atau outlet dengan pengembangan yang dinamis untuk setiap kebutuhan klien secara spesifik.

Pingpoint, produk andalan untuk media online yang sifatnya hiperlocal dan berbasis kawasan telah menjadi penyedia berita bisnis dan peluang usaha yang paling update, yang berada dekat di sekitar masyarakat. Telah hadi di lebih dari 250 kecamatan, Ke depan, PingPoint akan terus merambah ke berbagai daerah cakupan dengan mengutamakan kenyamanan baca baik dari sisi content, ui/ux dan teknologi maupun ketersediaan berita terkini dengan akurat.

TECH
Public Expose TECH, perusahaan teknologi informasi di bawah bendera IndoSterling Group

Kawn, produk Point of sales (POS) yang ditujukan untuk bisnis F&B. Dengan Kawn, bisnis dapat dikendalikan dengan efisien. Selain fitur dasar untuk pembukuan dan pelaporan, Kawn memiliki fitur mutakhir seperti inventori yang dengan batching untuk pengaturan barang dengan tanggal kadaluarsa dan juga untuk proses produksi dengan bill of material. Ke depan, Kawn juga berintegrasi dengan platform ERP dan accounting dan mematangkan sistem loyalty dan gamifications maupun kolaborasi dengan beragam sistem pendukung seperti logistics, HR, cloud kitchen dan payment system.

Baca juga: Bayarind Tingkatkan Bisnis dengan POS System

Program terbaru TECH berbentuk dukungan kepada generasi muda di tengah era pandemi COVID-19. Misi hasTECH adalah terciptanya kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui program inkubasi dalam mendukung the next generation of entrepreneurs di tanah air. Beragam program didalamnya seperti internship, career pipeline, hasTECH LAB, dan beragam program lainnya.

Billy memaparkan, dalam program inkubasi entrepreneur hasTECH, TECH memberikan kesempatan interaksi dan praktek langsung dalam memformulasikan business model dari sebuah business idea menjadi sebuah product roadmap dengan business projection yang realistic dan high visible. Sehingga tercipta Minimum Viable Product (MVP) sampai kepada eksekusi dari go to market strategy-nya dengan sales & marketing strategy yang mumpuni.

Terakhir, Billy memaparkan visi ke depan TECH dalam sustainable environmental measure yang bukan hanya peduli terhadap profit tetapi juga planet dan lingkungan.  Di tahun ini, Perseroan bertekad menjadi salah satu pionir dalam memulai gerakan sustainability measure untuk mencapai zero net emisi karbon.

“Kami telah melakukan tracking pengukuran internal emisi karbon TECH, berdasarkan data per November 2021, sejumlah 64 metrik ton. Secara eksternal, seluruh business model TECH akan diarahkan memfasilitasi korporasi di Indonesia dengan solusi digital yang mampu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh klien kami,” tutup Billy.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Bisnis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here