Portal Lengkap Dunia Marketing

Headline

Susu Bernutrisi Harga Terjangkau

DSC07328webNestle serius menggarap pasar menengah ke bawah dalam kategori susu pertumbuhan anak. Dengan Dancow Batita, mereka mampu menjadi pemimpin pasar.

Pasar susu anak di Indonesia masih sangat besar potensinya. Mengingat, tingkat konsumsi susu masyarakat kita belum terlalu tinggi, masih jauh di bawah negara-negara lain, bahkan di kawasan Asia pun termasuk rendah. Ketertinggalan ini menyeluruh di semua kategori umur. Mulai dari susu untuk bayi, anak, hingga dewasa, masih belum ada yang menonjol dalam tingkat konsumsinya.

Memang setiap tahun pertumbuhan konsumsi susu di negara ini naik sekitar 10 persen, namun tetap saja belum mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain. Sekarang ini, konsumsi susu kita hanya sekitar 9 liter per kapita. Bandingkan dengan India 75 liter, Singapura 32 liter, Malaysia 25,4 liter, China 20 liter, Filipina 11,3 liter, Vietnam 10,7 liter, bahkan angka konsumsi susu Kamboja 12,5 liter per kapita.

Kondisi di atas tentunya tidak didiamkan begitu saja oleh para produsen susu. Mereka semakin giat melakukan penetrasi pasar dan tak pernah berhenti mengampanyekan produk-produk andalannya.

Nestle adalah salah satu produsen susu olahan yang menyatakan bahwa komitmen mereka mengembangkan industri ini tidaklah main-main. Melalui merek Dancow yang dijadikan andalan, Nestle telah membuktikan diri sebagai jawara yang belum terkalahkan. Hingga sekarang, merek ini masih menjadi market leader. Perolehan market share Dancow sekitar 48,1 persen.

Belakangan ini, Dancow mulai menggarap pasar anak-anak dengan produk yang terjangkau harganya. Salah satunya adalah Dancow Batita, diluncurkan pada tahun 2008 untuk anak yang menginjak usia satu tahun.

“Kami melihat peluang bagi Nestle Dancow sebagai market leader untuk memperluas pasar susu pertumbuhan, yang kelak juga akan berdampak positif pada Nestle Dancow sendiri. Ide ini muncul pada tahun 2007 saat Nestle menyadari banyaknya konsumen yang berhenti minum susu pada usia 1-3 tahun. Padahal, usia ini adalah periode emas pertumbuhan anak,” kata Rully Gumilar, Category Marketing Manager, Growing Up Milks – Dairy Business Unit, Nestle Indonesia.

Rully menambahkan, Dancow tidak gentar meski persaingan di kategori susu untuk pertumbuhan anak usia 1-3 tahun cukup ketat. Hampir dua lusin merek bersaing di kategori tersebut. Berbagai produsen menggarap pasar ini, misalnya Frisian Flag yang mengeluarkan Bendera 123 dan Bendera 456. Kemudian, Sari Husada yang menerbitkan SGM 2 (follow on), SGM 3 (1-4 tahun), dan SGM 4 (4 tahun ke atas).

Respons pasar sejak produk ini diluncurkan sangat positif karena rasanya yang sangat mudah diterima oleh anak. Berdasarkan kandungan nutrisinya, Dancow Batita sangat baik, bahkan superior dibandingkan produk lain yang harganya sama.

Dancow Batita dalam menembus pasar ini tidak saja berbekal nama besar Dancow, tapi juga menjalankan strategi harga dan kampanye yang tepat. Merek ini diposisikan sebagai pilihan susu pertumbuhan yang tepat dalam mendukung pertumbuhan fisik dan otak yang sangat pesat di usia 1-3 tahun. Dancow Batita dibalut dengan rasa yang lezat dan madu alami. Soal harga, produk ini sangat kompetitif dibanding yang lainnya.

“Dengan harga yang sangat terjangkau dibanding merek-merek lainnya, Dancow Batita memang ditujukan untuk segmen konsumen kelas ekonomi menengah ke bawah, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi anak-anaknya dengan produk susu yang berkualitas keluaran Nestle,” jelas Rully.

Mengusung tagline “Pilihan nutrisi tepat masuki usia 1”, Dancow Batita memfokuskan komunikasi produk kepada para ibu. Menurut Rully, yang dikomunikasikan adalah informasi seputar nutrisi dan bagaimana Dancow Batita mampu menjawab kebutuhan para ibu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bagi anak-anaknya selama periode emas pertumbuhan.

Salah satu cara jitu dalam melakukan program komunikasi yang dimaksud adalah melakukan roadshow ke posyandu-posyandu. Kegiatan ini dinamai “Tumbuh Aktif Tanggap”, menyasar para ibu dari kalangan menengah ke bawah. Kepada mereka diberikan informasi mengenai pentingnya asupan nutrisi untuk anak. Program ini diselenggarakan di wilayah Jawa dan Sumatera, dan mencakup sekitar 330 posyandu. “Kami juga melakukan banyak kegiatan sampling agar calon konsumen dapat mencoba produk kami,” tambah Rully.

Sebagai merek terbaru keluaran Nestle, diharapkan Dancow Batita dapat bertahan dan tumbuh di tengah persaingan yang sangat ketat di pasar susu pertumbuhan Indonesia. Nestle juga membanjiri pasar dengan berbagai varian lain untuk bermacam segmentasi umur, yaitu, Dancow 1+, Dancow 3+, dan Dancow 5+. Di luar itu, masih terdapat varian Dancow berdasarkan rasa.

“Pasar susu pertumbuhan tidak terbatas di salah satu segmentasi saja. Jadi, kami memberikan produk ke pasar sesuai consumer insight yang kami dapatkan,” jelas Rully.

Penjualan Dancow Batita menyebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia. Mengingat segmen yang dituju adalah kelas menengah ke bawah, boleh dibilang pendistribusiannya banyak dilakukan di pasar tradisional. (Majalah MARKETING/Ign. Eko Adiwaluyo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top