Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia UKM

Strategi Membangun Merek, Word of Mouth

membangun merek dengan word of mouthPerlu Anda ketahui, word of mouth adalah metode pemasaran terbesar dan termurah. Coba lihat bagaimana merek-merek UKM seperti Babarafi dan Maicih membangun merek hingga populer di kalangan masyarakat. Ya, salah satu metode pemasaran yang mereka gunakan adalah word of mouth.

Sebenarnya, ada dua faktor kunci agar strategi word of mouth Anda meledak. Pertama adalah antusiasme, dan yang kedua kemampuan untuk disukai.

Antusiasme

Jangan langsung memaksa para pelanggan untuk tertarik dan menjadi antusias dengan merek Anda jika Anda sendiri tidak antusias atau bahkan merasa malas dengan produk sendiri. Yakinkan dulu diri Anda, bahwa apa yang Anda jual benar-benar produk terbaik dengan layanan yang baik pula. Ingat, bukan hanya sekadar berpikir untuk menjadi yang terbaik atau mengatakan produk terbaik, tapi harus yakin.

Steve Jobs pernah mengatakan, “Kami percaya, orang-orang dengan gairah, bisa mengubah dunia menjadi lebih baik… dan orang-orang yang cukup gila untuk berpikir bahwa mereka bisa mengubah dunia, mereka benar-benar melakukannya.”

Jadi mulailah untuk meyakini diri sendiri bahwa produk Anda adalah yang terbaik. Setelah itu, gunakan rasa antusiasme Anda terhadap produk untuk memperkenalkan hebatnya produk Anda. Pemberian sugesti seperti ini sangat penting untuk membangun merek.

Kemampuan untuk disukai

Awalnya mungkin publik tidak tahu tentang produk Anda, tapi karena Anda bercerita dengan sangat antusias, lama kelamaan mereka jadi penasaran lalu mencoba. Dan karena produk Anda dibuat untuk menjadi yang terbaik, pelanggan pun tidak kecewa bahkan ikut merekomendasikannya. Inilah cara membangun merek dengan metode word of mouth.

Namun untuk menjadi produk yang disukai, Anda harus memiliki kualitas produk, layanan, dan mampu menyuguhkan hal yang belum pernah ditawarkan kompetitor. Sekarang kita balik lagi ke Babarafi dan Maicih, bagaimana mereka mulai membangun merek.

Babarafi hanya mulai dari kota sang pemilik, Surabaya. Setelah itu barulah berekspansi ke berbagai penjuru kota lain karena banyak yang menyukai dan membicarakan kebab buatan Babarafi.

Sementara Maicih, si pemilik sengaja membuat produknya eksklusif. Yaitu dengan gencar memberitakan merek serta produknya di dunia maya, yaitu Twitter. Karena penasaran, akhirnya banyak yang mencari tahu di mana agen-agennya ‘gentayangan’. Hingga akhirnya, kepopuleran Maicih pun kian merebak.

Terkesan sangat mudah memang, namun terkadang, hal-hal yang baik justru jarang diutarakan, berbeda dengan hal-hal buruk. Jika begitu, Anda bisa meminta testimoni kepada para pelanggan secara suka rela sebagai pancingan di website. Atau memberikan berbagai pertanyaan lewat media sosial, tujuannya agar dijawab oleh pelanggan produk Anda.

 

Sumber: Entrepreneur | Foto: Cu Insight

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top