Portal Lengkap Dunia Marketing

MARKETING

Strategi Marketing untuk Membangun Bisnis dan Cara Melakukannya

strategi adaptasi new normalMarketing.co.id – Berita Marketing | Membangun bisnis adalah impian banyak orang. Aktivitas marketing atau pemasaran juga lekat dengan bisnis apapun yang sedang dibangun.

Baca Juga: Menguak 4 Strategi Marketing di Tengah Resesi Ekonomi

Layaknya bisnis konvensional, startup atau perusahaan rintisan juga membutuhkan strategi marketing yang solid nan efektif, yang harus sesuai dengan karaketistik bisnis yang ingin dibangun.

Baca Juga: 9 Hal Penting untuk Strategi Marketing yang Efektif

Topik tersebut dibahas dalam webinar “Integrated Marketing Platform & Strategy” yang diselenggarakan Diplomat Success Challenge (DSC), salah satu kompetisi wirausaha terbesar di Indonesia pada Rabu (9/9) lalu.

Baca Juga: Cara Revitalisasi Strategi Marketing Agar Tak Basi!

Webinar ini menghadirkan pembicara Gibran Huzaifah, CEO eFishery, dan Danu Sofwan, CEO Radja Cendol serta testimony dari CEO Sirtanio, Ahmed Tessario. Berikut 4 strategi marketing terintegrasi dan cara melakukannya:

  1. Sesuaikan Strategi Pemasaran dengan Segmentasi Target Pasar (Customer Management)

Teori marketing yang ada saat ini sangat beragam, sehingga kadang cukup membingungkan para pemula dalam mendirikan bisnis. Bagi Gibran Huzaifah, saat mendirikan eFishery walaupun ia merasa cukup dibekali dengan teori-teori marketing dan pengalaman pada bisnis sebelumnya, namun kenyataan yang dihadapinya di lapangan sedikit berbeda.

Pada awalnya, eFishery merupakan startup penyedia alat pintar dengan teknologi IoT (internet of things) untuk memberi pakan pada ikan. Target pasarnya adalah pemilik usaha budidaya ikan yang sangat niche dan terbatas, sehingga Gibran memutuskan untuk mendekati target market satu per satu, dan mendemokan eFishery Feeder secara langsung.

Keteguhan Gibran dalam menghampiri target pasarnya ini pun ia simpulkan bahwa ‘marketing is anything that works effectively to drive people to buy your product’. Langkah selanjutnya, ia pun mendekatkan diri dan fokus membangun relasi dengan calon pelanggan (customer management). Gibran merekrut banyak penjual pakan ternak di area sekitar untuk menjadi tenaga sales-nya untuk memastikan para sales memiliki kedekatan secara emosional dan wawasan dengan target pasarnya.

“Identifikasi segmen pasar kita. Siapa yang paling mungkin untuk membeli produk kita? Bedah profil customer, areanya, behavior sampai ke permasalahan yang dihadapinya,” ungkap Gibran.

  1. Scale-up Produk, Berikan Sentuhan Personal ke Strategi Marketing

Pengembangan dari sisi produk (product management) juga tidak kalah penting. Setidaknya, ada 3 faktor yang menjadi dasar Radja Cendol mengembangkan produk. Pertama, produk harus extraordinary di mana Radja Cendol saat itu sebagai pelopor minuman cendol susu yang belum banyak ada di pasaran, bahkan melawan arus tren pasar yang lebih menggemari minuman berbahan dasar bubble.

Kedua, tentukan USP (unique selling proposition) dari produk yang bukan hanya sekadar unik, tapi juga punya jual. Ketiga adalah adanya unsur history dengan memasukkan cerita dari nilai produk sehingga pelanggan dapat melihat nyawa brand kita di setiap produk.

“Pastikan nilai produk bisa memberikan customer experience yang positif agar secara otomatis dipromosikan dari mulut ke mulut (words of mouth). Bangun positioning yang tepat. Tanyakan ke diri sendiri dan tim, ingin dikenal sebagai apa bisnis Anda di mata konsumen,” ujar Danu.

Untuk mengembangkan produk kuliner seperti Radja Cendol, Danu juga memastikan jika produknya sesuai dengan selera masyarakat di daerah / kota yang ingin ia tuju dengan cara blind testing serta kuesioner. Selain itu, walaupun Radja Cendol bermula dari kios kecil, Danu memastikan bahwa seluruh pegawainya memiliki SOP dan KPI yang ketat, agar kualitas yang disampaikan kepada konsumen dapat terjaga.

  1. Publikasi, Promosi dan Branding Management

Berbeda dengan Radja Cendol yang melakukan promosi secara digital dengan media sosial, eFishery justru melakukan promosi hanya di titik-titik di mana karakteristik konsumen berada, yaitu di toko pakan ikan. eFishery juga sering mengadakan sarasehan untuk membentuk komunitas dengan menghadirkan pembicara yang sesuai dengan karakteristik bisnis.

Baik Radja Cendol dan eFishery keduanya menggunakan platform publikasi media massa yang sedikit berbeda. eFishery fokus pada media hyperlocal, dengan cakupan media daerah yang terbatas namun efektif sesuai dengan apa yang dikonsumsi pelanggannya. Sedangkan Radja Cendol menggunakan publikasi yang lebih masif dengan media lokal dan nasional.

Menariknya, branding eFishery justru dilakukan setelah bisnisnya cukup mapan dengan basis pelanggan yang sudah cukup besar. Kini eFishery telah berkembang menjadi perusahaan terintegrasi yang menjadi rantai pasok industri akuakultur dari hulu ke hilir (aquaculture intelligence company).

  1. Strategi untuk Memperluas Jaringan

Menurut Ahmed, definisi BISNIS adalah Based on Science, Innovative, Strategic, Nomina, Information & Technology, dan Search the Network.

Jadi, bisnis itu harus dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan, harus inovatif, strategis, memanfaatkan teknologi dan informasi, dan jangan lupa cari serta bangun relasi melalui jaringan wirausaha. Melalui Diplomat Success Challenge misalnya, selain berkesempatan mendapatkan hibah modal usaha senilai 2 miliar rupiah, para peserta juga akan dapat bergabung dengan Diplomat Entrepreneur Network di mana para wirausaha dapat memperluas relasi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman sesama pelaku usaha.

Ahmed mengikuti DSC pada tahun 2013 dengan bisnisnya, Sirtanio, yaitu perusahaan yang menyediakan sistem pertanian terintegrasi untuk membantu petani memanen beras organik bersertifikasi. Bantuan diberikan dalam bentuk pinjaman (pupuk, benih, tenaga kerja), di mana petani akan dikontrak selama 3 musim untuk mengikuti program, dan nanti hasil taninya akan dibeli 30% lebih tinggi dari harga pasar.

Kini Sirtanio telah berkolaborasi dengan lebih dari 2.000 jaringan petani, 440 hektar lahan di 6 distrik di Jawa Timur, 14 distributor dan lebih dari 200 reseller, serta produk yang didistribusikan ke 27 distrik di Indonesia, bahkan diekspor hingga Itali dan Afrika Selatan.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top