Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Digital

Strategi Pandemi Dengan Optimalkan Kanal Digital

Ganesha Operation, Ganesha, Bimbingan belajar, education course, Bob Foster Ganesha Operation

Bob Foster, Direktur Utama Ganesha Operation. Foto: Istimewa

Marketing.co,id – Pandemi Covid-19 masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir, dan kita kembali menjalani kehidupan normal. Dunia bisnis jelas terdampak dari kondisi tersebut. Bahkan beberapa sektor mendapat pukulan hebat, seperti pariwisata, hotel, restoran, kafe, dan sektor ritel non-makanan seperti pakaian dan fashion.

Sektor lain bukan berarti aman-aman saja. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan physical distancing telah mengubah cara perusahaan atau merek berinteraksi atau melayani pelanggan. Banyak perusahaan yang menerapkan protokol berbeda dibandingkan masa-masa normal, seperti menghilangkan kontak langsung dengan konsumen dan menutup kantor atau cabang pelayanan.

Para pemimpin perusahaan harus mencari, menyusun strategi baru, atau memformulasikan kembali perusahaan atau merek mereka agar tetap survive di masa pandemi atau bahkan mampu bangkit kembali pasca pandemi.

Bagi bimbingan belajar Ganesha Operation sejauh ini pandemi juga sedikit banyak memberi dampak terhadap perusahaan, walaupun diakui CEO Ganesha Operation, Bob Foster, tidak begitu signifikan.

Pandemi Covid-19 tentu sedikit banyak berdampak, tetapi tidak begitu signifikan karena sebelumnya kami sudah mengembangkan pembelajaran secara online melalui GO Kreasi, sehingga siswa masih bisa tetap belajar dengan menggunakan teknologi pembelajaran yang sudah kami kembangkan, seperti; berlatih soal, melihat video pembelajaran, serta siswa juga dapat mengikuti tryout secara online,” ungkap Bob.

Peluang dan tantangan inovasi digital

Pandemi ini menjadi peluang dan tantangan bagi Ganesha Operation untuk lebih mengembangkan pembelajaran online dengan menambah fitur-fitur yang dibutuhkan oleh siswa serta tetap berinovasi untuk pembelajaran yang lebih baik dan nyaman.

Strategi pelayanan yang dikembangkan bervariasi dengan memberikan pembelajaran secara online melalui GO Kreasi, beberapa juga dengan memanfaatkan media interaktif melalui zoom, Google Meet, Webex, Live IG, dll. Di samping itu, Ganesha Operation membentuk Group Chat dengan siswa dengan media bervariasi seperti; wa, Line, Telegram, dan kanal lainnya.

Tak hanya dari sisi pelayanan pelanggan, penerapan PSBB dan social distancing turut berdampak terhadap upaya marketing, sehingga mendorong perusahaan untuk lebih mengoptimalkan kanal digital.

“Kami sudah 36 tahun sangat berpengalaman di dunia pendidikan tahu dan paham bagaimana mengantisipasi kondisi sesulit apapun, sejak 5 tahun yang lalu sudah mengembangkan pembelajaran online sebagai tambahan untuk bimbel tatap muka,” jelas Bob.

“Tentu pada kondisi seperti saat ini, GO lebih banyak memanfaatkan digital marketing untuk berpromosi dan membangun brand,” lanjutnya.

Melalui kanal media sosial Instagram, Facebook, YouTube, Group Chat siswa dan orang tua serta memanfaatkan jaringan karyawan, Ganesha Operation memberikan informasi terbaru terkait kebijakan baru pemerintah di bidang pendidikan.

Informasi perubahan tes masuk perguruan tinggi, perubahan materi tes dan lain-lainnya diberikan kepada para konsumen dengan harapan mereka dapat merasakan bahwa Ganesha Operation bisa menjadi solusi dalam permasalahan belajar. Selama pandemi ini Ganesha Operation juga memberikan discount khusus bagi tenaga medis yang berjuang di garda terdepan melawan Covid-19.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pandemi

Apapun bidang bisnisnya, kemampuan untuk merespon perubahan keadaan sangatlah penting agar bisnis dapat bertahan.

“Kita harus cepat tanggap dan mengantisipasi adanya turbulensi keadaan. Begitu muncul pandemi Covid-19, GO langsung melakukan percepatan dalam perubahan-perubahan untuk merespons keadaan,” ujar Bob.

“Apapun bidang usahanya harus menerapkan dunia digital karena bisnis yang tetap hanya menggunakan metode tradisional dan manual, lambat laun akan tertinggal,” lanjutnya.

Go digital menjadi sebuah kebutuhan bagi bisnis di era industri 4.0. Adanya pandemi semakin membuat kebutuhan tersebut menjadi sebuah urgensi.

Meskipun inovasi digital menjadi sebuah urgensi, namun Bob meyakini bahwa bimbingan belajar dengan bertatap muka masih dibutuhkan.

“Di Era digital seperti sekarang ini, memanfaatkan digital sudah merupakan keharusan mengikuti perkembangan zaman. Apalagi generasi sekarang generasi milenial yang sangat akrab dengan dunia digital,” jelasnya.

“Meskipun demikian, GO tidak akan meninggalkan bimbingan belajar tatap muka (offline) karena faktanya, mayoritas manusia tetap membutuhkannya. Dengan demikian perlu digabungkan bimbingan belajar tatap muka (offline) dengan daring (online),” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top