Strategi Brand Mencari Model dengan Menggunakan Billboard

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Marketing.co.id – Berita Marketing | Baru-baru ini, billboard atau papan iklan putih polos dengan gambar botol air mineral membuat heboh se-Jakarta. Penyebabnya, brand pengiklannya membutuhkan bantuan mencari model untuk mengisi ruang kosong iklan luar ruangannya tersebut. Perusahaan yang memasang billboard di jalan utama Jakarta itu seolah menggambarkan sulitnya mencari model untuk mengisi ruang iklan luar ruangnya yang kosong. Iklan billboard itu memberikan gambaran kalau brand di iklannya meminta bantuan ke setiap pengendara yang lewat untuk mereferensikan calon modelnya ke website aerputh.id dengan tagline #LakuinBareng.

Cara perusahaan itu minta bantuan cari model via billboard bisa dibilang pertama kalinya terjadi di Indonesia. Ditambah, tagline #LakuinBareng makin mendukung aktivitas pengendara yang lewat untuk ikut mereferensikan calon model ke perusahaan terkait sebagai upaya melakukannya bersama-sama.

Strategi mencari model dengan menggunakan medium billboard di daerah Jakarta bisa dibilang langkah yang out of the box dan tepat. Soalnya, jika melihat pertumbuhan kendaraan berpenumpang di Jakarta menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terus mengalami kenaikan yang konsisten. Sampai 2022, jumlah kendaraan berpenumpang di Jakarta tumbuh sebesar 6,32% menjadi  3,76 juta kendaraan. Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan dengan periode 2021 yang cuma tumbuh 5%.

Audiens yang berpotensi melihat iklan itu pun bukan cuma yang sekadar punya kendaraan, tapi juga pengguna kendaraan ojek online hingga taksi online, serta transportasi umum yang melewati area billboard tersebut.

Dengan tingkat impresi yang sangat tinggi, brand tersebut berpotensi mendapatkan talent yang unik. Penyebabnya, strategi minta bantuan cari model itu bisa menggerakkan hati setiap orang yang lewat untuk mendaftarkan diri sebagai model dalam billboard besar tersebut.

Keberadaan billboard itu pun memicu perdebatan di jagat media sosial. Perdebatannya terkait, mempertanyakan kenapa dari ratusan juta masyarakat Indonesia, bisa-bisanya perusahaan itu kesulitan mencari model. Lalu, ada juga yang justru tertarik untuk ikut sayembara model billboard tersebut.

Persepsi masyarakat tentang menjadi model kerap terlalu kaku, seperti harus ganteng, cantik, hingga punya tinggi dan berat badan dalam ukuran tertentu. Hal itu wajar karena mayoritas model saat adalah yang tampil dengan syarat dan ketentuan tersebut.

Namun, perkembangan zaman mengubah pola pandang tentang model. Terkadang, model tidak harus cantik atau ganteng yang umum, bahkan tidak perlu memiliki tinggi dan berat badan khusus. Hal terpenting dalam menjadi model adalah penampilan yang memiliki value serta percaya diri.

Ingat dengan fenomena Citayam Fashion Week? bagaimana kekuatan viralnya para pemuda-pemudi Citayam yang berjalan di jalanan bak seperti lagi di catwalk. Tidak ada yang mempermasalahkan cantik atau gantengnya, maupun tinggi dan berat badan mereka. Semua orang justru ingin ke sana, melihat langsung, bahkan hingga berpartisipasi.

Dari para pemuda-pemudi Citayam pun tidak mempermasalahkan jika ada kritik. Mereka benar-benar menjadi diri sendiri dan percaya diri. Untuk membangun kepercayaan diri itu, seorang model bisa terus berlatih di depan kamera hingga percaya diri dan menemukan value dalam dirinya.

Jika persiapan sudah matang, salah satu cara menjadi model adalah mengikuti casting-call atau sering juga disebut go-see yang sifatnya terbuka. Salah satu contoh go-see adalah ajakan menjadi model via billboard yang jadi perbincangan banyak netizen tersebut. Namun, banyak yang tertarik jadi model billboard itu pun penasaran, sebenarnya siapa brand yang mencari model ini? setidaknya jika mengetahui siapa brand-nya bisa menyiapkan gaya yang sesuai.

Netizen di Indonesia bisa dibilang salah satu yang paling jago jika menyelidiki sebuah tren. Salah satunya, tren Billboard yang mencari model untuk iklannya tersebut. Dimulai dari postingan yang penasaran dengan maksud dari billboard tersebut, sampai mengungkapkan siapa brand yang berada di balik iklan besar di jalanan tersebut.

Salah satu netizen pun membuka website aerputh.id yang tertulis di billboard tersebut. Ternyata, di balik billboard itu ada sebuah brand air mineral bernama Aerputh. Jika ditelisik lebih jauh, ternyata Aerputh bukan brand air mineral sembarangan. Jadi, Aerputh ini bukan sekadar jualan air mineral, tapi juga mendukung calon pengusaha untuk meraih sukses dalam merintis bisnisnya.

Aerputh mendukung para calon pengusaha dengan tiga cara, yakni pertama, Kita-kita Juga, sebuah program yang mendukung calon pengusaha yang mau merintis bisnis dengan menjadikan produk Aerputh sebagai produk pertamanya. Kedua, Serunya Sama-sama, program mengajak meet up dengan para calon pengusaha untuk saling mendukung dan memberikan saran. Ketiga, Segarnya Terasa, produk air mineral kemasan yang berkualitas dikemas dengan proses yang higienis sehingga setiap konsumen bisa merasakan kesegarannya. Dengan tiga cara itu, Aerputh akan membangun sebuah ekosistem untuk para calon pengusaha untuk merintis bisnisnya agar terus berkembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here