Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

Stiletto Networking: Persahabatan Terselubung Para Pebisnis Wanita

Stiletto NetworkingBagi kebanyakan dari kita, kata ‘networking’ atau ‘jaringan’ digambarkan seperti orang-orang yang berkumpul di ruang konferensi, formal, menggunakan label nama, berbincang kecil, dan bertukar kartu nama.

Tapi, gambaran tersebut sangat jauh berbeda dengan stiletto networking, yaitu istilah yang digunakan oleh Pamela Ryckman – penulis buku Stiletto Network: Inside the Women’s Power Circles That Are Changing the Face of Business – untuk menggambarkan jaringan para wanita pebisnis.

Stiletto network jauh dari kesan formal dan kaku, walaupun pada awalnya terbentuk karena kepentingan bisnis. Ryckman menemukan bahwa meskipun jaringan seperti ini diisi oleh para wanita pebisnis super dari berbagai perusahaan besar – eBay, Amazon, Verisign, dan sebagainya – namun, mereka seperti halnya para wanita yang sedang berkumpul dengan sesama.

Tampil dengan gaun dan sepatu cantik saat berkumpul jauh dari kesan kaku, mereka tak hanya membahas masalah bisnis. Mereka juga kerap membahas masalah pribadi seperti masalah anak dan sebagainya. Bahkan mereka juga mengundang satu sama lain ke acara keluarga seperti makan malam dan baby shower.

Mereka pun memberikan nama untuk jaringan mereka seperti SLUTS (Successful Ladies Under Tremendous Stress), Chicks in Charge, Power Bitches, Brazen Hussies. Nama-nama tersebut memang seksis, tapi mereka punya selera humor yang bagus dan mereka menghabiskan waktu untuk tertawa bersama.

Apakah mungkin memasukkan pria dalam jaringan ini? Beberapa para wanita di jaringan ini sering kali melemparkan pembicaraaan lucu mengenai hal ini. Bisa saja mereka memasukkan pria, karena bagaimanapun pria mayoritas berada di posisi powerful.

Namun tak semua jaringan merasa mendapatkan manfaat lebih dengan adanya pria. Para wanita di jaringan ini lebih santai dan terbuka dalam mengekspresikan feminitas mereka. Dan pada akhirnya mereka hanya perlu menghabiskan banyak waktu hanya bersama sesama wanita untuk memperkuat ikatan.

Ketika berbicara tentang besar transaksi yang dihasilkan dari jaringan ini, Ryckman mendapatkan jawaban mengejutkan. Para wanita tersebut mengakui bahwa mereka melakukan ini karena mereka peduli satu sama lain, bukan semata kepentingan bisnis.

Meskipun tak ada aturan keras, namun Ryckman menemukan bahwa stiletto networking yang sukses memiliki kesamaan di antara para anggotanya, yaitu mereka pengguna teknologi, mereka berbisnis juga dengan para pria, mereka mengajukan penawaran dan permintaan yang sistematis, dan mereka senang berbagi pengalaman.

Pada akhirnya stiletto networking merupakan jaringan persahabatan para wanita pebisnis yang terselubungi oleh kepentingan bisnis.

 

Sumber: Forbes

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top