Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia UKM

Smitten by Pattern Raih Pendapatan Hingga 10 Kali Lipat

Marketing – Berdasarkan riset UI 2019, ada 6,4 juta masyarakat Indonesia yang memulai dan mengembangkan bisnis bersama Tokopedia. Bahkan 96% tersebar di Indonesia, dimana 86,5% diantara mereka adalah pengusaha baru sekaligus berjuang membangun brand. Salah diantara yang memanfaatkan pengembangan bisnis melalui e-commerce adalah Laras Anggraini melalui brand Smitten by Pattern.

Memulai bisnis sejak tahun 2017 bersama sahabat – Ella, menjadikan Laras kian mantap memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur. Terlebih ketika bergabung dengan Tokopedia setahun lalu, dia menambahkan, bahwa Smitten by Pattern mengalami pertumbuhan penjualan yang signifikan. Tak hanya berdampak pada kemajuan bisnis, tapi juga mampu membuka market baru.

“Bisa dikatakan, segmen Smitten by Pattern terbilang niche, bahkan segmented hanya di kalangan tertentu saja. Namun, ketika bergabung dengan Tokopedia, brand awareness masyarakat terhadap brand Smitten by Pattern meningkat. Hasilnya, selain dikenal oleh masyarakat luas juga memperluas jalur pemasaran, tak hanya menjangkau Jabodetabek tapi hingga seluruh wilayah di Indonesia,” kata Laras dalam diskusi publik bertajuk ‘Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia’.

Tentunya, dia menambahkan, dengan dorongan kemudahan akses distribusi yang mumpuni dari Tokopedia, Smitten by Pattern mampu meningkatkan pendapatan hingga 100% hingga 200%. Bahkan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan saat ini meningkat sebanyak 6-10 kali lipat.

“Kini, Smitten by Pattern banyak diminati oleh semua kalangan, selain mereka yang memang membeli karena memahami produk fashion tapi juga menarik konsumen yang ingin memberikan hadiah kepada orang lain,” kata dia.

Smitten by Pattern yang bergerak di bidang desain dan fashion ini, tak hanya memproduksi desain kain, tetapi juga merambah ke produksi scraf, pakaian, hingga tas. Adapun bisnis yang dibangun oleh dua orang awalnya, kini mampu menarik karyawan dengan latar belakang yang beragam. “Sekarang, kami memiliki kantor dan bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Selain itu, sistem pekerjaan pun bersifat fleksibel karena memang sebagian besar dilakukan secara online,” ujar dia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top