Portal Lengkap Dunia Marketing

Headline

Sentuhan Superpremium

LEVI'SGerai teranyar Levi’s hadir dengan konsep superpremium. Selain produk berkualitas tinggi, gerai ini menyuguhkan kenyamanan berbelanja bercita rasa eksklusif.

Pasar premium meski terbatas tetaplah menjanjikan. Apalagi untuk kalangan urban megapolitan seperti Jakarta yang gandrung dengan mode. Karena itu, Levi’s membuka gerai terbarunya di Plaza Senayan, Jakarta, pada pengujung tahun lalu. Berbeda dengan gerai-gerai Levi’s sebelumnya, gerai ini mengusung konsep superpremium. Bila bertandang ke sana, Anda akan menemukan kesan elegan, trendi, sekaligus modis. Gerai ini mengambil inspirasi dari desain gerai Levi’s internasional.

“Kesan superpremiumnya tercermin kuat pada pintu masuk yang berwarna hitam mengkilap, fotografi yang bergaya, ornamen kontemporer, dan tata letak produk yang menarik. Desain minimalis ini dipadu dengan dinding marmer warna keabuan dan sentuhan hangat kayu-kayuan,” ungkap Fadly Ramdhani, Consumer Coordinator PT Levi’s Indonesia.

Gerai seluas 203 m² itu dibagi menjadi tiga area. Area Levi’s Premium digunakan untuk  memajang koleksi busana superpremium. Di sini, Anda bisa menemukan koleksi Levi’s dari Eropa dan Jepang, seperti Levi’s Blue, Levi’s Vintage Clothing, dan Levi’s Red Tab dari seri kolaborasi desainer dunia. Jumlah koleksi itu pun terbatas. Area Men’s Product menyuguhkah busana laki-laki seperti Levi’s 501 yang mencerminkan kombinasi antara unsur warisan dan keabadian. Satu lagi, area Women’s Product yang menghadirkan produk unggulan, seperti Levi’s Red Tab dan Levi’s Ladies Style.

“Dengan pembagian zona tersebut, para pecinta Levi’s akan lebih mudah menemukan produk yang sesuai selera mereka. Ritel ini menjanjikan kepuasan bagi setiap orang yang ingin bergaya dalam segala kesempatan. Koleksi superpremium sengaja dihadirkan demi memberi kepuasan yang lebih,” kata Fadly.

Bagi produk premium, pilihan tempat tak boleh sembarangan. Plaza Senayan dipilih lantaran lokasi itu dianggap strategis dan padat pengunjung dari pangsa pasar yang sesuai dengan target konsumen Levi’s—kelas sosial ekonomi B ke atas dan menghargai fesyen. “Produk Levi’s tak lain diperuntukan bagi pecinta jins yang trendi, modis, dan mencari gaya denimwear dari merek ternama khususnya dari kelas atas. Jakarta dipilih karena identitasnya sebagai kota pusat mode,” tandasnya.

Dalam mengedukasi pasar, Levi’s terkenal dengan kampanyenya yang bersifat emosional. Levi’s mengajak pecintanya terlibat langsung dalam program Levi’s Brand Personality yang mengusung tema percaya diri, jiwa muda, berpikir bebas, dan seksi. Contohnya, saat Levi’s mengampanyekan Levi’s 501 tahun lalu, Levi’s mengusung tema besar “What do You Want to Unbutton”.

“Arti unbutton di sini tak lain adalah membuka diri. Kami mengajak mereka berinteraksi dengan berbagai pernyataan yang menggelitik pemikiran mereka. Kami mengundang mereka memberi testimoni. Testimoni terbaik akan diterbitkan dalam advertorial Levi’s di media nasional,” imbuh Fadly.

Untuk menggaet pembeli, Levi’s menggelar program hadiah khusus bagi pelanggan yang memberi referensi pada orang lain untuk menjajal produk barunya. Levi’s pun menggelar program “Share and Save”—program sosial di mana pelanggan bisa menukarkan celana jins lamanya yang masih layak pakai dengan voucher potongan Rp 200 ribu untuk setiap pembelian celana Levi’s dengan harga di atas Rp 500 ribu.

“Animo masyarakat cukup tinggi. Program yang digelar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan itu berhasil mengumpulkan 8.000 celana bekas layak pakai. Celana ini langsung disumbangkan ke lembaga sosial,” katanya.

Dalam promosinya, Levi’s juga menggandeng para artis. Pada kampanye bertema “Shape Your Confident”, Levi’s memilih empat artis yang mempunyai bentuk badan berbeda, yakni Cathy Sharon, Shanti, Audy, dan Rachel Maryam. Mereka dihadirkan dalam suatu acara bersama para ahli fesyen dan wartawan. Di sana, dibagikan kiat memilih celana yang sesuai dengan bentuk tubuh.

“Testimoni selebritis itu memberi efek luar biasa. Hasil kampanye ini cukup mendongkrak penjualan produk perempuan. Ini menjadi dukungan bagi kampanye produk perempuan Levi’s selanjutnya, seperti Curves dan Ultimate Lift,” cetus Fadly.

Kehadiran gerai superpremium merupakan wujud komitmen Levi’s untuk selalu mendongkrak kepuasan pelanggan. Selain menyuguhkan produk berkualitas tinggi, gerai ini mengusung kenyamanan berbelanja. Untuk kelas premium, Levi’s membanderol harga antara Rp 950 ribu sampai Rp 1,5 juta. “Levi’s menjaga kualitas produk dengan sangat hati-hati. Sesuai motonya—quality never goes out of style,” tandasnya.

Banyak pelanggan Levi’s saat ini merupakan pelanggan lama yang loyal. Program kepuasan pelanggan kontinu dilakukan. Khususnya, terkait dengan produk Levi’s 501. “Setiap tahunnya, kami merilis Levi’s 501 dalam edisi terbatas. Kami memberikan kesempatan istimewa bagi pelanggan loyal untuk mendapatkan produk ini lebih dulu sebelum dijual ke umum,” katanya.

Meski mereknya sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak lama, Levi’s tidak boleh meremehkan pemain lain—termasuk yang baru muncul di pasaran. Menghadapi kompetisi ini, Levi’s setia memberi produk berkualitas sesuai tren fesyen yang ada. Pemasaran kami cukup agresif. Termasuk mendongkrak penetrasi produk dengan memermak gerai dan konternya serta membuka jaringan distribusi baru di kota-kota besar.

Asal tahu saja, Levi’s hadir di Indonesia sejak tahun 1966. Tiga tahun kemudian, Levi’s baru membuka konter pertamanya di Sarinah Department Store. Menyusul pada tahun 1972, Levis membuka gerai pertamanya di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Usai lisensi merek dipegang distributor selama 30 tahun, Levi Strauss & Co mengambil alih kepemilikan merek pada tahun 1996 dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu afiliasi di bawah naungan Divisi Asia Pasifik.

Pada tahun 2010, Levi’s ingin tetap memimpin kategori denimwear sembari berinovasi pada produk. “Perbaikan penampilan secara kontinu dan aktivitas pemasaran akan terus kami genjot. Tak tertutup kemungkinan membangun gerai superpremium di kota besar lainnya,” tandas Fadly. (Majalah MARKETING/Sigit Kurniawan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top