Portal Lengkap Dunia Marketing

Marketing

Seni Memasarkan Seni?

Pertanyaan:

Galeri kami baru berdiri. Di samping lukisan, ada pula patung karya seni artis-artis baik yang sudah terkenal maupun yang masih baru muncul. Mohon saran bagaimana memasarkan karya seni ini dalam galeri kami?

THY, di Jakarta Barat

Jawab:

Seni memasarkan seni kedengarannya lucu. Tetapi, pada dasarnya marketing itu sendiri adalah sebuah seni, dan karya seni adalah sebuah marketing. Karya seni itu sendiri mestinya sudah unik, berbeda satu dengan yang lain, dan tidak bersifat komoditas. Marketing adalah sebuah seni untuk tidak menjadikan sebuah barang atau jasa sebagai komoditas. Oleh sebab itu, sesungguhnya karya seni itu sendiri bukanlah sebuah komoditas.

Kerja sama yang erat antara galeri dengan artis diperlukan karena sering kali ada artis yang melukis atau membuat karya seni—apa saja—sesuai dengan mood mereka. Namun, ada pula yang telah mencoba menampilkan sebuah keunikan. Keunikan jelas diperlukan sebagai syarat membangun identitas. Karya seni yang beridentitas inilah yang mampu dipasarkan dan diciptakan image serta pasarnya. Dengan drama pesan di balik keunikan ini, secara emosi target pasar dan komunitasnya dapat melakukan hubungan batin yang erat dan dalam, sehingga akhirnya mereka tidak membeli sebuah karya seni, tetapi membeli sebuah ikatan batin.

Penikmat karya seni sangat terikat kuat dengan pesan keunikan ini dan setiap karya seni tidaklah sama, sekalipun sebenarnya sama-sama menampilkan sebuah gambar yang bertema sama. Misalnya, gambar kucing, anjing, penari Bali, dan lain sebagainya. Gambarnya  nampak sama, namun goresannya bisa beda. Nuansanya bisa beda, atau ada sebuah ciri khas fisik yang ditampilkan nyata-nyata berbeda, yang membuat emosi mengatakan berbeda. Di sinilah nilai koleksinya, yakni jika kekonsistenan dijaga oleh artis dalam berbagai karya seni mereka. Semakin lama semakin senada dan semakin beridentitas, maka nilainya semakin tinggi.

Galeri harus menemukan ini dalam diri setiap artis dan mengarahkan artis untuk mengetahui rahasia keunikan mereka dengan cara-cara marketing modern. Galeri harus menemukan positioning atau brand positioning setiap artis dan menumbuhkan ini menjadi sebuah legenda, atau drama yang dibeli penikmat dan kolektor. Di samping itu, diperlukan juga pengenalan akan sebuah koleksi karya seni seorang artis berpotensi, sehingga dikenallah oleh masyarakat karya-karyanya dan mulai diminati. Jangan lupa kemasan—kemasan juga perlu diperhatikan dan diciptakan ,seperti misalnya keselarasan dengan bingkai, katalog, dan lain sebagainya.  Selamat Bekerja. (Majalah MARKETING)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top