Portal Lengkap Dunia Marketing

BERITA

Sambut Idul Adha dengan Aksi Social Marketing

Kika: Asep Zaenal Mustofa dari Himpunan Ahli Kesehatan dan Lingkungan Indonesia, H. Mubarok Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, Hengky Sidharta - Chief Executive Officer Sinar Joyoboyo Plastik, dan Agus Supriyanto, Kepala Seksi Bina Ritel Dirjen Kemasan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Kika: Asep Zaenal Mustofa dari Himpunan Ahli Kesehatan dan Lingkungan Indonesia, H. Mubarok Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, Hengky Sidharta – Chief Executive Officer Sinar Joyoboyo Plastik, dan Agus Supriyanto, Kepala Seksi Bina Ritel Dirjen Kemasan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Momen Idul Adha tidak melalu identik dengan memberikan hewan kurban. Perusahaan Sinar Joyoboyo Plastik cukup jeli memanfaatkan momen Idul Adha dengan menggelar campaign “Tebar Plastik Qurban”. Tahun ini merupakan kali kedua perusahaan plastik ini menggelar campaign Tebar Plastik Qurban.

Tahun ini Joyoboyo menyumbang 500.000 lembar Kantong Plastik IDOLA+® untuk memenuhi kebutuhan kantong plastik kurban ratusan masjid di Pulau Jawa. Kantong plastic tersebut akan disumbangkan ke 600 masjid. Salah satu masjid penerima sumbangan tersebut Istiqlal. Tahun ini masjid Istiqlal menerima 30.000 lembar Kantong Plastik, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 25.000 lembar

“Selain karena respon yang ditunjukan masyarakat begitu positif, perluasan wilayah yang kami lakukan bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh edukasi sekaligus mencoba kantong plastik yang kami hadirkan”, tutur Hengky Sidharta – Chief Executive Officer Sinar Joyoboyo Plastik dalam jumpa pers di Jakarta (22/10).
Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal H. Mubarok menyambut positif suksesnya penyelenggaraan Ibadah Qurban tahun lalu. “Prosesnya menjadi lebih profesional. Daging yang kita bagikan jadi lebih bersih, karena dibungkus oleh kantong plastik yang aman untuk makanan, sehingga daging tidak terkontaminasi zat kimia yang berbahaya dan selain itu darahnya tidak bercecaran kemana-mana”. Tegas Mubarok.

Moment Idul Adha dimanfaatkan Sinar Joyoboyo Plastik untuk mengedukasi konsumen. Seperti kita tahu kantung plastik kresek menjadi kebutuhan keseharian masyarakat Indonesia. Sayangnya tidak semua plastik yang dijual ramah lingkungan. Karena itu perusahaan ini gencar mengedukasi konsumen dengan tema “Kenali Plastikmu” melalui 3D (Diraba, Dicium & Diterawang).

Menurut Hengky kantong plastik yang baik itu tidak berbau ketika dicium, mulus ketika diraba, dan tidak berbintik ketika diterawang. Kantong Plastik IDOLA+® merupakan terobosan awal Sinar Joyoboyo Plastik guna memenuhi kebutuhan kantong plastik yang aman untuk makanan dan ramah bagi lingkungan.

Asep Zaenal Mustofa dari Himpunan Ahli Kesehatan dan Lingkungan Indonesia mengatakan, limbah plastik menjadi permasalahan lingkungan di Indonesia karena membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. “Ada yang mengatakan butuh waktu 150 tahun untuk mengurai sampah plastik,” tandas Asep. Karena itu dia menyambut baik jika ada plastik yang bisa teruai hanya dalam tempo kurang dari tiga tahun.

Agus Supriyanto, Kepala Seksi Bina Ritel Dirjen Kemasan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menjelaskan, untuk menyelesaikan permasalahan limbah plastik diperlukan adanya peran serta dari berbagai pihak. “Selaku pemerintah, kita mengapresiasi langkah yang dilakukan para produsen plastik yang telah bertanggungjawab untuk turut serta meminimalisir dampak buruk dari komoditi plastik,” ujar Agus.

Upaya nyata yang ditunjukan Sinar Joyoboyo Plastik dalam mendukung kebijakan tersebut dengan menghadirkan produk plastik oxo-biodegradable IDOLA+® yang aman dan hygienist untuk makanan, termasuk untuk kemasan daging qurban. Kantong Plastik IDOLA+® diproduksi dari bahan biji plastik murni pilihan yang bersertifikat halal, tanpa mengandung zat beracun yang berbahaya, serta mudah terdegradasi (terurai) secara alami dalam waktu sekitar 28 bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top