Dunia Digital

Sagara Technology: Talenta Daerah Mampu Ukir Prestasi Internasional

Marketing – Adanya keterbukaan teknologi telah memungkinkan setiap orang, bahkan dari latar belakang yang sederhana pun mampu untuk mencatat prestasi gemilang dengan usaha dan kerja keras. Oleh sebab itulah, tak heran jika dalam satu dekade terakhir mulai bermunculan sejumlah sosok talenta daerah yang sukses di bidang teknologi atas kerja keras mereka sendiri, sebut saja William Tanuwijaya, pria asal Medan yang kini sukses membangun Tokopedia. Ada Iman Usman, founder platform pendidikan Ruangguru yang berasal dari keluarga sederhana di Padang.

Pandangan ini dipercaya penuh oleh Sagara Technology – perusahaan konsultan teknologi dan agensi produk digital yang berbasis di Jakarta dan Bandung. Adi Arriansyah, CEO dan founder Sagara Technology mengatakan, bahwa kemajuan teknologi mendorong peningkatan pemerataan peluang dan kemampuan di semua kelas masyarakat, baik kaum urban maupun rural.

“Ini fenomena menarik, melihat banyaknya talenta-talenta daerah di Indonesia yang berhasil meraih prestasi dalam skala tinggi di era digital. Ini membuktikan bahwa teknologi membuka pintu peluang bagi siapa saja. Talenta yang berasal dari daerah biasanya memiliki tingkat adaptabilitas dan daya juang yang tinggi. Kedua hal inilah yang ikut menjadi kunci menentukan kesuksesan usaha mereka,” ungkap Adi.

Untuk itu, Sagara sendiri diperkuat oleh banyak talenta daerah yang telah mencatatkan segudang prestasi hingga di kancah internasional. Misalnya, Adi yang berasal dari Ungaran, kabupaten Semarang, merupakan jebolan dari Founder Institute, sebuah program pelatihan entrepreneur asal Silicon Valley. Baru-baru ini, ia berhasil menembus program prestisius Executive Education di Harvard Business School. Ada pula Angga Fauzan, pria asal Boyolali yang sempat viral berkat prestasinya yang mendunia. Pria lulusan S2 dari Edinburgh University ini memegang posisi sebagai Chief Marketing Officer di Sagara.

Didirikan tahun 2014, Sagara pun konsisten terus menjadi rumah untuk talenta daerah. “Saat ini, sekitar 80% tenaga kerja Sagara berasal dari daerah. Mereka beragam asalnya, ada Galih Suryo Priatomo dari desa Gunungpati, Semarang, Nafa Ananda Lutfia dari kota Purwokerto, Novelasari Nadia Putri dari kota Batu, hingga Ade Saepul Mugni dari daerah Rancaekek, kabupaten Sumedang. Mereka punya karakteristik yang mirip, yaitu punya tekad yang kuat, siap kerja keras, dan humble,” jelas Adi.

Kultur dan latar belakang talenta daerah sangatlah bervariasi. Ini menjadikan mereka memiliki perspektif dan ide-ide fresh, unik, dan out-of-the-box. Melihat contoh dari dalam tim Sagara yang banyak merupakan anak rantau, mereka juga memiliki antusiasme serta adaptabilitas tinggi yang sangat dibutuhkan dalam membentuk kerja sama tim yang kuat. Hal ini mungkin terjadi karena mereka memang punya kesamaan latar belakang, yaitu telah memilih untuk berjuang bareng di kota.

Ditambahkan Eka Pratamandhira, Senior Developer Sagara yang berasal dari Ternate, Maluku Utara. Ia mengaku bahwa salah satu pembelajaran terpenting dalam karirnya ialah dengan menyelesaikan masalah klien dalam skala yang lebih besar. “Di Sagara, kami terus menguji kemampuan dengan menyelesaikan berbagai masalah teknologi untuk sejumlah klien papan atas, contohnya seperti Qatar National Bank dan Boston Consulting Group,” jelas Eka. Selain itu, Eka juga menjelaskan pentingnya membangun mindset yang tepat agar terus bisa berkarya.

Selain berhasil mendapatkan kepercayaan klien internasional, Sagara juga kerap diundang ke acara-acara skala internasional, contohnya konferensi teknologi seperti CEBIT dan StartCon di Australia. Kini tim Sagara telah menangani berbagai klien besar, mulai dari Kementerian RI, startup, hingga korporat ternama. Beberapa diantaranya adalah Ruangguru, Blue Bird, Qlue, Kementerian Pendidikan, Cartenz Group, dan Telkomsel. Secara total, Sagara telah mengembangkan dan meluncurkan lebih dari 100 aplikasi website dan lebih dari 50 aplikasi mobile.

“Kami yakin bahwa talenta-talenta lokal Indonesia, bila memiliki pondasi yang cukup, bisa mengukir prestasi hingga tingkat internasional. Untuk itu, kami berencana untuk melatih talenta-talenta daerah dengan membangun sekolah khusus yang mengajarkan keterampilan coding,” ungkap Adi. Sekolah ini rencananya akan diluncurkan pada tahun 2020, dengan menggandeng dukungan dari pemerintah daerah. Dimana, lulusan terbaik akan diberikan investasi untuk membangun usaha di bidang teknologi di daerah asalnya masing-masing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top