Portal Lengkap Dunia Marketing

FINANCIAL SERVICES

Saat Ekonomi Sulit, Chubb Life Indonesia Malah Luncurkan Asuransi Perlindungan Hari Tua

Marketing.co.id – Berita Financial Services | Seperti dimaklumi, saat ini banyak orang mengeluhkan kondisi keuangan mereka, baik karena mereka di PHK atau penghasilan berkurang disebabkan perusahaan tempatnya bekerja atau usahanya terdampak pandemi Covid-19. Namun meski kondisi pasar kurang menguntungkan, hal ini tidak menyurutkan perusahaan untuk meluncurkan produk baru.

PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life Indonesia), asuransi jiwa bagian dari Chubb Group, hari ini resmi meluncurkan Produk Asuransi Jiwa Tradisional Dwiguna atau Long Term Endowment Insurance. Produk terbaru dari Chubb Life Indonesia ini dirancang khusus untuk membantu nasabah mempersiapkan tabungan jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, dan menghadirkan perlindungan hingga 20 tahun.

Alasan diluncurkannya produk tersebut karena Kumaran Chinan, President Chubb Life Indonesia melihat besarnya potensi pasar Asuransi Jiwa Tradisional Dwiguna. Dia menyebut, pada tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 73% pekerja di Indonesia tidak mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT). Padahal, jumlah populasi kelas menengah dan usia produktif di Indonesia terus meningkat.

Baca juga: Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa Melambat Akibat Pandemi

Chubb Life Long-Term Endowment Insurance (2)

Para Head of Agency Chubb Life Indonesia di tengah kegiatan peluncuran produk Long-Term Endowment Insurance

“Ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 pun semakin meningkatkan kebutuhan masyarakat untuk memiliki asuransi, seiring dengan keinginan mereka untuk melindungi diri dari ketidakpastian yang akan datang. Maka, produk asuransi dwiguna baru ini akan membantu nasabah dalam mempersiapkan kebutuhan jangka panjangnya,” papar Kumaran.

Bank Dunia mencatat, bahwa selama 15 tahun terakhir, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia meningkat dari 7% menjadi 20% atau sekitar 52 juta orang.[1] Sementara itu, data yang dihimpun oleh BPS memperkirakan bahwa jumlah populasi usia produktif di Indonesia akan mencapai lebih dari 193 juta orang pada tahun 2025.[2]

Namun sayangnya, peningkatan populasi kelas menengah dan usia produktif ini juga diikuti oleh meningkatnya biaya kebutuhan jangka panjang. Biaya kesehatan di Indonesia mengalami kenaikan rata-rata 11% setiap tahunnya.[3] Ditambah lagi, mereka yang memiliki anak perlu melakukan persiapan lebih dengan biaya pendidikan yang meningkat sebanyak 10% setiap tahunnya, sebagaimana dicatat oleh BPS.[4]

“Chubb Life Indonesia menghadirkan Long Term Endowment Insurance sebagai jawaban atas kekhawatiran ini. Kami percaya bahwa asuransi dwiguna ini merupakan solusi yang harus dimiliki demi melindungi keluarga tercinta di masa mendatang,” imbuh Kumaran.

Dengan masa pertanggungan hingga 20 tahun, produk asuransi dwiguna Chubb Life Indonesia menawarkan rentang usia pertanggungan hingga maksimal 80 tahun. Di bawah polis Long Term Endowment Insurance, Chubb Life Indonesia memberikan tunjangan kematian hingga 150% dari uang pertanggungan yang dibayarkan. Apabila tertanggung meninggal akibat kecelakaan, penerima manfaat dapat menerima manfaat tambahan hingga Rp 2 miliar.

Baca juga: Prudential Pimpin Industri Asuransi Jiwa Syariah

Di samping itu, nasabah dapat memilih pembayaran manfaat tunai bertahap atau sekaligus sesuai dengan kebutuhan. Pembayaran manfaat tunai akan diterima oleh nasabah secara otomatis pada tanggal jatuh tempo pembayaran, yaitu setiap tiga tahun sekali sejak akhir tahun kedelapan atau pada akhir masa pertanggungan, tergantung pilihan nasabah. Pada tanggal berakhirnya masa pertanggungan, nasabah akan menerima pembayaran manfaat tunai hingga 250% dari jumlah uang pertanggungan.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

[1] Bank Dunia, Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class, Januari 2020.

[2] Proyeksi Jumlah Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Usia (2015-2045).

[3] Mercer Marsh Benefits, 2019 Medical Trends Around the World, 2019.

[4] Badan Pusat Statistik, 2018.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top