Portal Lengkap Dunia Marketing

Lifestyle

Risiko Kesehatan karena Bawa Ponsel Saat Tidur

Banyak di antara kita yang meletakkan ponsel di samping badan ketika tidur, bak anjing penjaga. Jadi, ketika ada notifikasi masuk, kita bisa langsung mengangkat telepon dan menjawab pesan ataupun email yang masuk. Tapi, apakah kita sadar bahwa kebiasaan tersebut bisa mengganggu tidur kita, dan mengganggu kesehatan otak? Spesialis gangguan tidur, Harneet Walia, menjelaskan sejumlah risiko kesehatan yang didapatkan jika membawa ponsel ke tempat tidur.

1. Pikiran akan terus memikirkan ponsel Ponsel didesain untuk membuat kita lebih produktif dan memudahkan hidup kita. Ponsel dibuat untuk menghibur dan memberikan kita informasi. Tapi, kita tidak membutuhkan itu ketika tidur. Apalagi kita sudah seharian penuh berpikir.

“Terus-menerus mengecek ponsel akan menstimulasi otak sehingga kita terus aktif dan terjaga,” kata Walia. Sekalipun yang kita lakukan hanya mengecek ponsel sejenak, otak kita akan tetap terlibat. Hal yang membuat kebiasaan ini semakin buruk adalah perasaan harus online dan terkoneksi dengan internet terus-menerus. Menurut Walia, era ponsel memaksa kita untuk terus online, bahkan ketika tidur. Sebab, ada kecenderungan orang-orang langsung mengangkat telepon, merespons segera, atau mengunggah sesuatu dengan segera. Hal itu membuat kita tetap aktif, bahkan ketika kita hanya bangun sejenak untuk mengecek email atau pesan masuk.

2. Ketika tubuh kekurangan melatonin, kita akan lebih berisiko mengalami insomnia, kelelahan sepanjang hari, dan mudah terganggu. Sinar biru dari layar ponsel adalah warna buatan yang menirukan sinar matahari. Sinar ini memiliki efek positif di siang hari karena akan membuat kita tetap terjaga, tetapi tidak untuk malam hari ketika tubuh seharusnya beristirahat. Paparan sinar biru bisa berdampak pada jam tubuh internal dan mengacaukan ritme sirkadian tubuh. Ritme ini akan selaras dengan cahaya dan kegelapan. Itulah mengapa kita sering kali merasa lebih lelah di malam hari ketika matahari terbenam dan merasa lebih segar ketika matahari terbit. Menggunakan sinar biru sebelum tidur dapat mengganggu jam dan ritme internal tubuh.

3. Penundaan fase REM Kamu mungkin tahu rasanya melihat-lihat lini masa media sosial, kemudian tiba-tiba kesal karena melihat sesuatu yang tidak diinginkan. Atau, bahkan kamu merasa bahagia karena terpacu oleh unggahan seseorang di media sosial dan itu membuatmu tidur semakin larut. Kondisi ini bisa menunda fase rapid eye movement (REM) atau tahap di mana otak maksimal dalam mengolah data dan ingatan, yang kadang muncul sebagai mimpi. Walia mengatakan, terus-menerus mengecek ponsel sebelum tidur bisa mengganggu emosi dan pikiran seseorang serta menimbulkan kecemasan. Dan ini tidak hanya jika kamu terjaga sepanjang malam untuk memantau media sosial.

4. Memikirkan ponsel yang ada di bawah bantalmu akan berdering juga membuatmu tetap terjaga. Ponsel seharusnya mampu membuat hidup lebih mudah dan menghibur kita. Namun, apa yang terjadi di malam hari adalah sebaliknya. Ponsel berpotensi mengganggu tidur, menstimulasi otak dan menunda fase REM. Apa yang harus dilakukan? Jika kamu adalah pengguna teknologi di malam hari, penting untuk memasang pembatasan penggunaan ponsel di malam hari jelang waktu tidur. Walia merekomendasikan kita untuk memangkas waktu menatap layar satu jam sebelum tidur.

Jika kamu merasa kesulitan membatasi waktu penggunaan ponsel sebelum tidur, cobalah letakkan ponsel di ruangan lain, dan membeli jam alarm untuk membangunkan di pagi hari.

Kamu bisa juga mengubah setelan ponsel menjadi mode malam untuk meminimalisasi distraksi dan notifikasi yang bisa mengganggu tidurmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top