Portal Lengkap Dunia Marketing

PROPERTY & RETAIL

“Kegagalan Adalah Kesempatan Berkembang”

Marketing.co.id – Berita Properti | Diluncurkan pada kuartal pertama 2014, Lamudi.co.id kian bertumbuh secara pesat. Sampai pada kuartal pertama 2019, Lamudi telah melayani lebih dari 10 ribu UKM dan pengembang besar yang beroperasi di seluruh Indonesia. Siapa sangka startup milik Rocket Internet ini dinakhkodai oleh seorang anak muda berbakat.

Mart Polman, pria kelahiran 1990 ini dipercaya sebagai Managing Director Lamudi sejak 2015. Di bawah kepemimpinannya, Lamudi berhasil melalui berbagai tantangan hingga mencapai pertumbuhan seperti saat ini.

Baca Juga: Agen Properti Akan Digantikan Robot di Masa Depan

“Saya percaya sejak awal mengenal lamudi.co.id, ini akan menjadi sesuatu yang besar, karena kami didukung sepenuhnya oleh Rocket Internet – salah satu perusahaan dari Eropa yang sepak terjang keberhasilannya dalam membangun startup tidak perlu diragukan lagi,” ujar Mart.

Dipercaya menjadi nakhkoda Lamudi tidak lantas membuat Mart meremehkan tanggung jawab yang diemban. Seperti startup lainnya di negara berkembang, Lamudi pun mengalami banyak tantangan. Menurut Mart tantangan yang paling seru adalah di awal berdirinya Lamudi di mana banyak perusahaan belum memahami peran internet.

“Salah satu pelajaran berharga yang saya dapatkan di Lamudi adalah ketika awal kami berdiri tahun 2015 lalu, hampir seluruh mitra dan klien perusahaan tidak ada yang benar-benar mengerti peran penting internet untuk pertumbuhan bisnis mereka- terutama di industri properti,” jelasnya.

Baca Juga: Perumahan Ini Sangat Populer di Kawasan Parung Panjang

Melihat ke belakang, tak berlebihan jika pertumbuhan Lamudi saat ini menjadi kebanggaan bagi Mart dan timnya karena upaya kerja keras mereka sejak awal dan gaya kepemimpinan Mart.

Berkarir sejak usia muda

Bergabung dengan Lamudi bukan pengalaman pertama pria pehobi snowbording ini dalam dunia bisnis. Sejak umur 14 tahun Mart sudah memulai bisnis berbasis internet pertamanya. Dalam kurun waktu tiga tahun atau saat umurnya 17 tahun, ia berhasil menghasilkan 10 lini bisnis dan meraup penghasilan 100.000 euro atau setara 1.5 miliar rupiah. Mart selalu berambisi untuk sesuatu yang lebih. Agaknya bakat Mart sebagai pengusaha diturunkan oleh sang kakek yang juga seorang pengusaha berpengalaman. Diakui Mart, ia memang banyak belajar tentang berbisnis dari sang kakek.

Selain menjadi pengusaha di usia muda, Mart juga menjadi penasehat untuk beberapa perusahaan konvensional terkait digitalisasi bisnis. Pengalaman sebagai penasehat membuat Mart makin sadar tentang pentingnya peran perkembangan teknologi dan internet untuk menghasilkan inovasi demi memenuhi kebutuhan pasar dengan cepat dan tepat.

Baca Juga: Mengapa Tinggal di Apartemen Menjadi Sebuah Tren?

Dalam perjalanan karirnya sebagai pengusaha di usia muda tersebut sisi kepemimpinannya mulai terbentuk. Sisi kepemimpinan inilah yang kemudian memengaruhi perjalanan karir Mart di kemudian hari dan kesuksesan Lamudi saat ini.

Mart menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin yang membawahi mayoritas generasi milenial membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Menurutnya, kunci bekerja dengan milenial adalah mau mendengarkan opini mereka. Situasi seperti itu memerlukan gaya kepemimpinan yang lebih banyak horizontal daripada vertikal. Namun, ada kalanya dibutuhkan kepemimpinan vertikal.

“Di sisi lainnya, terkadang mereka mudah hilang fokus dengan banyaknya kesempatan di luar dan pada situasi seperti ini, lebih membutuhkan kepemimpinan yang memberikan pemahaman dan arahan (hirarki vertikal),” paparnya.

Gaya kepemimpinannya yang adaptif memengaruhi budaya profesional Lamudi yang mana diakui Mart merupakan salah satu alasan penting keberhasilan Lamudi. Dalam memilih para talenta baru, Mart lebih menekankan talenta yang memiliki kepedulian tinggi pada orang lain.

Baca Juga: Mana Yang Lebih Untung, Beli atau Bangun Rumah Sendiri?

“Kami cenderung memilih talenta yang sepenuhnya peduli dengan orang lain dan bukan hanya diri sendiri, karena hal ini akan tercermin dari bagaimana mereka bersikap terhadap sesama tim maupun klien/konsumen,” jelasnya.

Bagi Mart, peduli dengan orang-orang di sekitar adalah hal yang sangat penting. Bahkan, Mart mengatakan dirinya bisa lebih peduli terhadap tim dibanding dirinya sendiri.

“Salah satu budaya di Lamudi adalah untuk selalu memiliki pola pikir yang terbuka dan selalu ingin memperkaya diri dengan ilmu,” lanjutnya.

Belajar dari setiap kesalahan

Kesuksesan Lamudi saat ini tak serta merta membuatnya puas dan berbangga diri. Pria penyuka makanan Manado ini merasa perlu terus belajar dari kesalahan sekecil apapun sebagai kesempatan untuk belajar. Menurutnya cara masing-masing orang menghadapi kegagalan menentukan keberhasilan dalam perjalanan karirnya.

Menakhkodai startup membuat dirinya dan tim kerap menghadapi segala sesuatu yang tidak pasti. Oleh karena itu, penting bagi dirinya dan tim untuk terus memeriksa apakah setiap keputusan akan membawa mereka pada tujuan utama. Tidak ada buku panduan, yang dibutuhkan adalah pengalaman belajar dari setiap kesalahan.

Tidak ada hal yang pasti – benar ataupun salah – tidak ada buku panduan dalam menjalankannya, ini adalah soal konsistensi dalam memastikan apakah pengembangan yang kita lakukan cenderung memberikan dampak positif atau justru negatif.

Baca Juga: 5 Tempat Paling Angker di Indonesia, Sudah Berkunjung?

Hal ini kadang membawa kita pada keragu-raguan, yang membawa kita kembali pada kegagalan yang wajar, selama kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dengan terus belajar seseorang akan berkembang secara pribadi maupun sebagai perusahaan.

“Menurut saya, kegagalan seharusnya menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar dan berkembang, selama kita terus belajar dan mengembangkan diri dengan pengetahuan dan kemampuan teknis, kita akan menjadi pribadi yang sukses,” ujar Mart.

Mart beharap misi Lamudi sebagai Teman Terpercaya Cari Properti dapat memberikan kemudahan dan pengalaman yang menyenangkan sekaligus dapat dipercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam jangka panjang.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top