Portal Lengkap Dunia Marketing

Headline

Pringsewu: Berkembang Pesat di Jalur Pantura

PringsewuTak mudah mengembangkan sebuah bisnis kuliner menjadi besar. Berawal dari bisnis keluarga, Pringsewu menjadi sebuah grup perusahaan. Apa saja resep pengembangannya?

Kalau Anda melakukan perjalanan lintas Pantai Utara Jawa, katakanlah Anda mau ke Semarang atau Solo, Anda tentu banyak menjumpai restoran di sepanjang lintasan itu. Dari sekian banyak restoran yang berderet sepanjang jalur Pantura itu, ada sebuah restoran yang sudah dikenal banyak orang, yaitu Pringsewu. Restoran ini ramai dikunjungi orang, apalagi saat musim liburan tiba, selalu penuh pengunjung.

Pringsewu adalah restoran di bawah naungan Pringsewu Group. Salah satu ciri khas rumah makan Pringsewu adalah lokasinya yang sebagian besar tersebar di jalur Pantura dan beberapa di jalur Pantai Selatan. Passing guest sangat luar biasa perkembangannya. Jalur-jalur itu mempunyai potensi yang luar biasa. Sekitar 80 persen pelanggan Pringsewu berasal dari passing guest.

Strategi marketing yang sangat tepat adalah dengan menciptakan sign board yang di lingkungan Pringsewu lebih dikenal dengan road sign. Road sign ini berfungsi sebagai pemberi info jarak rumah makan Pringsewu terdekat, pengingat, dan petunjuk arah. Khasmir Koto, Marketing Director Pringsewu Group, mengatakan bahwa ide road sign merupakan strategi marketing, promosi, dan informasi yang sangat efektif.

Pringsewu memiliki sejarah perjalanan yang cukup unik. Berawal ketika Agus Hardyanto, pendiri,  pemilik, sekaligus komisaris PT Pringsewu Cemerlang (Pringsewu Group), pada tahun 1987 memutuskan untuk mendirikan restoran di atas tanah kosong seluas 1.600 m2 miliknya. Restoran pertama yang didirikan ini diberi nama “Taman Pringgading”, berlokasi di Purwokerto.

Agus melihat bisnis kuliner dalam bentuk restoran mempunyai prospek yang sangat bagus. Tak ingin menyia-nyiakan peluang, ia pun mendirikan sebuah rumah makan dengan konsep restoran taman. Agus tak ingin membuat rumah makan biasa seperti yang lain. Dia ingin mendirikan rumah makan dengan taman sebagai nilai tambah, di mana pengunjung bisa menikmati makan mereka dengan rileks dan nyaman. Maka itu, restoran ini dibuat di tempat yang luas.

Tak dinyana, restoran Taman Pringgading ini ramai dikunjungi. Melihat restoran pertamanya laris manis, Agus menjadi bersemangat untuk membuka cabang kedua dengan nama Pringkembar, yang kelak menjadi Pringsewu di Tegal. Restoran kedua ini pun sukses sebagai restoran yang banyak dikunjungi di lintasan Pantura. Tidak puas dengan hanya dua restoran, Agus terus mengembangkan bisnisnya hingga besar seperti sekarang.

Sebagai seorang entrepreneur, dalam membangun sebuah usaha, Agus Hardyanto selalu berpegang pada kebenaran dan kejujuran. Menurutnya, dengan berpegang pada dua hal itu, usahanya bisa berkembang sampai saat ini. Dengan berbekal pada truth dan honest, Agus bisa membuat banyak orang tertarik untuk bergabung dengan Pringsewu Group. “Kami mengimplementasikan truth dan honest ini dalam setiap pekerjaan. Sebagai contoh adalah dengan sistem keuangan yang transparan, bagus, jujur, dan tulus,” terang Agus.

Tak hanya itu, Agus mengatakan bahwa totalitas sangat penting dalam mengembangkan Pringsewu. Selama satu hari, 24 jam, dia selalu mencurahkan pikiran dan perhatiannya pada Pringsewu. “Saking totalnya, saya sampai memikirkan hal-hal detail untuk Pringsewu karena ini sangat penting seperti kebersihan, kerapian, dan kualitas makanan. Itu selalu kami jaga,” ungkap Agus.

Perkembangan usaha Agus yang pesat ini membuat dirinya cukup kewalahan. Manajemen waktu itu tak dapat mengimbangi pesatnya perkembangan Pringsewu. Sejak berdirinya Pringgading sampai Pringsewu Baturaden, Agus mengelola sendiri usahanya. Sampai  akhirnya dia memutuskan untuk menyerahkan manajemen Pringsewu kepada para profesional agar bisa dikelola lebih baik. Kemudian, bersama dengan Bambang Riyadi sebagai President Director Pringsewu Group, mereka membenahi manajemen Pringsewu menjadi lebih tertata dan efisien.

Dalam mengelola Pringsewu Group, sumber daya manusia menjadi kunci utama berkembangnya perusahaan ini. Pringsewu merangkul para karyawan sebagai rekan kerja untuk meraih profit yang tak hanya untuk investor, tetapi bisa dinikmati bersama-sama. Ini menjadi komitmen Pringsewu. “Pringsewu adalah perusahaan yang memimpin dengan hati. Kami menghargai semua karyawan melalui gaji yang pantas, penghargaan, karier, dan kebanggaan bahwa mereka bekerja di Pringsewu, perusahaan dengan brand yang bagus,” tutur Agus.

Menurutnya, menjadi entrepreneur sangatlah penting untuk bisa melihat jauh ke depan serta mempunyai insting yang tajam. Entrepreneur harus punya keyakinan dan totalitas, di samping adanya kemauan dan nekat. Dikatakan olehnya, kegagalan pasti ada, tapi kita harus bisa bangun dan belajar. Agus berpendapat uang tak menjadi satu-satunya modal, tapi truth dan honest menjadi modal utama yang lebih penting. “Karena ini yang menjadikan kita bisa dipercaya oleh orang lain,” ujar Agus.

Internal Quality Service

Manajemen Pringsewu menyadari bisnis restoran tidak hanya bermodal pada menu makanan yang enak saja. Tapi, layanan yang bagus akan meningkatkan kelanggengan usaha mereka. Layanan yang bagus akan menciptakan kepuasan konsumen yang berujung pada munculnya loyalitas konsumen. Dalam konsep kepuasan konsumen, mereka melihat kepuasan konsumen sangat ditentukan oleh kepuasan dan kualitas sumber daya manusia. Itu yang menjadi dasar mereka menerapkan internal quality service (IQS) dalam rangka menciptakan kepuasan konsumen. “Kami melihat, SDM yang puas akan menyalurkan rasa puasnya itu kepada konsumen. Maka itu, perusahaan punya tanggung jawab untuk memuaskan karyawan,” kata Bambang Riyadi, President Director Pringsewu Group.

Pringsewu bercita-cita menjadi sebuah perusahaan yang integral, tak hanya menuai profit yang besar, tapi juga mempunyai compassion tinggi terhadap karyawan. Menurut Bambang, setiap pimpinan harus mempunyai rasa empati terhadap karyawannya. Oleh karena itu, Pringsewu sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan. Tak hanya itu, Pringsewu juga mengembangkan kualitas SDM. Bambang mengatakan, “Kita me-manage manusia yang juga bekerja secara profesional dan berkarya di bidangnya secara total. Maka, Pringsewu sendiri tidak menomorsatukan uang. Hati nurani lebih penting.”

Agus menambahkan bahwa Pringsewu adalah perusahaan yang memimpin dengan hati. Tak hanya memikirkan kepentingan investor, tapi juga mementingkan situasi dan kondisi karyawan. Kesejahteraan karyawan bukan suatu hal yang bersifat kontradiktif dengan pemasukan dan laba, tapi saling mendukung satu sama lain. “Kami selalu menekankan kepada manajemen untuk punya komitmen dengan IQS,” kata Agus.

Bagi Agus, bisnis ini tidak dikembangkan oleh satu individu saja, tapi juga dikembangkan oleh tim yang merupakan para profesional. Setiap tahun bisnis ini selalu berkembang, baik dari segi profit maupun kualitas karena adanya inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para profesional itu. Inovasi-inovasi ini didukung karena adanya sistem komunikasi bottom up dari para karyawan ke jajaran manajemen.

Sampai sekarang, Pringsewu Group sudah mempunyai 15  jaringan restoran yang tersebar di beberapa tempat di pulau Jawa, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Awalnya Pringgading, berdiri pada tahun 1987 dan menjadi pionir dari Pringsewu Group. Hampir setiap tahun Pringsewu mendirikan cabang baru di Yogyakarta, Baturaden, Pekalongan, Pemalang, Cirebon, Sumpiuh, dan yang terakhir adalah Pringsewu Indramayu yang dibuka 15 September 2009 lalu. Untuk ke depannya, Pringsewu Group masih akan melakukan ekspansi sampai ke Jawa Timur.

Pringsewu merupakan restoran yang sangat mengutamakan strategi customer intimacy. Dengan strategi ini, Pringsewu bisa dengan mudah mendekatkan diri kepada konsumen. Strategi marketing diarahkan ke sana, dengan adanya database. Di Pringsewu orang tak hanya makan, tapi juga bisa mendapatkan experience. (Majalah MARKETING/Leonardus Meta Noven)

4 Comments

4 Comments

  1. fajar efendi

    15 June, 2010 at 14:55

    Kalau Anda melakukan perjalanan lintas Pantai Utara Jawa, katakanlah Anda mau ke Semarang atau Solo, Anda tentu banyak menjumpai restoran di sepanjang lintasan itu. Dari sekian banyak restoran yang berderet sepanjang jalur Pantura itu, ada sebuah restoran yang sudah dikenal banyak orang, yaitu Pringsewu. Restoran ini ramai dikunjungi orang, apalagi saat musim liburan tiba, selalu penuh pengunjung.

    Pringsewu adalah restoran di bawah naungan Pringsewu Group. Salah satu ciri khas rumah makan Pringsewu adalah lokasinya yang sebagian besar tersebar di jalur Pantura dan beberapa di jalur Pantai Selatan. Passing guest sangat luar biasa perkembangannya. Jalur-jalur itu mempunyai potensi yang luar biasa. Sekitar 80 persen pelanggan Pringsewu berasal dari passing guest.

    Strategi marketing yang sangat tepat adalah dengan menciptakan sign board yang di lingkungan Pringsewu lebih dikenal dengan road sign. Road sign ini berfungsi sebagai pemberi info jarak rumah makan Pringsewu terdekat, pengingat, dan petunjuk arah. Khasmir Koto, Marketing Director Pringsewu Group, mengatakan bahwa ide road sign merupakan strategi marketing, promosi, dan informasi yang sangat efektif.

    Pringsewu memiliki sejarah perjalanan yang cukup unik. Berawal ketika Agus Hardyanto, pendiri, pemilik, sekaligus komisaris PT Pringsewu Cemerlang (Pringsewu Group), pada tahun 1987 memutuskan untuk mendirikan restoran di atas tanah kosong seluas 1.600 m2 miliknya. Restoran pertama yang didirikan ini diberi nama “Taman Pringgading”, berlokasi di Purwokerto.

    Agus melihat bisnis kuliner dalam bentuk restoran mempunyai prospek yang sangat bagus. Tak ingin menyia-nyiakan peluang, ia pun mendirikan sebuah rumah makan dengan konsep restoran taman. Agus tak ingin membuat rumah makan biasa seperti yang lain. Dia ingin mendirikan rumah makan dengan taman sebagai nilai tambah, di mana pengunjung bisa menikmati makan mereka dengan rileks dan nyaman. Maka itu, restoran ini dibuat di tempat yang luas.

    Tak dinyana, restoran Taman Pringgading ini ramai dikunjungi. Melihat restoran pertamanya laris manis, Agus menjadi bersemangat untuk membuka cabang kedua dengan nama Pringkembar, yang kelak menjadi Pringsewu di Tegal. Restoran kedua ini pun sukses sebagai restoran yang banyak dikunjungi di lintasan Pantura. Tidak puas dengan hanya dua restoran, Agus terus mengembangkan bisnisnya hingga besar seperti sekarang.

    Sebagai seorang entrepreneur, dalam membangun sebuah usaha, Agus Hardyanto selalu berpegang pada kebenaran dan kejujuran. Menurutnya, dengan berpegang pada dua hal itu, usahanya bisa berkembang sampai saat ini. Dengan berbekal pada truth dan honest, Agus bisa membuat banyak orang tertarik untuk bergabung dengan Pringsewu Group. “Kami mengimplementasikan truth dan honest ini dalam setiap pekerjaan. Sebagai contoh adalah dengan sistem keuangan yang transparan, bagus, jujur, dan tulus,” terang Agus.

    Tak hanya itu, Agus mengatakan bahwa totalitas sangat penting dalam mengembangkan Pringsewu. Selama satu hari, 24 jam, dia selalu mencurahkan pikiran dan perhatiannya pada Pringsewu. “Saking totalnya, saya sampai memikirkan hal-hal detail untuk Pringsewu karena ini sangat penting seperti kebersihan, kerapian, dan kualitas makanan. Itu selalu kami jaga,” ungkap Agus.

    Perkembangan usaha Agus yang pesat ini membuat dirinya cukup kewalahan. Manajemen waktu itu tak dapat mengimbangi pesatnya perkembangan Pringsewu. Sejak berdirinya Pringgading sampai Pringsewu Baturaden, Agus mengelola sendiri usahanya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menyerahkan manajemen Pringsewu kepada para profesional agar bisa dikelola lebih baik. Kemudian, bersama dengan Bambang Riyadi sebagai President Director Pringsewu Group, mereka membenahi manajemen Pringsewu menjadi lebih tertata dan efisien.

    Dalam mengelola Pringsewu Group, sumber daya manusia menjadi kunci utama berkembangnya perusahaan ini. Pringsewu merangkul para karyawan sebagai rekan kerja untuk meraih profit yang tak hanya untuk investor, tetapi bisa dinikmati bersama-sama. Ini menjadi komitmen Pringsewu. “Pringsewu adalah perusahaan yang memimpin dengan hati. Kami menghargai semua karyawan melalui gaji yang pantas, penghargaan, karier, dan kebanggaan bahwa mereka bekerja di Pringsewu, perusahaan dengan brand yang bagus,” tutur Agus.

    Menurutnya, menjadi entrepreneur sangatlah penting untuk bisa melihat jauh ke depan serta mempunyai insting yang tajam. Entrepreneur harus punya keyakinan dan totalitas, di samping adanya kemauan dan nekat. Dikatakan olehnya, kegagalan pasti ada, tapi kita harus bisa bangun dan belajar. Agus berpendapat uang tak menjadi satu-satunya modal, tapi truth dan honest menjadi modal utama yang lebih penting. “Karena ini yang menjadikan kita bisa dipercaya oleh orang lain,” ujar Agus.

    Internal Quality Service

    Manajemen Pringsewu menyadari bisnis restoran tidak hanya bermodal pada menu makanan yang enak saja. Tapi, layanan yang bagus akan meningkatkan kelanggengan usaha mereka. Layanan yang bagus akan menciptakan kepuasan konsumen yang berujung pada munculnya loyalitas konsumen. Dalam konsep kepuasan konsumen, mereka melihat kepuasan konsumen sangat ditentukan oleh kepuasan dan kualitas sumber daya manusia. Itu yang menjadi dasar mereka menerapkan internal quality service (IQS) dalam rangka menciptakan kepuasan konsumen. “Kami melihat, SDM yang puas akan menyalurkan rasa puasnya itu kepada konsumen. Maka itu, perusahaan punya tanggung jawab untuk memuaskan karyawan,” kata Bambang Riyadi, President Director Pringsewu Group.

    Pringsewu bercita-cita menjadi sebuah perusahaan yang integral, tak hanya menuai profit yang besar, tapi juga mempunyai compassion tinggi terhadap karyawan. Menurut Bambang, setiap pimpinan harus mempunyai rasa empati terhadap karyawannya. Oleh karena itu, Pringsewu sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan. Tak hanya itu, Pringsewu juga mengembangkan kualitas SDM. Bambang mengatakan, “Kita me-manage manusia yang juga bekerja secara profesional dan berkarya di bidangnya secara total. Maka, Pringsewu sendiri tidak menomorsatukan uang. Hati nurani lebih penting.”

    Agus menambahkan bahwa Pringsewu adalah perusahaan yang memimpin dengan hati. Tak hanya memikirkan kepentingan investor, tapi juga mementingkan situasi dan kondisi karyawan. Kesejahteraan karyawan bukan suatu hal yang bersifat kontradiktif dengan pemasukan dan laba, tapi saling mendukung satu sama lain. “Kami selalu menekankan kepada manajemen untuk punya komitmen dengan IQS,” kata Agus.

    Bagi Agus, bisnis ini tidak dikembangkan oleh satu individu saja, tapi juga dikembangkan oleh tim yang merupakan para profesional. Setiap tahun bisnis ini selalu berkembang, baik dari segi profit maupun kualitas karena adanya inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para profesional itu. Inovasi-inovasi ini didukung karena adanya sistem komunikasi bottom up dari para karyawan ke jajaran manajemen.

    Sampai sekarang, Pringsewu Group sudah mempunyai 15 jaringan restoran yang tersebar di beberapa tempat di pulau Jawa, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Awalnya Pringgading, berdiri pada tahun 1987 dan menjadi pionir dari Pringsewu Group. Hampir setiap tahun Pringsewu mendirikan cabang baru di Yogyakarta, Baturaden, Pekalongan, Pemalang, Cirebon, Sumpiuh, dan yang terakhir adalah Pringsewu Indramayu yang dibuka 15 September 2009 lalu. Untuk ke depannya, Pringsewu Group masih akan melakukan ekspansi sampai ke Jawa Timur.

    Pringsewu merupakan restoran yang sangat mengutamakan strategi customer intimacy. Dengan strategi ini, Pringsewu bisa dengan mudah mendekatkan diri kepada konsumen. Strategi marketing diarahkan ke sana, dengan adanya database. Di Pringsewu orang tak hanya makan, tapi juga bisa mendapatkan experience. (Majalah MARKETING/Leonardus Meta Noven)

    Link Terkait:

  2. fajar efendi

    15 June, 2010 at 15:02

    Pringsewu: Berkembang Pesat di Jalur Pantura…………………. aduh susah jauh aku mau kesana ahh

  3. Sarana Internusa Tour & Travel Jogja

    17 June, 2010 at 09:22

    Selamat dan sukses selalu. Semoga selamanya Pringsewu Group bs mjd partner kerja dan bs menjembatani kami untuk bs menjalin kerjasama dgn customer.

  4. umam

    3 December, 2012 at 11:00

    Kemaren pas pulang kampung 30-11-12 baru saja singgah ke Resto PringSewu cabang Indramayu.
    Dari segi kebersihan, makanan, pelayanan sangat memuaskan. Disitu saya juga sempet nyobain beberapa permainan yang ada di Resto PS. Cuma ada sedikit masukan nih untuk PS cabang Indramayu, Kalo bisa ada solusi untuk ngebasmi nyamuknya, soalnya pas lagi santap makanan yang enak jadi sedikit terganggu sama keberadaan nyamuk2nya.hehehe
    Tapi Untuk yang lainnya sangat memuaskan singgah dan makan di Resto PringSewu.
    TerimaKasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top