Portal Lengkap Dunia Marketing

Salesmanship

Pre-Sale

Marketing.co.id – Indonesia benar-benar memasuki dimensi baru sebagai negara dengan daya beli yang tinggi. Pendapatan per kapita sebesar US$ 2.000 menciptakan golongan kelas menengah baru, termasuk para OKB (orang kaya baru) yang senang membelanjakan uangnya.

Salah satu yang paling merasakan manfaatnya adalah dunia hiburan. Artis-artis papan atas dunia kini mulai melirik pasar Asia dan Indonesia, setelah Eropa dilanda krisis. Sebut saja Justin Bieber, Iron Maiden, Katy Perry, Maroon 5, Music Bank (Korea), dan (yang akan datang) Aerosmith.

Yang menarik perhatian saya sekarang ini adalah kebiasaan dari promotor musik untuk menjual tiket pre-sale. Artinya tiket pertunjukan ini dijual jauh sebelum promosi besar-besaran dilakukan. Gilanya, 60%–70% tiket bisa terjual saat pre-sale tersebut, dan terkadang habis dalam hitungan menit atau jam.

Konsumen Indonesia dekade yang lalu bukanlah konsumen yang senang merencanakan sesuatu. Namun, berbeda pada masa sekarang, konsumen sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk menonton konser musik dan mereka sekarang sudah punya uang untuk membayar di depan. Apalagi jika diskonnya jauh dibandingkan harga sebenarnya.

Para marketer pun sekarang ini ramai-ramai ingin mengajarkan konsumen Indonesia agar lebih terencana mengatur sesuatu di masa depan. Jika semua konsumen membeli pada H-1, maka semua promotor musik bisa-bisa “jantungan” karena hanya menggantungkan semua penjualan dalam satu hari. Oleh karenanya, pre-sale dengan iming-iming diskon yang besar bisa menjadi daya tarik bagi konsumen.

Hal ini sebenarnya tidak hanya terjadi di industri musik. Di dunia properti, para pengembang menawarkan pre-sale unit sebelum launching penjualan. Airlines seperti AirAsia paling rajin menawarkan tiket sangat murah untuk penerbangan yang akan dilakukan jauh-jauh hari. Semakin awal Anda memesan, semakin murah harga yang diberikan. Namun jika membeli pada hari H-1, harganya terkadang sudah jauh di atas maskapai yang non-low cost carrier.

Saya pernah mendengar kabar bahwa sebagian besar dari calon penumpang yang jauh-jauh hari membeli tiket penerbangan sangat murah (bahkan sampai setahun sebelumnya) ternyata pada hari H tidak benar-benar “terbang”. Bisa jadi mereka lupa karena sudah kelamaan dan nilai uangnya tidak terlalu berarti untuk mereka.

Hal lain karena si calon penumpang mendadak harus melakukan pekerjaan yang tidak direncanakan sebelumnya. Acara-acara keluarga sampai bos Anda yang tidak ter-planning dalam bekerja menciptakan alasan nomor kedua ini. Bayangkan berapa uang yang bisa diperoleh dari tiket yang hangus?

Selain blessing in disguised dari ketidakhadiran, adanya pre-sale juga menciptakan banyak keuntungan bagi marketer. Pertama, pre-sale menciptakan deteksi dini atas keberhasilan atau kegagalan penjualan di masa mendatang.

Jika pre-sale Anda berhasil, penjualan Anda di masa mendatang diperkirakan juga akan mengalami kesuksesan. Sebaliknya, jika pre-sale Anda gagal, maka ada yang salah dengan strategi Anda. Mungkin promosi pre-sale Anda kurang greget, atau produk Anda memang tidak laku dijual.

Kedua, pre-sale juga bisa mengatur tensi dari para tenaga penjual Anda. Jika pre-sale Anda sukses, Anda tidak perlu meningkatkan dorongan dan tensi yang terlalu berlebihan kepada tenaga penjual Anda.

Sebaliknya, jika pre-sale Anda tidak sukses, saatnya Anda menciptakan dorongan dan tensi berlebih kepada para penjual. Paling tidak Anda juga lebih tidak stres karena bisa mendapatkan uang di depan yang meringankan Anda untuk menjalankan bisnis.

Ketiga, pre-sale bisa menjadi bahan riset karena kita bisa menilai hal-hal yang membuat mereka membeli produk atau jasa kita. Dengan demikian, kita bisa menentukan strategi ke depan, cara apa yang paling baik agar konsumen membeli produk kita.

Tentu saja hal yang paling berbahaya dalam pre-sale adalah ketidakmampuan Anda men-deliver apa yang sudah dibayarkan konsumen jauh-jauh hari. Oleh karena itu, sebaik-baiknya pre-sale Anda lakukan tidak akan berarti tanpa kemampuan untuk merencanakan dan menjalankan produksi dengan baik dan tepat waktu. Pre-sale hanyalah sebagai alarm yang membuat Anda harus benar-benar menepati janji dan deadline yang disepakati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top