Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Digital

Prabowo Vs Jokowi, Strategi Capres di Media Sosial

Prabowo Vs Jokowi, Strategi Capres di Media Sosial

Sumber: Jurnal 3

Memasuki masa pemilihan Presiden Republik Indonesia, pertarungan antar dua pasangan Prabowo – Hatta dan Jokowi – JK pun memasuki babak penentuan. Keduanya memang sangat memahami bahwa penting memanfaatkan media sosial untuk kampanye. Hanya saja, keduanya memiliki pendekatan yang cenderung berbeda.

Hal itu terbukti dengan munculnya berbagai akun media sosial yang berafiliasi dengan para capres. Sebut saja @Jokowi4me, @PDI_Perjuangan, @Relawan_Jokowi, juga @Jokowi4p yang hadir untuk membantu Jokowi. Sementara di kubu Prabowo, ada akun @Gerindra, @FansGerindra, @GarudaPrabowo, juga @GerindraDPDDKI.

Menurut Yose Rizal, Founder PoliticaWave, persaingan kedua calon presiden itu di media sosial sangat ketat. Perbandingan antara sentimen negatif, netral, dan positif relatif sama.

“Persaingan kedua kandidat ini sangat ketat. Bisa dilihat dari jumlah percakapannya di media sosial,” terang Yose Rizal.

“Karena sifat dan karakter pengguna internet selalu mencari informasi sendiri (googling, blogging, gabung di forum, dan semacamnya), maka para kandidat calon pasangan presiden harus menyiapkan counter berupa informasi untuk terus memberikan image positif (langkah meredam sentimen negative),” tambahnya.

Di sisi lain, perbedaan strategi antara Jokowi yang berduet dengan Jusuf Kalla, dengan Prabowo yang menggandeng Hatta Rajasa, terlihat dari cara mereka mengelola percakapan di media sosial.

Meski sama-sama aware akan kehadiran media publik ini, namun Jokowi lebih mengandalkan tim relawan. Sementara itu, Prabowo lebih mengandalkan akun media sosial yang terafiliasi dengan capres, meski keduanya sama-sama memilikinya.

“Prabowo didukung sama mereka yang terafiliasi dengan partai, jadi garis komandonya jelas dan rapi. Namun kekurangan, karena followers di akun tersebut terbatas, jadi jangkauan percakapannya tidak terlalu jauh. Percakapannya juga tidak terlalu besar,” terang Yose.

“Sementara Jokowi, karena lebih didukung sama relawan, jadi percakapannya sulit untuk diatur. Namun ia memiliki kelebihan dari jenis jangkauannya yang luas,” tambahnya.

Dari situ kita bisa lihat, bahwa;

Jokowi: Karena lebih mengandalkan relawan, maka pemahaman kontennya pun berbeda, sehingga dalam melakukan counter terhadap black campaign akan punya banyak jawaban. Jaringannya pun luas.

Prabowo: Konten media sosialnya kerap sama (tak banyak berbeda), jadi FAQ nya pun cenderung seragam, jangkauannya juga terbatas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top