Portal Lengkap Dunia Marketing

Artikel Riset

Potensi Pasar Produk Kecantikan di Indonesia

Para investor silakan berlomba berinovasi menciptakan produk kecantikan—skin care dan spa—berkualitas berbasis alami dan herbal. Apakah Anda tertarik?

Di tengah krisis global yang melanda dunia sejak akhir 2008 lalu, setiap orang jadi berpikir berulang kali untuk membelanjakan uangnya. Tetapi, di balik semua itu, didasari keinginan setiap wanita di dunia—yang ingin tampil cantik dan sempurna, mereka rela membelanjakan uang untuk membeli produk kecantikan dan kesehatan. Keinginan perempuan untuk tampil cantik dan terawat merupakan kebutuhan yang lahir secara natural dan bersifat universal.

Sejalan dengan meningkatnya kepercayaan diri serta peran perempuan di berbagai bidang, kebutuhan akan produk perawatan kulit (skin care) tumbuh semakin pesat. Situasi ini mendorong berbagai perusahaan yang bergerak di bidang beauty and personal care untuk terus berinovasi menciptakan produk berkualitas yang dicari konsumen untuk dapat memenangkan pasar.

Menurut analisis Spire Research and Consulting, dalam beberapa tahun terakhir ini, di Indonesia semakin marak munculnya beragam merek produk kecantikan, terutama produk perawatan kulit—produk perawatan tubuh (body care) dan produk body spa. Sebut saja Mustika Ratu dan Sari Ayu Martha Tilaar yang mewakili merek dalam negeri dengan harga cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk merek luar negeri, konsumen dihadapkan pada beragam merek dengan harga yang beragam pula, misalnya Shiseido, KOSE, Kanebo, SK-II, Clarins, La Praire, Sisley, Elizabeth Arden, Anna Sui, Clinique, Christian Dior, Estee Lauder, Givenchy, Guerlain, Orlane, Oriflame, Maybelline, Revlon, Body Shop, Face Shop, Skin Food, Yves Saint Laurent, dan masih banyak lagi.

Tren industri kecantikan berkembang pesat di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Negara ini secara umum diakui sebagai salah satu wilayah yang mengalami pertumbuhan paling cepat secara global untuk kategori pasar “cosmetic & toiletries”. Apalagi, dewasa ini Indonesia merupakan salah satu penyumbang kekuatan perekonomian di Asia. Industri kecantikan di Indonesia sangatlah luas dan menjanjikan, dengan pertumbuhan pangsa pasar yang juga amat menjanjikan di tahun 2009. Hal ini mendorong berbagai perusahaan kecantikan—seperti halnya L’Oréal—menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara prioritas dalam hal pengembangan pasar baru, bersama Cina, India, dan Brasil.

Kemajuan Produk Spa

Di Indonesia, jumlah usaha kecantikan sudah mencapai ratusan ribu. Jenis usaha ini pun makin beragam. Bukan hanya salon kecantikan dan pasar produk perawatan kulit, tetapi juga spa. Pasar produk perawatan kulit dan salon kecantikan diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang lebih stabil, sedangkan produk spa diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang lebih besar. Industri spa di Indonesia sudah berkembang cukup luas dari tahun ke tahun dan menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil. Berdasarkan data yang dikompilasi dari industri kecantikan global, industri spa dunia—termasuk Indonesia— mengalami peningkatan 7 persen setiap tahun.

Selain itu, mucul pula sebuah tren baru mengenai produk perawatan kulit maupun produk spa. Tren ini mengenai peningkatan permintaan dan lebih tingginya kesadaran konsumen akan produk spa yang berbasis bahan alami dan herbal. Indonesia memiliki nilai tambah akan hal ini karena negara kita begitu kaya akan rempah dan sumber daya alam yang aman untuk dijadikan produk perawatan kulit ataupun produk spa. Pabrik produk perawatan kulit di Indonesia pun berlomba berinovasi menciptakan produk berkualitas dengan bahan dasar tadisional yang berasal dari negeri sendiri.

Inilah yang membuat Indonesia, lewat Bali, terpilih sebagai “Tujuan Spa Terbaik Dunia 2009” versi majalah kesehatan International Senses. Kemajuan usaha spa di Indonesia ditunjukkan dengan adanya beberapa gerai yang terpilih sebagai yang terbaik di dunia. Kepala badan pengembangan ekspor nasional (BPEN) mengatakan bahwa beberapa gerai spa Indonesia juga mampu memperoleh penghargaan tingkat Asia (Spa Asia Award).

Pembangunan Pabrik Produk Perawatan Kulit Terbesar Se-Asia

Indonesia memiliki daya pikat untuk mengembangkan produksi produk perawatan kulit. Salah satu pemain di bidang perawatan pribadi dan kecantikan, PT Unilever Indonesia, berani berinvestasi untuk membangun pabrik terbesar dalam cakupan Asia, yaitu di Indonesia. Indonesia terpilih sebagai lokasi pembangunan pabrik ini setelah melalui tahapan-tahapan ketat yang diadakan oleh Unilever Global, yang tentunya dengan mempertimbangkan aspek-aspek bisnis, terutama daya saing iklim investasi.

 

Menurut hasil riset yang dilakukan, Indonesia masih menjadi tempat investasi yang sangat menarik dan potensial. Maurits Lalisang, Direktur PT Unilever Indonesia, berpendapat bahwa, “Meningkatnya pertumbuhan bisnis skin care tidak bisa dilepaskan dari peran serta kaum perempuan, baik itu konsumen, tenaga riset, pemasar, hingga pekerja pabrik. Pabrik ini dibangun sebagai bentuk komitmen kami terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan.”

 

Unilever sendiri berencana untuk mempekerjakan 60 persen pekerja perempuan dari total 1.000 karyawannya. Hal ini bertujuan agar Unilever mampu mendekatkan diri dengan para pekerja perempuan mereka, dan mampu menciptakan inovasi-inovasi yang tepat sasaran kepada konsumen Unilever—yang sebagian besar perempuan. Diharapkan, pembangunan pabrik ini mampu mendorong lebih jauh lagi sentimen positif terhadap iklim investasi di Indonesia. Produk perawatan tubuh yang termasuk dalam kategori produk perawatan kulit merupakan keluaran yang paling diminati, termasuk di dalamnya body wash, lotion, cream, scrub, mask, dan perawatan terkait. (Majalah MARKETING)

1 Comment

1 Comment

  1. Giadina

    14 March, 2012 at 11:26

    km semakin menagelikgn ajah akhir-akhir ini,, hal kayak getoh dibilang mau meng-ARAB-kan masyarakat indonesia???mau di-arab-kan yang bagaimana??apa cinta laura adalah duta ingris untuk meng_ingris_kan indonesia???hadoh-hadoh @ season lagi ., walaupun sebagian besar penduduknya beragama islam, indonesia tetaplah indonesia.seperti yang sudah dibilangin oleh temen-temen di atas,jangan samakan islam dengan arab, sebab islam datangnya dari Allah bukan dari bangsa arab.@ season lagioh begitukah pengalamanmu? perbuatan seseorang atau oknum jangan di generalisir boss.didaerahku saja yang katanya agamis bgt (baca:islam) dan orang-orangnya berwatak keras, gak pernah ada tuh kasus-kasus yang mengatasnamakan agama,, apalgi yang sampe mengalami penistaan. daerahku yang notabene 98 persen muslim tetep mengakui eksistensi yang non muslim. kami tetep berinteraksi dengan mereka dan kami gak mempermasalahkan keyakinan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top