Portal Lengkap Dunia Marketing

LIFESTYLE

Peringati Hari Obesitas Sedunia, Novo Nordisk Ingatkan Jangan Anggap Remeh Obesitas

Marketing.co.id – Berita Lifestyle | Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, 1 dari 3 orang dewasa Indonesia mengalami obesitas, dan 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Terkait itu, Novo Nordisk pun menggelar diskusi bersama media, dengan mengusung tema “Jangan Anggap Remeh Obesitas, si Penyakit Kronis Serius” yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Obesitas Sedunia 2021.

Novo Nordisk

dr. Fahad Jameel, Medical Director Novo Nordisk Indonesia mengatakan, bahwa obesitas merupakan penyakit kronis serius yang harus menjadi prioritas utama kesehatan masyarakat, mengingat hubungannya dengan banyak penyakit serius lainnya dan beban sosial ekonomi yang besar.

“Novo Nordisk berkomitmen untuk menjadikan obesitas sebuah prioritas kesehatan. Changing Obesity™ adalah komitmen jangka panjang kami bersama dengan berbagai rekan kami, untuk meningkatkan kehidupan para penderita obesitas dengan mengubah bagaimana sektor kesehatan di dunia melihat, mencegah, dan menangani obesitas,” imbuh dia.

Meskipun belum menjadi prioritas dibandingkan dengan penyakit lain, obesitas telah menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan risiko finansial yang semakin mahal bagi negara. Dengan lebih dari 800 juta orang di dunia yang mengalami obesitas, konsekuensi medis dari obesitas akan mencapai lebih dari 1 triliun dollar AS pada tahun 2025.

Baca juga: Penyakit Jantung Menyerang Usia Muda, Apa Solusinya?

“Obesitas di Indonesia melonjak dengan mengkhawatirkan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga menunjukkan bahwa tren masalah berat badan pada orang dewasa Indonesia telah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat, dari 19,1% pada 2007 hingga 35,4% pada 2018,“ ujar dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI.

Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengatakan, menganggap bahwa obesitas adalah akibat kesalahan individu karena terlalu banyak asupan dan kurang berolahraga adalah kekeliruan yang umum terjadi. Pada kenyataannya, obesitas adalah berat badan berlebih yang diakibatkan oleh berbagai faktor genetik, psikologis, sosiokultural, ekonomi, dan lingkungan.

“Seperti penyakit kronis lainnya, tidak ada solusi yang mudah untuk menangani obesitas. Obesitas adalah penyakit multifaktor yang membutuhkan pendekatan dari berbagai segi, termasuk pengaturan nutrisi, aktivitas fisik, intervensi psikologis, dan juga obat-obatan atau tindakan operatif apabila dibutuhkan,” ujar Prof. Suastika.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Prof. Dr. dr. Nurpudji Taslim, Sp.GK (K), MPH juga memaparkan mengenai peningkatan konsumsi makanan olahan. Sayangnya, lebih dari 60% orang dewasa mengonsumsi mi instan dan camilan yang digoreng setiap minggu. Anak-anak pada umumnya juga mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah yang lebih sedikit dari yang mereka butuhkan, dan merekamengonsumsi lebih banyak makanan tidak sehat, yang seharusnya mereka hindari.

“Obesitas adalah salah satu risiko terbesar untuk keparahan COVID-19. Kondisi obesitas ditambah paparan COVID-19 akan membuat seseorang berisiko 113% lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit, 74% lebih tinggi untuk harus menjalani perawatan ICU, dan 48% lebih tinggi terhadap risiko kematian,” Prof. Nurpudji.

Cut Putri menambahkan, untuk mengurangi angka obesitas di Indonesia, perlu dilakukan diagnosa kasus sedini mungkin untuk memberikan penanganan yang lebih baik. Adanya Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di masyarakat untuk memberikan edukasi tentang kebiasaan hidup sehat yaitu ‘CERDIK’: Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik olah raga, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Termasuk juga mempromosikan ‘Gerakan Masyarakat Hidup Sehat’ (GERMAS).

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Berita Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top