Perhatikan Lokasi Usaha agar Bisnis Makin Cuan

Marketing.co.id – Berita Properti | Salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan properti Tanah Air jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar. Selain itu, Indonesia berada di peringkat tujuh sebagai negara yang warganya paling doyan berbelanja setelah Cina, Amerika Serikat, India, Jepang, Jerman dan Rusia.

Berdasarkan data Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli saat ini, Indonesia menempati posisi ketujuh dari sepuluh negara yang memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia, yakni sebesar US$4,02 triliun. Posisi Indonesia mengalahkan Brasil dan Inggris yang berada di urutan kedelapan dan kesembilan.

Frekuensi dan nilai nominal yang dibelanjakan orang Indonesia stabil pada Agustus sampai September 2023. Namun, ada fenomena menarik di mana masyarakat banyak menghabiskan duit untuk nonton konser dan memenuhi gaya hidup.

Data Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan indeks frekuensi belanja pada awal September 2023 ada di angka 386,8, sementara indeks nilai belanja di 164,9. Sebagai perbandingan, frekuensi belanja masyarakat ada di angka 360 dan nilai belanja ada di angka 163,5 pada Juli 2023. Penguatan nilai dan frekuensi belanja juga ditopang oleh tabungan kelompok menengah dan atas yang relatif stabil.

“Tren belanja lifestyle meningkat drastis di 2023, terutama ditopang oleh semakin maraknya konser (event), travelling, dan konsumsi internet. Kelihatan sekali men-drive pertumbuhan daya beli,” tutur Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono, dalam laporannya Mandiri Institute: Perkembangan Belanja Masyarakat Terkini edisi 3 September 2023.

Paling potensial Jakarta di mana 40 persen warganya merupakan kelas menengah dan 20 persen kelas atas. Mereka umumnya menjadikan kegemaran berbelanja sebagai lifestyle. Tapi dalam tujuh tahun terakhir pertumbuhan pusat belanja bergeser ke wilayah pinggiran Jakarta.

Baca juga: Pondok Indah Mall Jadi Pusat Perbelanjaan Indonesia Pertama yang Mengadopsi Solstice® ZD

Tangerang yang berbatasan langsung dengan wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, terus bertransformasi menjadi salah satu pilihan tempat tinggal dan berbisnis bagi masyarakat urban. Sebagai salah satu kota penyangga Jakarta, Tangerang terus dipercantik dengan sejumlah daya pikat infrastruktur yang sangat masif dibangun.

Kabupaten Tangerang terus bertransformasi menjadi kota metropolitan baru, di mana beberapa kota satelit telah dikembangkan di wilayah dengan populasi mencapai 3,9 juta jiwa ini, seperti Gading Serpong, BSD City, CitraRaya, Paramount Petals dan sebagainya.

Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar, mengungkapkan kota satelit tersebut mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, Kabupaten Tangerang mengalami pemulihan lebih cepat terhadap dampak pandemi Covid-19 di 2020, di mana pertumbuhan ekonomi pada 2022 menyentuh angka 4,75 persen.

Dia mengungkapkan, salah satu yang menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi tersebut, yakni bergairahnya sektor properti di Kabupaten Tangerang. “Sebetulnya, proyeksi sebelum pandemi 2022 bisa mencapai 6 persen lebih. Tapi dua tahun berhadapan dengan pandemi, sekarang waktunya recover terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” ungkap dia belum lama ini di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

The New Fashion

Untuk sektor ritel atau pusat perbelanjaan (mal), sejak tahun 2018 sektor food and beverage (F&B) telah menjadi new fashion. Tahun 2015 sempat ada moratorium untuk mal di Jakarta sehingga tidak ada lagi suplai mal baru. Namun hal ini membuat supporting mal atau mal-mal kecil dengan tema khusus bermunculan menerus hingga saat ini.

Wilayah Tangerang, Banten, menjadi kawasan yang paling berkembang untuk sektor mal dengan porsi lebih dari 50 persen dari seluruh mal di Jabodetabek. Komplek komersial serupa mal baru pada tahun 2023 diluncurkan ke publik, yaitu Manhattan Square di Gading Serpong. Kendati pembanguannya masih berjalan, animo masyarakat diklaim pengembangnya sangat membludak.

Dalam sepuluh tahun terakhir Gading Serpong memang mengalami kemajuan pesat. Kawasan seluas 2.000 hektar itu seolah sedang mempersiapkan diri untuk pertumbuhan di berbagai bidang, bukan hanya hunian, melainkan juga bisnis. Kawasan tersebut kini berkembang menjadi roda ekonomi baru di wilayah Tangerang, dengan berbagai potensi bisnis di dalamnya. Tidak heran tren kenaikan permintaan sektor properti komersial di wilayah tersebut terus tumbuh.

Menjawab peluang para pelaku bisnis, Paramount Land kembali berinovasi dengan menghadirkan konsep ruko dengan view danau cantik di Tangerang Raya. Dengan nama Sorento Grande-East, kawasan ini mengadaptasi konsep green development dan menjadikannya berbeda dengan ruko yang biasanya menjadi andalan pengembang properti untuk kawasan bisnis.

Area komersial baru ini berada tepat di tengah pusat bisnis dan kuliner viral dengan lebih dari 250 bisnis aktif yang tersebar dari ruko Maggiore, Omaha, Sorrento, Pisa Grande, Mendrisio, hingga Alicante. Lokasinya di sisi selatan Gading Serpong yang berbatasan persis dengan BSD City. Kalau Anda berkunjung ke kawasan ini, jangan kaget dengan hiruk-pikuk kegiatan bisnis di koridor ini. Ruko-ruko hidup dan padat terisi. Lalu lintas kendaraan juga riuh, bahkan dilalui 6.500 kendaraan bermotor per jam nya.

Sorrento Square Gading Serpong
Sorrento Square Gading Serpong

Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land dalam acara Product Knowledge Sorrento Grande-East beberapa waktu lalu menuturkan, “Memasuki kuartal III tahun 2023, Paramount Land melihat demand akan produk komersial terutama di selatan Gading Serpong masih sangat tinggi. Area komersial ini telah menjadi pusat bisnis dan kuliner yang sangat viral dan ramai, di mana area ini telah mencatat lebih dari 570 unit penjualan area komersial, dengan tingkat okupansi bisnis yang sangat tinggi, serta value bangunan dan capital gain yang terus meningkat,” paparnya.

Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa kawasan ini sangat diminati pebisnis, di antaranya: biaya sewa semakin tinggi, yang merupakan ciri tempat usaha yang sukses; kelas ekonomi penghuni di sekitar area ini yang tinggi; infrastruktur dan utilitas kawasan yang sangat baik; jarak dengan kompetitor yang berdekatan; kemudahan tempat parkir; tingkat keramaian kendaraan; desain bangunan yang menarik dan sesuai zamannya; tingkat kepadatan usaha; serta aksebilitas yang tinggi.

“Hal ini dibuktikan dari peluncuran produk-produk komersial Paramount Land, termasuk Sorrento Grande-West, yang langsung terjual habis dengan jumlah waiting list yang sangat tinggi pada hari penjualan perdananya di pertengahan tahun 2023. Maka itu kami sangat percaya diri meluncurkan Sorrento Grande-East dengan konsep yang sesuai kebutuhan masyarakat pada masanya dan keunikan yang tidak dapat ditemukan di produk komersial lainnya,” tambah Nawawi.

Sorrento Grande-East terdiri dari 156 unit dengan Rp1,8-3,6 miliaran per unit (sudah termasuk PPN). Tersedia berbagai promo cara pembayaran, mulai dari Tunai Keras, KPR DP 5% 1x, Tunai Bertahap DP10% 1x, Tenor 18x, harga khusus KPR DP 5% 3x dan KPR DP 10% 3x hingga Tunai Bertahap dengan tenor dan angsuran ringan.

Baca juga: Ramai Isu Polusi Udara, Premier Promenade Hadirkan Hunian Berkonsep Hijau di Selatan Jakarta

Ada Akses Baru

Norman Daulay, Direktur Paramount Land, menambahkan, area komersial ini dikelilingi lebih dari 40 klaster terhuni dan beragam fasilitas kota, seperti sekolah, apartemen, pusat perbelanjaan, dan hotel. Beberapa pengembangan jalan yang sedang dilakukan, di antaranya jalur alternatif ROW 28 ke sisi timur Gading Serpong, jembatan baru yang menyambung langsung ke Jalan Raya Serpong (via RSI Asshobirin), dan akses Jalan Raya Serpong menuju kampus UMN, yang akan semakin meningkatkan exposure area ini dari berbagai sisi.

“Area ini memiliki lokasi istimewa yang berbatasan langsung dengan Situ Cihuni, danau seluas 32,34 ha yang akan segera direvitalisasi oleh Pemerintah kabupaten Tangerang melalui Dinas PUPR pada tahun 2026. Hal ini menjadikan Sorrento Grande-East sebagai area komersial pertama di Gading Serpong yang memiliki lake view, yang tentunya akan menambah value produk ini. Kedekatan lokasi dengan fasilitas pendidikan dan hunian premium Matera Residences, di mana captive market telah terbentuk, semakin membuka peluang para pebisnis untuk mengembangan bisnis mereka di sini,” paparnya panjang.

Memanfaatkan lokasi lahan yang istimewa, Sorrento Grande-East menawarkan konsep bangunan modern tropis dengan lake view, di mana bangunan memiliki bentuk simpel yang memudahkan penempatan commercial signage, dilengkapi terrace dengan railing kaca, kanopi kaca, dan material aluminium.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here