Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Ad Madness

Perbedaan Istilah : Brand Consultant, Graphic Designer & Advertising Agent

Saat ini, kemudahan teknologi digital grafis semakin mengaburkan istilah antara brand consultant, graphic designer dan advertising agent. Apalagi ada juga yang seolah menyatukan semua istilah tersebut ke dalam satu ranah, yaitu desain grafis!

Mungkin Anda pernah mendengar percakapan seperti ini : “Mau mengembangkan brand? Ya, ke si A saja, dia bisa desain” atau “Mau buat iklan? Ya ke dia saja, dia bisa desain”

Begitulah kira-kira percakapan sehari-hari di antara teman-teman dan tidak jarang saya temui, baik dalam dunia nyata atau dunia maya, ada suatu usaha yang melayani tiga hal tersebut sekaligus. Dan lebih banyak lagi orang pelaku usaha yang tidak mengetahui bahwa ketiga istilah tersebut sebenarnya memiliki garis pemisah yang tegas.

Kalau saya ibaratkan dalam satu struktur tubuh, maka kira-kira brand consultant adalah bagian kepala, graphic designer adalah tangan dan advertising agent adalah kakinya.

Begini, sebagaimana bagian kepala tubuh manusia, maka sudah pasti peran suatu brand consultant di sini adalah sebagai perancang brand itu sendiri. Dia menganalisis, mengevaluasi dan menyusun strategi yang tepat tentang bagaimana brand tersebut dapat sampai pada stakeholder perusahaan dan tentu saja bisa bertahan dalam persaingan yang ketat.

Sementara, pihak desainer grafis adalah tangan yang akan mengaplikasikan strategi yang sudah dibuat oleh perancang brand ke dalam beberapa materi grafis visual yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya. Tanpa strategi yang sudah disepakati oleh perancang brand, seorang desainer grafis tidak akan bisa bekerja dengan sempurna, begitu juga sebaliknya seorang perancang brand tidak akan bisa mewujudkan keinginannya untuk menampilkan brand tersebut secara menarik tanpa adanya perancang grafis.

Nah, setelah rancangan grafis yang sudah sesuai dengan rancangan brand selesai, maka selanjutnya kita perlu “kaki” yang akan menyampaikannya kepada target. Itulah tugas agensi periklanan. Bahkan lebih dari sekedar menyampaikan, suatu agensi periklanan juga sebaiknya bisa memberikan masukan kepada perancang brand dan perancang grafis tersebut kemana seharusnya “kaki” itu melangkah agar tujuan brand tersebut bisa sampai pada targetnya, bukan malah hanya berlaku sebagai “kaki” yang penurut meski jalan yang diambil juga salah. Intinya, agensi periklanan itu harus kritis. Karena dia memegang peranan penting agar tujuan brand tersebut bisa berhasil.

Jadi, jelas bukan bahwa tiga pekerjaan tersebut tidak bisa dilakukan oleh satu agensi atau satu orang? Serahkanlah masing-masing tugas tersebut kepada ahlinya masing-masing. (DZR)

This article powered by eXo Digital Agency. eXo is a digital media agency serving local and international brands ranging from SME (small and medium enterprises) to multinational companies from various industries. We are an all-round agency with tremendous experience in digital activation, social media, search engine marketing, interactive game, web and software development.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top