Penderita Intoleransi Laktosa Tetap Bisa Minum Susu dengan Aman

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Marketing.co.id  –  Berita Consumer Goods | Pernahkah Anda merasakan perut kembung, kram perut, mual, diare, dan sering buang angin setelah mengonsumsi susu dan produk susu dan olahannya. Kalau ya, Anda jangan buru-buru mengambil kesimpulan sebagai penderita alergi susu, karena besar kemungkinan Anda hanya mengalami intoleransi laktosa.

Pada penderita intoleransi laktosa, tubuh tidak menghasilkan enzim laktase dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, laktosa yang tidak tercerna, masuk ke usus besar dan terfermentasi oleh bakteri. Kondisi ini menimbulkan keluhan seperti perut kembung, kram perut, mual, diare dan sering buang angin.

Sementara alergi susu terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terdapat pada susu. Bukan hanya gangguan saluran pencernaan, alergi susu juga dapat menimbulkan reaksi atau gejala lainnya, seperti ruam kemerahan yang terasa gatal dan sesak napas.

Baca juga: Yogurt Dengan Protein A2 Jadikan Pencernaan Lancar

“Intoleransi laktosa bukan alergi susu. Keduanya memiliki gejala yang sama, namun kondisinya sama sekali berbeda. Intoleransi laktosa adalah masalah pencernaan sedangkan alergi susu melibatkan sistem kekebalan tubuh. Jadi, sementara intoleransi laktosa dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan, itu tidak akan menghasilkan reaksi yang mengancam jiwa sebagaimana yang mungkin dihasilkan oleh alergi,” jelas dr. Adam Prabata, dokter umum.

Gejala Intoleransi Laktosa

Gejala intoleransi laktosa tergantung pada frekuensi dan jumlah laktosa yang dikonsumsi. Semakin banyak laktosa yang dikonsumsi, semakin banyak gejala yang akan dialami. Gejala intoleransi laktosa dapat terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah minum susu atau makan produk olahannya dan berkisar dari ringan hingga berat.

Susu UHT Cimory
Susu UHT Cimory Bebas Laktosa

Menurut National Institute of Diabetes dan Digestive and Kidney Disease (2014), gejala intoleransi laktosa yang terus berulang, akan berdampak terhadap kecukupan nutrisi karena susu dan produk olahannya mengandung nutrisi penting seperti kalsium, vitamin A, B12, dan vitamin D. Nutrisi lainnya seperti protein pada susu dan produk olahan susu, merupakan sumber nutrisi yang esensial bagi metabolisme.

dr. Adam menegaskan, kemungkinan besar, intoleransi laktosa bersifat jangka panjang dan penderita perlu mengubah pola makan mereka untuk menghindari gejala. Penanganan intoleransi laktosa, kata dr. Adam, juga tergantung pada sejauh mana gejala yang dialami.

“Untuk membantu meringankan gejala jika atau ketika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa, dokter Anda dapat merekomendasikan suplemen enzim laktase yang dijual bebas. Namun, intoleransi laktosa tidak berarti Anda tidak bisa menikmati produk susu dan olahannya. Anda masih bisa mengonsumi produk susu bebas laktosa termasuk susu bebas laktosa, keju, dan yogurt,” lanjut dr. Adam.

Susu UHT Cimory Bebas Laktosa

Farell Sutantio, Presiden Direktur Cimory mengatakan, Cimory sebagai produsen produk makanan dan minuman kemasan berbasis susu, mengedepankan riset, inovasi dan ilmu pengetahuan sehingga sebagai perusahaan, Cimory bisa terus beradaptasi dengan perubahan dan tren yang terjadi.

Berangkat dari Cimory Fresh Milk yang terbuat dari susu segar dengan bahan-bahan yang diproses menggunakan standar proses yang canggih, kini Cimory menghadirkan Susu UHT Cimory Bebas Laktosa. Produk susu UHT ini mengandung 100% kebaikan susu sapi namun bebas laktosa. Adapun keunggulan Susu UHT Cimory Bebas Laktosa yakni rasanya yang segar, creamy, dan manis alami. Biasanya keluhan konsumen ketika mengonsumsi susu bebas laktosa adalah rasa dan teksturnya yang tidak seperti susu biasa.

Baca juga: Luncurkan Rasa Mocha, MilkLife Kampanyekan #BeraniMinumSusu

“Kebanyakan orang dewasa atau sekitar 68% dari populasi dunia, mengalami malabsorpsi laktosa. Intoleransi laktosa dapat membuat Anda sangat tidak nyaman, tetapi perubahan kecil dalam pola makan Anda dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Dalam hal ini, produk terbaru Cimory hadir sebagai solusi dengan Susu UHT Cimory Bebas Laktosa untuk mendukung kecukupan nutrisi Anda yang tidak toleran laktosa,” papar Farell.

Lidwina Tandy, Marketing Manager Cimory menambahkan, 95% orang Asia menderita intoleransi laktosa, dan Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat toleransi laktosa tertinggi. Hal ini mengindikasikan tingginya kebutuhan produk susu bebas laktosa.

“Susu UHT Cimory Bebas Laktosa diproduksi dengan penambahan enzim laktase agar kemudian mudah diresap oleh tubuh menjadi sumber energi, sehingga mereka yang tidak toleran laktosa, bisa tetap memenuhi kebutuhan nutrisi yang terdapat pada susu dengan aman dan nyaman,” tutup Lidwina.

Susu UHT Cimory Bebas Laktosa dapat dijumpai di toko, minimarket, dan supermarket terdekat. Jika Anda masih penasaran dengan produk ini bisa mengakses laman https://cimory.com/ atau https://www.instagram.com/cimoryindonesia/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here