Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Tokoh Bicara

Pemimpin Wanita Bukan Ancaman, Tapi Sebagai Penyeimbang (1)

Marketing.co.id – Tanpa harus melupakan kodratnya, wanita mampu meraih sukses di keluarga dan karier. Apa saja kelebihan wanita sebagai pemimpin, dan benarkah wanita lebih mengutamakan intuisi dalam memimpin?

Wanita dan pria memiliki hak yang sama, termasuk hak untuk menjadi pemimpin di suatu organisasi. Namun, ada sejumlah isu yang terkesan menyudutkan wanita, antara lain wanita lebih dominan sisi emosionalnya, peran ganda sebagai ibu dan wanita karier menyebabkan kurang optimal dalam memimpin, dan kesuksesan wanita dalam memimpin akan menjadi ancaman bagi pria.

Kesampingkan dulu berbagai isu di atas. Memangnya apa kelebihan wanita dibandingkan pria jika diberi kesempatan untuk memimpin? Menurut Johanna Gani, CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia, pemimpin wanita lebih peka dibanding pria. Dengan intuisi yang kuat, wanita juga dapat merasakan jika ada hal yang kurang sesuai terjadi di perusahaan, atau sebaliknya; memiliki business sense yang dapat membantu perusahaan tumbuh lebih cepat.

Dalam banyak hal, wanita juga dapat membuktikan diri lebih fokus dibandingkan pria. Karena pada dasarnya, wanita harus menangani banyak hal, termasuk mengurus rumah tangga dan keluarga, yang membuatnya terbiasa mengerjakan beberapa hal sekaligus (multi-tasking). Karena itu, tanpa melupakan kodratnya, wanita mampu bertanggung jawab mengurus rumah tangga sambil membangun karier. Hal ini dipermudah oleh teknologi, sehingga wanita bisa meraih sukses ganda, yakni sukses di keluarga dan karier. Meskipun demikian, dia tetap mendukung wanita yang selalu mengutamakan keluarga.

“Kekuatan wanita juga adalah sifat nurturing yang dimiliki, sehingga ketika menjadi pimpinan, wanita akan membuat orang-orang di dalam organisasi tersebut tumbuh dan berkembang, dan tentunya akan menghasilkan kesuksesan bagi organisasi,” urai Johanna melalui surel.

Betulkah wanita lebih mengedepankan sisi emosional dan intuisi ketimbang rasio dan analisis? Jawabannya bisa ya dan bisa tidak. Namun, dia mengakui wanita memiliki emosi yang lebih dalam. Tapi seiring kemudahan untuk mengakses informasi, wanita zaman sekarang sangat mempertimbangkan rasio dan analisis sebelum mengambil keputusan. “Wanita hanya perlu diingatkan untuk mengelola emosi dan intuisinya seimbang dengan rasio dan analisisnya, serta menggunakan intuisinya sebagai kekuatan,” imbuh dia.

Johanna Gani, CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia. Foto: Ist.

Di beberapa sektor, wanita dan pria sudah mempunyai peluang yang sama (setara) untuk menjadi pemimpin. Meski belum merata di semua sektor, ini tentu kabar baik bagi wanita. Masih banyak area yang dapat ditingkatkan untuk meraih kesetaraan antara wanita dan pria di berbagai industri.

Mengutip hasil riset terbaru Women in Business Report 2020 yang dilakukan Grant Thornton Indonesia, tercatat baru 37% perusahaan yang memiliki pemimpin wanita di jajaran posisi manajemen senior. Riset terhadap para pelaku bisnis di Indonesia itu juga mengungkap bahwa masih ada 9% dari total 125 perusahaan yang disurvei tidak memiliki wanita pada jenjang manajemen senior. “Jika dilihat dari hasil beberapa tahun terakhir, kesetaraan peluang antara wanita dan pria di dunia bisnis Indonesia sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya, namun masih bisa lebih baik lagi ke depannya.”

Editor: Hanantiwi Adityasari

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top