Peduli Lingkungan, Warga Jabodetabek Siap Patuh Terapkan Uji Emisi

Marketing.co.id – Berita Otomotif | Pelan namun pasti, kesadaran masyarakat terhadap uji emisi mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dalam dua riset yang dilakukan Populix dan Vital Strategis terhadap pengguna kendaraan di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Hasilnya, 47% responden menyatakan cukup mengetahui tentang uji emisi. Sementara, 20% lainnya bahkan telah mencari informasi lebih mendalam terkail prosedur dan pentingnya uji emisi.

Secara umum, 67% masyarakat telah sadar akan adanya uji emisi, meningkat 2% dibandingkan survei sebelumnya. Terlihat juga bahwa tingkat kesadaran tertinggi ditemukan di wilayah Jakarta, menunjukkan bahwa penduduk Jakarta semakin peduli terhadap dampak pencemaran udara.

Senior Researcher Populix Aini Devi Agustian mengatakan, mayoritas responden di wilayah Jabodetabek memberikan respon positif terhadap penerapan uji emisi untuk meningkatkan kualitas udara. Hasil survei menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap uji emisi juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya hanya 16% menjadi 23%.

Pemberlakuan sanksi tilang terhadap kendaraan yang tak lolos uji emisi juga tak sepenuhnya ditolak. Lebih dari setengah responden setuju penerapan tilang, namun kesetujuan lebih tinggi pada penerapan sanksi tilang elektronik ketimbang tilang manual.  “Perbandingannya kesetujuan tilang manual hanya 59% sedang tilang elektronik (ETLE) sampai 71%,” tambah Aini.

Dalam survei ini tak seluruh masyarakat yang mengetahui jika sanksi tilang bagi yang tak lolos uji emisi telah diatur dalam UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas. Hanya 28% responden yang tahu jika sanksi ini sudah diatur sejak lama, bukan sejak 2023 saat sanksi ini berupaya diterapkan di DKI. Sisanya menilai sanksi berlaku setelah polusi udara Jakarta mencuat.

Senior Country Coordinator Vital Strategies Chintya Imelda Maidir menambahkan, riset ini untuk mengkaji sikap dan perilaku pengguna kendaraan Jabodetabek terkait uji emisi untuk mendapatkan gambaran hambatan (barrier) penerapan uji emisi, hingga hal apa yang harus didorong untuk meningkatkan kepatuhan.

“Dalam dua kali riset, kami melihat kesadaran akan dampak lingkungan cukup tinggi, dan potensi untuk kepatuhan itu juga bagus, misalkan jika kita membandingkan bagaimana opini publik sebelum program atau kegiatan uji emisi,” kata Imelda.

Meskipun terdapat peningkatan kesadaran dan kepatuhan, masih ada sebagian masyarakat yang belum melakukan uji emisi. Dalam survei ini, sekitar 48% pengguna kendaran belum pernah melakukan uji emisi sama sekali. Alasan mereka tidak melakukan uji emsi, di antaranya terkendala biaya uji emisi dan kurangnya informasi terkait proses uji emisi.

Riset ini juga menemukan bahwa kepatuhan atas uji emisi juga dipengaruhi oleh sedikitnya lokasi uji emisi terutama bagi pengguna kendaraan yang berasal dari Bodetabek, tidak seragamnya biaya uji emisi dan kebingungan mereka menemukan tempat uji emisi resmi.

Aini Devi juga menekankan pentingnya terus mensosialisasikan mengenai manfaat uji emisi untuk mendorong tingkat kepatuhan. “Dalam riset, kami menemukan jika dampak personal, atau sesuatu yang menimpa diri individu, akan lebih mudah mendorong tingkat kepatuhan. Sehingga, manfaat uji emisi bagi kesehatan mesin kendaraan juga penting diketahui masyarakat umum dan terus disosialisasikan, selain manfaatnya bagi lingkungan,” pungkas Aini.

Riset ini dilakukan Populix dan Vital Strategies untuk mendukung upaya pemerintah DKI Jakarta mengurangi tingkat pencemaran udara di Ibukota dengan menerapkan uji emisi kendaraan sebagai salah satu langkah proaktif. Uji emisi menjadi fokus utama untuk menilai dan memastikan kendaraan yang beroperasi di wilayah perkotaan memenuhi standar emisi yang telah ditetapkan.

Penelitian dilakukan melalui survei perilaku pengguna mobil dan motor pribadi yang bermobilitas di Jakarta, baik yang berasal dari Ibukota maupun daerah satelitnya (Bodetabek). Survei ini diadakan pada dua periode, yakni pada 18-22 September 2023 dan 28 Desember 2023-5 Januari 2024. Masing-masing responden berjumpah 604 responden di survei pertama dan 622 responden pada survei kedua. Secara umum, responden yang ditemukan pada kedua survei memiliki karakteristik yang mirip.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.