Portal Lengkap Dunia Marketing

Lifestyle

Pasar Milenial Ujung Tombak Bisnis di Tahun Politik

Perang dagang dua raksasa AS dan Tiongkok, ditambah dengan atmosfer tahun politik, diperkirakan akan menyebabkan krisis atau sekurangnya membawa dampak pertumbuhan ekonomi yang stagnan. Industri properti adalah salah satu sektor yang diperkirakan akan terkena imbasnya.

Adhi Commuter Properti (ACP), salah satu anak perusahaan Adhi Karya yang menggarap proyek LRT City. Bagaimana dampak perekonomian yang stagnan terhadap pengembangan LRT City yang baru saja dikembangkan.

Tahun politik dan segmen pasar

Bagi bisnis tahun politik sangat menentukan arah bisnis mereka. Beberapa bisnis mungkin akan wait and see. Namun, berkaca dari pengalaman pemilu 2014, Amrozi Hamidi, Direktur Utama ACP optimis suasana tahun politik tak akan begitu memengaruhi bisnis LRT City.

LRT City sendiri adalah konsep hunian Transit Oriented Development (TOD) dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata ruang campuran (mixed use), maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti LRT, mengusung keunggulan utamanya yaitu 0 KM dari stasiun LRT.

Di awal penjualan, konsumen LRT City 60-70% adalah investor. Namun, seiring waktu berjalan hingga tiga bulan terakhir persentase pasar investor menyusut hanya tinggal 20% dan sisanya adalah pasar keluarga mapan, keluarga muda, dan milenial.

“Penjualan kami dari para investor itu berkurang, justru konsumen kami saat ini adalah milenial,” terang Amrozi.

Menurut Amrozi, wait and see mungkin berlaku untuk pasar menengah ke atas seperti investor. Namun berhubung pasar LRT City kini didominasi oleh menengah dan menengah ke bawah – milenial, maka wait and see sepertinya tidak berlaku. Bisa dikatakan milenial menjadi ujung tombak bisnis properti di tahun politik dan perang dagang yang memanas.

Ditambah lagi, sekitar Maret hingga Mei kereta sudah datang. Meski tetap memantau keadaan di tahun pemilu, namun datangnya kereta menjadi opportunity bagi ACP untuk bergerak maju sementara bisnis properti lainnya secara umum wait and see.

“Dari awal, pembangunan kami selalu berbasis pada penjualan. Jadi kalau Anda melihat proyek ACP jalan terus itu artinya penjualan kami oke,” Lanjut Amrozi sumringah.

Di awal memang ACP harus mengeluarkan dana membangun infrastruktur, baru kemudian dilakukan pembangunan properti. Begitu ada perizinan, proyek bisa langsung berjalan.

“Semester pertama tahun ini ada pemilu, mungkin akan ada sedikit perlambatan karena masih ramai-ramainya. Tapi catatan bank kan uang yang beredar sangat tinggi. Jumlah pembelanjaan makin tinggi,” jelas Amrozi.

Menurutnya kini pasar sudah cerdas, mereka tahu kawasan-kawasan yang berkonsep transportasi berpotensi cepat berkembang. Ditambah lagi produk propertinya cocok bagi para milenial yang  cenderung jarang memiliki kendaraan pribadi, suka pakai ride sharing, suka backpacker, naik kendaraan umum, dan suka nongkrong.

Garap pasar milenial

Amrozi mengungkapkan bahwa pasar milenial adalah mereka yang membeli properti senilai 600 juta ke bawah . Ke depannya properti semacam ini dengan rentang harga di bawah 600 juta akan diminati oleh pasar yang didominasi milenial. Menurut Amrozi salah satu alasan mereka mau membeli properti LRT City adalah karena dekat dengan transportasi umum yaitu LRT.

Pasar milenial dirasa luar biasa bagi Amrozi. Mereka generasi yang tech savvy, mobile, dan suka hangout. Pengeluaran mereka setiap bulan pun terhitung besar yang akan sangat bagus bila digunakan untuk mencicil.

Amrozi menuturkan memang ada ketimpangan antara pertumbuhan gaji dengan harga properti, di mana gaji tumbuh rata-rata 7-10% per tahun sedangkan harga properti tumbuh 15-20%.

“Saya pikir kalau milenial ini tidak disadarkan, mereka tidak akan bisa beli rumah. Pertumbuhan gajinya dibanding dengan pertumbuhan properti gap nya jauh,” ujarnya.

“Akhirnya kita kerja sama dengan bank lewat program DP 0%. Nah, program ini kita manfaatkan benar, kita buat program cicilan 100 ribu   perhari bisa dapat apartemen. Responnya sangat bagus,” lanjutnya.

‘0 kilometer’ menjadi keunggulan utama LRT City untuk menggoda konsumen. Keunggulan lain yang ditawarkan adalah kekuatan konsep, di mana setiap kawasan LRT City disesuaikan dengan kebutuhan komunitasnya. Kawasan sentul misalnya, menjadi tujuan bagi mereka yang ingin bersantai. Oleh karena itu konsep yang ditawarkan adalah rekreasi.

Adapun di Ciracas konsepnya lifestyle dan di Cisauk konsepnya community living. Kekuatan konsep inilah yang membedakan LRT City dengan bisnis properti lainnya. Kini LRT City sudah memiliki delapan kawasan dan rencananya tahun depan akan ada empat kawasan baru yang akan dirilis. “Tahun depan kita targetkan naik tumbuh 50%. Jadi target kita 150%,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top