Portal Lengkap Dunia Marketing

DIGITAL & TECHNOLOGY

Pandemi Lahirkan Cara Kerja Baru Bernama Hybrid Working

Marketing.co.idBerita Digital & Techno | Perusahaan komunikasi global Plantronics, Inc. (“Poly” – dahulu Plantronics dan Polycom) merilis laporan baru yang menyorot pergeseran dari “tempat” ke “tujuan” bekerja. Hal ini terjadi saat perusahaan merespon krisis Covid-19, mendesain ulang operasi, dan menciptakan ulang cara mereka bekerja. ­Co-working space di luar kota, ruang kerja di rumah yang ergonomis, dan percakapan informal virtual antar kolega. Efek dari semua ini menciptakan era baru hybrid working.

Hibrid Working

Foto: Prototypr.io

Menurut Pierre-Jean Châlon, Senior Vice President, Asia Pacific, Poly, pandemi yang sedang berlangsung saat ini telah mengubah cara perusahaan beroperasi, di mana perusahaan dipaksa untuk beradaptasi, atau berisiko tertinggal.

“Kita telah melihat fase pertama perusahaan bertransisi mengadopsi Remote Working, dan kita sekarang menyaksikan pergeseran ke arah cara kerja baru – Hybrid Working. Perusahaan yang bertahan dalam ‘next normal’ ini adalah yang memprioritaskan koneksi dan kolaborasi antar manusia pada saat mereka mendesain ulang praktik, ruang, dan budaya kerja untuk karyawan mereka,” kata Pierre

Baca juga: Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Dunia

Praktik kerja setelah lockdown

Lebih jauh laporan tersebut menyebutkan Hybrid working akan memperkenalkan tiga hal. Pola kerja baru – kebijakan kerja baru yang memberikan fleksibilitas kapan dan di mana karyawan bekerja.Pekerjaan berbasis hasil – menghilangkan beban waktu dan lokasi, menjadi produktif dan memberikan hasil. Investasi optimal – melampaui kantor perusahaan untuk menciptakan ruang kerja personal yang kolaboratif dan didukung oleh teknologi di mana saja

Tom Cheesewright, futurolog terapan dan kontributor laporan Poly, menegaskan, sebelum pandemi pun cara bekerja sudah berubah karena bisnis sudah berubah. Saat ini, hanya sedikit perusahaan yang mengklaim teknologi menjadi penghalang untuk mengubah praktik, tetapi lockdown telah menyorot kebutuhan investasi di komponen budaya dan perilaku kerja yang fleksibel.

“Masa depan adalah  lingkungan kerja fleksibel yang memenuhi kebutuhan semua karyawan, memberi mereka pengalaman kerja yang memuaskan dan sebagai gantinya memungkinkan mereka untuk memaksimalkan nilai yang mereka kembalikan ke perusahaan.”

Ruang hybrid working

Dalam laporan, Sarah Susanka, arsitek dan pendiri Susanka Studios, juga menjelaskan mengapa menciptakan lingkungan terbaik supaya karyawan produktif dan kolaboratif menjadi penting untuk era baru hybrid working. Laporan Poly menetapkan tren global untuk ruang hybrid working yang akan muncul tahun 2020 dan seterusnya:

  • Ruang kerja di rumah akan mendapat perhatian sama banyak dengan dapur – diatur secara ergonomis dan didesain menjadi tempat yang menginspirasi
  • Co-working menjadi sesuatu yang umum– perusahaan akan berinvestasi di ­co-working spacedi luar kota untuk menarik bakat. Kolaborasi kelompok dan koneksi sosial dengan kolega akan mengarah kepada pertukaran ide dan inovasi
  • Lanskap kota akan berubah – Apakah kita akan terus melihat gedung perkantoran tinggi? Kota sebagai struktur akan tetap sama karena kota akan terintegrasi ke kehidupan manusia, restoran adalah perluasan dari dapur dan gym sebagai ruang olahraga.

Mengelola perubahan budaya

Megan Reitz, profesor kepemimpinan dan dialog di Hult Ashridge Business School di CITY, percaya bahwa perusahaan perlu ‘menghubungkan’ kebiasaan mendasar ke dalam budaya tim mereka untuk menyatukan tim hybrid working dan memastikan karyawan dapat menyuarakan pikiran mereka. Supaya tim cepat beradaptasi, inovatif, etis, dan penuh empati. Menurut laporan Poly budaya kerja harus:

Baca juga: Harpelnas 2020: Pentingnya Membangun Budaya dan Inovasi Pelayanan

  • Inklusif –anggota tim yang beragam lebih baik, tetapi Anda harus bisa memanfaatkan dan menghargai perbedaan.
  • Bertanya – manajemen ‘satu ukuran’ tidak cocok untuk semua. Karyawan akan merespon hybrid working secara berbeda dan manajer harus mempelajari keterampilan untuk bertanya, ingin tahu, dan mengajukan pertanyaan.
  • Didorong oleh tujuan – kita melihat perluasan tujuan dan fokus pada dampak ini akan berfungsi sebagai kompas pada saat perubahan terjadi dan menciptakan ruang kerja yang lebih bermakn

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Berita Bisnis

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top