Portal Lengkap Dunia Marketing

Marketing

Nobilia, Gerak Cepat Ala “Kuda Hitam”

Sempat berhenti, Nobilia mencoba kembali peruntungan di bisnis kabinet dapur. Kali ini, strateginya adalah fokus membidik segmen A dan A+.

nobilia

Alung, Owner PT Nobilindo Kabinet Indonesia

Siapa sangka jika saat ini keinginan orang untuk memiliki dapur cantik dan nyaman kian tinggi. Area dapur yang dulu kerap tertutup, kini seolah mendapat perhatian khusus dari sang pemilik rumah. Tak tanggung-tanggung, mereka pun rela merogoh kocek hingga ratusan juta demi dapur idaman. Jelas, ini sejalan dengan munculnya bisnis brand kabinet dapur di Indonesia. Terkait brand lokal, jumlah pemain yang merangsek masuk tak terhitung jumlahnya. Begitu pula dengan brand luar negeri yang ternyata mampu mendapat tempat di beberapa kalangan—umumnya mereka yang menyukai brand luar negeri buatan Jerman, karena dinilai memiliki desain dan fokus produk yang seragam. Belum lagi, tren luar negeri sangat diminati oleh pasar di Indonesia.

Salah satu pemain yang optimistis di pasar tersebut adalah Alung, Owner PT Nobilindo Kabinet Indonesia—dipercaya sebagai pemegang keagenan serta memasarkan secara eksklusif Nobilia di Indonesia. “Tren luar negeri sangat diminati di Indonesia sehingga permintaan desain dari konsumen tidak sulit. Umumnya, desain tersebut kami setarakan, karena acuan mereka juga berdasarkan informasi tren terkini yang terjadi di luar negeri,” kata Alung. Nobilia sendiri masuk Indonesia kali pertama tahun 2000 lalu, namun saat itu penjualan dan pengembangan brand tidak berjalan dengan baik. Akhirnya, pada Oktober 2015 Nobilia beroperasi lagi. Dia menceritakan, pengalaman selama 7 tahun sebagai head of partnership di bank asing dan kerap berhubungan dengan brand-brand kelas A dan A+, belum lagi selama 3 tahun sebelumnya juga memasarkan produk-produk peralatan dapur impor, serta banyaknya relasi di bidang usaha properti, membulatkan tekadnya untuk fokus membidik segmen A dan A+. Alung menilai segmen tersebut masih besar dan terbilang konsumtif.

“Nobilia secara tegas membidik segmen A dan A+. Target Nobilia di Indonesia adalah menjadi salah satu pilihan kabinet dapur yang berkualitas di kelasnya. Bisa dibilang, kami disebut sebagai produk ‘kuda hitam’, artinya kami akan bergerak cepat di segmen tersebut dan dalam periode 5 tahun bisa menjadi 3 brand teratas top of mind sebagai brand yang berkualitas dan eksklusif,” papar dia. nobilia

Hanya saja, dia mengungkapkan, untuk mencapai keberhasilan tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi. Misal, konsumen Indonesia khususnya di segmen A dan A+, sangat bergantung pada eksistensi brand. Untuk itu, strategi yang dilakukan Nobilia adalah membangun brand image dan sharing experience dengan konsumen. Bahkan, ini menjadi senjata pamungkas guna menghadapi kendala “new kids on the block”.

“Market size untuk segmen ini sama dengan brand-brand lainnya di kelas yang sama, yakni A dan A+, maksimal adalah 20% dari pasar kabinet dapur yang tersedia. Sementara Nobilia sendiri akan mencoba menggaet 5% dari angka tersebut di 5 tahun pertama,” tegas Alung. Pencapaian itu bisa terealisasi karena Nobilia menawarkan diferensiasi yang unggul dibanding kompetitor. Hal paling mencolok adalah sistem automasi yang cukup banyak serta 100 lebih pilihan model yang tersedia.

Di samping itu, kelebihan Nobilia dibandingkan dengan brand impor lain adalah keleluasaan konsumen untuk menyesuaikan selera dan biaya. Nobilia memiliki 10 tingkatan harga yang dibedakan dari finishingnya. Bahkan, di price group 1 dan 2, harga masih bisa bersaing dengan produk lokal yang sudah lebih lama atau dengan produk brand luar negeri yang diproduksi di Indonesia. Ya, seperti diketahui produk buatan Jerman sudah menjadi barometer dan standar hi-tech bagi masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sejauh ini, spesifikasi yang ada pada Nobilia sangat acceptable untuk diaplikasikan di Indonesia. Soal harga, dia juga mengungkapkan, tidak kemahalan. Dia mengasosiasikan sama halnya ketika konsumen membeli mobil sport merek ternama, tentu tidak akan merasa mahal. Artinya, harga standar dari produk yang dibeli oleh konsumen tersebut berada di level mahal.

“Sampai saat ini, kami tidak melakukan penjualan secara promo massal dan independen. Kami bekerja sama dengan beberapa industri seperti agen properti, banking, dan lainnya. Benefit pun diberikan secara mutual simbiosis untuk setiap konsumen. Misal, bekerja sama dengan Era Indonesia. Ketika konsumen membeli properti melalui Era, mereka akan mendapatkan banyak benefit untuk membeli Nobilia,” papar Alung.

Begitu juga dalam melancarkan strategi below the line, Nobilia 100% mengandalkan alat komunikasi yang ada. Umumnya yang sering dilakukan adalah mengadakan acara-acara khusus bagi kalangan sosialita, edukasi kepada mahasiswa, kolaborasi dengan berbagai industri, dan kampanye di media sosial. Saat ini, Nobilia memiliki empat showroom yakni di Gandaria City Jakarta, Central Park Mall Jakarta, LenMarc Surabaya, dan Jalan Sunset Road Bali. “Target tahun 2018 adalah lebih dari 100 residential memakai Nobilia,” ujar dia.

Fisamawati

MM.03.2018/W

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top