Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

Mengenalkan Beras Garut Melalui Nasi Liwet

Sukses di Pulau Jawa, Nasi Liwet Instan 1001 siap memperluas pasarnya ke wilayah lain di Indonesia, bahkan dunia. Seperti apa caranya?

Marketing.co.id – Berita UKM | Nasi Liwet instan 1001 lahir dari keprihatinan Andris Gunawan akan kondisi beras Garut.  Nama beras Garut tidak pernah terdengar, masih kalah pamor dengan beras Cianjur.

Padahal, dalam hal kualitas beras Garut memiliki kelebihan yang tidak dimiliki beras lain, seperti putih alami, memiliki rasa, dan banyak lagi.

Baca Juga: 3 Strategi bagi UKM untuk Mendapatkan Modal Bisnis dengan Mudah

“Bagaimanapun bagusnya kita mengolah beras, ketika dibeli pedagang besar, mereka mengganti karungnya menjadi merek mereka sendiri. Kita tidak bisa berbuat apa-apa,” sesal  Andris Wijaya, founder Nasi Liwet Instan 1001.

Melihat kenyataan itu, Andris tidak tinggal diam dan terus mencari cara untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Andris Wijaya, founder Nasi Liwet Instan 1001. Foto: Majalah MARKETING/Lia Liliyanti.

Sebagai putra asli Garut, Andris sadar bahwa Garut adalah kota wisata. Hal itu dianggapnya sebagai peluang untuk mengenalkan beras Garut kepada masyarakat luas.

Namun, jika beras dijadikan oleh-oleh, orang akan berpikir dua kali untuk membelinya. Maka diperlukan sesuatu yang unik sebagai daya tariknya.

Baca Juga: Tips Bagi UKM untuk Menciptakan Pelayanan yang Baik

Terinspirasi oleh aneka olahan nasi yang ada di tataran Sunda. Akhirnya, Andris pun mulai melakukan survei guna mengetahui nasi apa yang paling digemari. Hasilnya, dari sekian banyak varian olahan nasi yang ada, nasi liwet adalah yang paling digemari.

Mengambil konsep mie instan, Andris kemudian mengaplikasikannya ke dalam beras menggunakan bahan-bahan alami dengan bahan utama beras Garut yang digiling dengan mesin hasil modifikasi sendiri.

Selama enam bulan Andris habiskan waktunya untuk melakukan eksperimen guna menemukan komposisi yang pas. Resep yang sudah jadi diaplikasikan ke dalam bahan-bahan yang sudah dikeringkan agar lebih awet. Andris memberinya nama Nasi Liwet Instan 1001.

Baca Juga: Solusi Cerdas Agar UKM Tahan Krisis Selama Pandemi

Menurutnya, dulu orang ingin makan nasi liwet harus datang ke  warung Sunda, itu pun harus menunggu lama lantaran prosesnya yang ribet, paling cepat 45 menit.

Setelah dilakukan eksperimen, ternyata dengan Nasi Liwet Instan, hanya butuh waktu 20 menit saja untuk menikmatinya, tanpa menghilangkan rasanya yang khas.

Dia mulai menawarkan Nasi Liwet Instan 1001 nya ke toko oleh-oleh. Sial bagi Andres, bukannya disambut baik, mereka justru menolak dengan alasan barang baru. Mereka tidak yakin dengan Nasi Liwet Instan 1001, produk yang baru pertama muncul.

Dari banyaknya penolakan, akhirnya produk sampel pun diberikan untuk mereka cicipi. “Bagi saya pintu satu tertutup, seribu pintu terbuka. Kita punya misi untuk mengangkat beras Garut,” lanjut Andris.

Selain itu, Andris pun mendatangi Dinas Pertanian, Deperindag, maupun Pariwisata. Sambil mengutarakan visi dan misi, Andris tidak lupa membawa rice cooker untuk melakukan demo langsung agar mereka cicipi. Ternyata mereka tertarik.

Dari situ, setiap kali ada pameran, Andris selalu diberikan stand gratis oleh dinas-dinas tersebut. Di pameran, Andris selalu membuat demo langsung agar pengunjung tertarik dan mau mencoba.

Sampai akhirnya ada media yang tertarik meliput. Dari liputan tersebut, orang mulai membicarakan Nasi Liwet Instan 1001 karena dianggap unik.

Hasilnya, toko-toko yang dulu menolak, mulai berdatangan dan meminta Nasi Liwet Instan 1001 untuk dijual di tokonya.  “Saya banyak dibantu media, baik cetak maupun elektronik,” katanya.

Atas prestasinya tersebut, ketika ada pameran di Malaysia, Andris masuk dalam rombongan tersebut. Lagi-lagi Nasi Liwet Instan 1001 mencuri perhatian pengunjung di sana.

Nasi Liwet Instan 1001 saat ini sudah memiliki distributor resmi di pulau Jawa, Amerika dan Dubai.

Andris ingin Nasi Liwet Instan 1001 buatannya menyebar secara merata ke seluruh Indonesia. Salah satu cara yang dilakukannya selain melalui digital, yaitu lewat modern outlet.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Berita Bisnis

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top