Mulai dari Biasa, Retro, Hingga Premiun

[Reading Time Estimation: 4 minutes]

Honda sebagai pemain yang bisa dibilang bukan pertama di segmen motor matik mencoba membalap ketertinggalannya. Alhasil, dua varian matik yang belum pernah ada di Indonesia dipelopori oleh Honda.

PCX_angle7webAstra Honda Motor (AHM) tidak main-main dalam upaya memperkokoh posisinya di dunia otomotif roda dua. Khususnya di kategori otomatik atau motor matik. Sebab dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, dua jenis motor matik sudah mereka luncurkan lagi ke pasar.

Diawali pada bulan Mei 2010 dengan peluncuran matik berkonsep retro yang diberi merek Honda Scoopy. Pada pertengahan Juni lalu, menyusul matik kelas atas yang diberi nama Honda PCX. Kedua varian matik baru ini menambah koleksi matik Honda yang sebelumnya hanya ada Honda Vario dan Honda Beat. Sebelum kedua merek ini meluncur pun, Honda juga baru saja mengeluarkan New Honda Beat. Tepatnya, di bulan Januari lalu.

Tentu menarik mengulas gaya AHM dalam memenangkan pertarungan di pasar matik ini. Baik Scoopy dan PCX akan kita bahas, tapi matik retro modern Honda-lah yang akan lebih banyak dikupas strateginya. Karena dibandingkan merek baru satunya, Scoopy ditarget cukup besar penjualannya per bulan.

Menurut Julius Aslan, Marketing Director PT Astra Honda Motor, Honda Scoopy ditargetkan terjual 10 ribu unit per bulannya. Jumlah yang lumayan besar mengingat pasar ini termasuk ceruk yang sempit. “Kami yakin segmen retro ini adalah sebuah blue ocean yang belum tergarap dengan maksimal,” kata dia saat peluncuran motor matik ini.

Keyakinan AHM ini didasarkan bahwa tren retro selalu ada dan terus berkembang nantinya. Didukung oleh sifat anak muda sekarang yang mengedepankan gaya hidup serta kebebasan berekspresi mereka. Memang, belakangan ini tren retro mewarnai kaum muda dari cara berpakaian hingga tatanan rambut. Untuk sepeda motor, mungkin juga akan disambut positif bila ada produsen yang menyediakannya. Sebab, selama ini kebanyakan penyuka retro otomotif menyulap motornya dari biasa menjadi retro.

“Tidak semua anak muda berorientasi pada adrenalin dalam kecepatan. Banyak yang mencoba berekspresi dengan gaya dan desain yang retro modern. Kami yakin Scoopy akan diterima oleh masyarakat dan menjadi trendsetter di segmen matik beraliran retro. Selain itu, varian ini juga membuat pilihan model motor matik lebih beragam dan menjadikan Honda sebagai pabrikan yang memiliki line up motor matik terlengkap,” tambah Executive Vice President PT AHM, Johannes Loman.

Angka di bawah ini mungkin bisa menjadi ukuran kinerja Honda Scoopy. Sejak diluncurkan pada 20 Mei lalu hingga pertengahan Juni, jumlah pemesan sudah mencapai 5.000 unit, berdasarkan SPK. Boleh dibilang cukup bagus dan kemungkinan besar bisa memenuhi target yang ditetapkan.

Dilihat dari strategi harga, AHM cukup berhati-hati. Bila salah menetapkan, bisa-bisa terjadi saling kanibal di antara produk-produknya. Harga Honda Scoopy ditetapkan tepat di antara Honda Vario CW dan Honda Beat CW. Bila Honda Vario CW seharga Rp 14,5 juta, Honda Scoopy Rp 13,5 juta, dan Honda Beat CW Rp 12,5 juta. Semua harga tersebut OTD Jakarta.

Grafis Motor SkutikwebKalau dari mesin, Honda Scoopy yang di Jepang disebut “Scuta” ini sama dengan Honda Beat. Dari bentuk luar, tentunya motor ini tampak sangat retro modern. Terlihat dari tampilan serba bulat di hampir seluruh bagian motor matik ini. Mulai dari bodyline, desain lampu depan, hingga sepasang spion kembar. Tidak saja itu, AHM juga menyediakan segala aksesori motor yang semakin menunjang konsep retro. Helm bawaannya saja juga berdesain retro. Jadi, seluruh aspek dari konsep ini sudah dipikirkan oleh Honda. Aksesori ini tersedia di seluruh dealer Honda.

Pilihan warna yang tersedia sekarang baru tiga macam, classic white yang mengusung retro classic; retro pink yang bergaya ceria; dan vintage violet yang tampil eksklusif bergaya vintage.

Meski tampil retro, unsur keamanan dalam berkendara tetap diperhatikan. Seperti motor matik keluaran Honda lainnya, Scoopy juga dilengkapi dengan kunci pengaman bermagnet otomatis (auto secure keys shutter), tuas pengunci rem (brake lock), dan standar samping otomatis (side stand switch).

Segmen Kelas Atas

Setelah hadir dengan Scoopy untuk anak muda yang menyukai retro, AHM langsung menggarap pasar yang lebih tebal kantongnya. Untuk itu, motor matik yang diberi nama Honda PCX (Personal Comfort Xaloon) pun meluncur di pasaran.

Persisnya, segmen yang disasar oleh matik ini adalah para pria yang sukses dan menyukai kendaraan roda dua. Berusia 25–30 tahun dengan profil trendi, smart, sangat memerhatikan penampilan, serta memiliki ketertarikan pada motor yang nyaman, mewah, dan berteknologi tinggi. Memang, pria adalah target utama dari Honda PCX, karena tampilan bodinya yang lebih besar serta lebar dibanding motor matik lainnya.

Keluarnya Honda PCX ini menjadikan AHM sebagai produsen Indonesia pertama yang masuk ke segmen motor matik premium. Sebelumnya memang sudah ada merek lain, tapi kebanyakan berasal dari Italia, seperti Piaggio dengan MP 3-nya.

Tapi, dilihat dari harganya, merek-merek motor matik premium dari Italia jauh di atas Honda PCX. Motor matik premium keluaran Honda dibanderol Rp 32 juta OTD DKI Jakarta. Sedangkan merek-merek Italia harganya di atas Rp 90 juta.

Honda PCX merupakan motor matik berteknologi injeksi pertama di Indonesia. Mesinnya 125cc PGM-FI, membuat motor ini hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Mesin ini juga sudah memenuhi standar gas buang Euro 3.

Pilihan warna yang ditawarkan ada beberapa macam. Antara Lain, metallic, goldbullion metallic, dan black nighthawk. Target penjualannya adalah 250 unit per bulan.

Tentunya, dengan dua varian terbaru motor matik ini, Honda akan semakin meraja di kelas motor matik. Menurut data yang dilansir AISI, penjualan motor matik di Mei lalu tercatat 271.549 unit. Dari angka itu, penjualan Honda ada di nomor satu, dibanding pabrikan lainnya—dengan penjualan 136.205 unit. Angka ini naik 124,6 persen dibandingkan angka penjualan pada Mei 2009. Kontribusi terbesar didapat dari penjualan Honda Beat sebanyak 68.245 unit, diikuti Honda Vario dengan angka 67.960 unit.

Angka tersebut belum termasuk hitungan pencapaian Honda Scoopy dan Honda PCX. Satu bulan ke depan baru bisa terlihat kinerja motor matik Honda terbaru ini. Bila dilihat angka penjualan sekarang, nampaknya Honda akan semakin mantap posisinya di segmen motor matik. (Majalah MARKETING/Ign. Eko Adiwaluyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here