MPMX Catat Pertumbuhan Pendapatan Rp12,7 Triliun di 2022

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

MPMX terus tampil unggul dengan performa 2022 yang mengesankan 

Marketing.co.id – Berita Financial Services | PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi terkemuka di Indonesia baru saja merilis kinerja keuangan tahun 2022 yang telah diaudit. Perseroan memberikan hasil keuangan yang kuat didorong oleh keunggulan operasional yang kuat dan inisiatif strategis.

MPMX mencatatkan pertumbuhan  pendapatan yang mengesankan sebesar 7% YoY mencapai Rp12,7 triliun. Selain itu, MPMX  juga membukukan peningkatan Laba Bersih yang signifikan sebesar 60,7% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp662 miliar yang dikontribusikan dari pertumbuhan bisnis  distribusi, ritel dan aftermarket, transportasi, multi-finance, dan capital gain terkait strategi  divestasi 49,9997% saham MPMX di bisnis transportasi (MPMRent).

Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati mengatakan, pertumbuhan ini didorong oleh kinerja dari seluruh entitas anak dan asosiasi Grup yang stabil dan sangat positif meskipun dalam lingkungan ekonomi makro dan geopolitik yang komplek, termasuk masih menghadapi dampak pandemi dan masalah pasokan komponen semikonduktor. Hal ini menunjukkan kekokohan model bisnis dan kemampuan untuk  beradaptasi.

“Saat ini, Grup MPM adalah perusahaan yang sangat solid, dengan tim yang  berkualitas tinggi dan kesehatan keuangan yang prima.  Keberhasilan MPMX dalam menjaga kinerja keuangan yang stabil ini merupakan prestasi  sekaligus tantangan dan motivasi bagi Perseroan di masa mendatang,” ujarnya.

Grup mencatatkan kinerja yang baik pada tahun 2022, terutama didorong oleh kontribusi dari  segmen distribusi, ritel dan aftermarket, transportasi, dan multi-finance. Berikut kinerja dari  setiap segmen bisnis dengan pencapaiannya:

Segmen Distribusi, Ritel dan Aftermarket kendaraan roda dua mencatakan pertumbuhan pendapatan. MPMulia (distribusi) mengalami peningkatan pendapatan sebesar 7,5% dengan  penjualan unit sepeda motor sebanyak 650.396 unit dan penjualan suku cadang yang  mencapai Rp1.237,9 miliar. MPMotor (penjualan ritel) turut mengalami peningkatan  pendapatan sebesar 8,5%. Laba bersih tercatat meningkat 22,7%. Pencapaian ini cukup  menggembirakan meskipun sempat terkendala rantai pasok sepeda motor di tahun 2022.

Adapun di segmen Asuransi, MPMInsurance berhasil memperoleh premi bruto sebesar Rp763,2 miliar atau mencatat penurunan sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya Rp781  miliar. Penurunan premi bruto terutama disebabkan oleh kebijakan manajemen untuk  menghentikan produk Kredit Multiguna, Rangka Kapal, dan Rekayasa yang dinilai kurang  menguntungkan. Sedangkan kendaraan bermotor dan properti tetap menjadi kontributor  terbesar dengan kontribusi sebesar 69% dari total premi bruto.

Dari Entitas Asosiasi, bisnis transportasi MPMRent menunjukkan kinerja yang sangat baik  terutama karena unit sewa mobil yang lebih tinggi sebesar 11% YoY dan peningkatan marjin  penjualan mobil bekas sebesar 9%. Adapun untuk segmen ini, MPMRent tidak lagi  dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan 2022 Perseroan paska kemitraan strategis  dengan Carro.

Pendapatan dan laba/rugi bersih periode sejak Januari 2022 hingga tanggal  transaksi tidak akan dicatat dalam hasil usaha Grup namun diakui sebagai bagian dari  “Discontinued Operations” dan untuk periode setelah tanggal transaksi, Grup hanya akan mengakui bagian laba/rugi dari hasil usaha MPMRent, sesuai dengan persentase kepemilikan  dalam pos “Share of profit/loss from associates”.

Entitas asosiasi di bisnis jasa keuangan, JACCS-MPMFinance Indonesia telah secara  signifikan meningkatkan jumlah pemesanan baru sebesar 29% YoY dan laba kotor sebesar  19% YoY, terutama disumbangkan oleh perluasan jaringan diler dan fokus perusahaan pada  pembiayaan kendaraan bekas.

Di tahun 2023, Perseroan akan terus berinovasi untuk menciptakan produk yang relevan  dengan pasar saat ini dan secara konsisten terus mencari peluang untuk tumbuh secara  anorganik melalui M&A yang potensial sehingga Perseroan dapat terus memberikan nilai  tambah bagi para pemegang saham, serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Kedepannya, tugas  kami adalah mempertahankan momentum positif ini dengan terus membangun rekam jejak  perusahaan yang berkesinambungan, terus berfokus kepada pertumbuhan bisnis yang ada dan mengidentifikasi peluang-peluang bisnis baru, serta melanjutkan misi kami dalam  membawa imbas positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here