Portal Lengkap Dunia Marketing

Headline

Merebut Loyalitas Lewat Campaign Peduli Kesehatan

PfizerDibanding perusahaan farmasi lain, Pfizer menerapkan strategi berbeda dari yang ada. Perusahaan ini membangun loyalitas lewat sikap kepeduliannya terhadap konsumen.

Membangun loyalitas konsumen terhadap merek itu bukan perkara mudah. Perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan servis yang standar dan harga kompetitif untuk merebut loyalitas. Karena di suatu waktu, value yang dibutuhkan konsumen pasti akan berubah. Jika ingin menggapai sukses di setiap jenis usaha, kuncinya ada pada people.

Sayangnya, banyak orang tidak sadar akan hal ini. Umumnya para pelaku bisnis menganggap harga, produk, promosi, lokasi yang strategis, dan jaringan distribusi sudah cukup menjaga keberlangsungan merek dalam jangka panjang. Padahal, nyatanya tidaklah demikian. Bila gagal menjaring loyalitas konsumen, maka sehebat apapun promosi yang digencarkan dan sebaik apapun produk yang dijual, semua akan menjadi sia-sia.

Untuk memperoleh loyalitas tidak cukup hanya dengan menjalankan sistem marketing konvensional, karena saat ini adalah era emotional marketing, dimana sentuhan emosi lebih bisa diterima. Kunci strategi marketing ini sebenarnya sederhana, yaitu terletak pada sebuah kata yang terdengar umum di telinga orang, namun sangat jitu bila diterapkan, pengabdian.

Adalah Pfizer, salah satu perusahaan yang jeli melihat pengabdian sebagai cara ampuh untuk menjaring kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap mereknya. Dengan meluncurkan layanan via website www.pedulikolesterol.com, perusahaan farmasi ini berusaha memberikan sebuah diferensiasi dalam menjangkau konsumennya secara lebih dekat.

Layanan tersebut memang diklaim bukan termasuk program menjaring konsumen. Namun, lewat layanan peduli kesehatan semacam ini tidak perlu disangkal bahwa sisi emosional orang pasti akan muncul. Terlebih lagi bagi si penderita kolesterol. Bermula dari rasa emosional, maka keinginan untuk loyal, mencoba produk, dan kepercayaan pasti akan muncul dengan sendirinya dari dalam diri konsumen.

Bila sudah begitu, perusahaan tidak perlu khawatir untuk menghadapi sengitnya persaingan, karena perusahaan memiliki modal yang kuat, yaitu loyalitas konsumen.

Dijelaskan oleh Andriani Ganeswari, marketing & communications manager PT Pfizer Indonesia, situs ini adalah bagian dari kampanye Pfizer 3 Ring Peduli Kolesterol yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia agar memiliki kesadaran terhadap bahaya kadar kolesterol yang tinggi atau tidak terkontrol, serta penyakit-penyakit kardiovaskular yang diakibatkannya, seperti stroke.

Pfizer 3 Ring Peduli Kolesterol sendiri adalah sebuah konsep edukasi kesehatan yang berkesinambungan dalam penanggulangan dan pencegahan komplikasi jantung dan penyumbatan pembuluh darah.

Lebih lanjut Andriani mengatakan bahwa 3 Ring dibuat berdasarkan pemahaman adanya tiga faktor penting dalam penatalaksanaan hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi) beserta faktor risiko penyakit kardiovaskular yang digambarkan dalam bentuk tiga cincin (ring). Cincin pertama adalah diet, cincin kedua adalah exercise (olahraga), dan cincin ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah compliance (kepatuhan). Dalam hal kepatuhan, terdapat elemen kepatuhan memeriksa kadar kolesterol, kepatuhan untuk berkonsultasi dengan dokter dan kepatuhan untuk meminum obat secara teratur.

Andriani mengatakan, situs www.pedulikolesterol.com menampilkan berbagai macam fitur utama yang dinamis, seperti “Seputar Kolesterol”, “Kontrol Kolesterol”, dan “Diary Kolesterol”.
“Seputar Kolesterol” berisi berbagai macam informasi mengenai definisi kolesterol, penyakit-penyakit yang diakibatkannya, serta mitos dan fakta seputar kolesterol.
Lalu “Kontrol Kolesterol” memberikan pemahaman mengapa dan bagaimana kolesterol harus dikontrol. Informasi mengenai pentingnya diet, olah raga, serta kepatuhan dalam menatalaksana kolesterol juga dimuat di sini.
Kemudian fitur yang paling menarik adalah “Diary Kolesterol”, yang memungkinkan pengguna mencatat perkembangan kadar kolesterolnya secara berkala. Bagi yang berusia 20 tahun ke atas, fitur ini dapat digunakan untuk menganalisa risiko penyakit jantung dalam 10 tahun ke depan, selain juga dapat membantu menemukan target nilai kolesterol dan memantau perkembangannya.
“Walau bagaimanapun, fitur ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peranan dokter. Pengguna tetap disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosa yang lebih jelas,” tegas Andriani
“Satu lagi yang perlu dipahami, fitur “Diary Kolesterol” juga memungkinkan pengguna untuk melakukan konsultasi online dengan dokter kami,” imbuh dia.
Andriani juga menjelaskan bahwa selain kolesterol, bentuk layanan lain Pfizer adalah melakukan kampanye edukasi mengenai stop merokok, disfungsi ereksi, keputihan, overactive bladder, kanker payudara, dan rematik/asam urat/osteoartritis, melalui berbagai kegiatan, baik dengan para dokter, apotik, dan juga masyarakat awam.
“Ke depannya, Pfizer terus berupaya untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai berbagai macam pencegahan penyakit lainnya,” ujar dia.
Terakhir Andriani menjelaskan bahwa sebenarnya alasan Pfizer memunculkan berbagai layanan kesehatan sekarang adalah agar selaras dengan visi Pfizer yang bertuliskan “Working Together for a Healthier World”.

Lewat visi tersebut, Pfizer Indonesia ingin bekerja sama dengan berbagai pihak demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. Sejalan dengan itu juga Pfizer ingin berusaha mengimplementasikan bersama-sama dengan semua elemen masyarakat yang peduli, untuk mendorong promosi kesehatan, secara preventif selain kuratif, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai berbagai penyakit kronis. (Majalah MARKETING/Andri Darmawan)

1 Comment

1 Comment

  1. Dian Angraeni

    13 July, 2010 at 03:22

    info nya bagus 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top