Portal Lengkap Dunia Marketing

Lifestyle

Merdunya Petikan Kecapi di Kawah Putih – Bandung Selatan

www.marketing.co.id – Menyusuri anak-anak tangga yang mula-mula menanjak, kemudian menurun dan sedikit berkelok dengan ditemani suara petikan kecapi yang berkolaborasi dengan suasana pegunungan yang asri dan sejuk merupakan pengalaman tersendiri saat berkunjung ke danau Kawah Putih.

Kawah Putih Ciwidey Kawah Putih Ciwidey

Dinamai Kawah Putih karena pemandangan alam yang tersaji adalah landscape alam yang keseluruhannya berwarna putih; pasir, batu berikut dasar danau serta kumpulan mega-mega semuanya dengan warna senada.

Namun terdapat keunikan pada air danau kawah putih yang membuatnya tersohor dan menjadikannya salah satu alasan, tempat tersebut banyak dikunjungi atau dijadikan tempat tujuan wisata.

Sebenarnya air di danau Kawah Putih tersebut berwarna  putih akan tetapi sebagai akibat terbias warna langit yang menjadikan warna danau berubah-ubah, kadang-kadang berwarna kebiru-biruan ataupun kehijau-hijauan. Bahkan ketika cuaca cukup cerah, pantulan matahari justru membuat warna air danau terlihat kecoklatan (coklat susu).

Sesungguhnya warna putih yang yang terjadi pada kawasan ini sebagai akibat proses alam yakni disebabkan oleh kandungan atau semburan gas belerang yang terjadi selama ratusan tahun.

Karenanya sangat disarankan kepada pengunjung untuk membawa dan mengenakan masker atau penutup hidung untuk mengurangi bau belerang yang menyengat.

Kawah yang terbentuk akibat letusan gunung berapi ini terletak pada ketinggian 2.194 m/dpl atau berada di pangkuan Gunung Patuha, Ciwidey yakni sekitar 35 kilometer dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang.

Dulunya kawasan ini sangat dikeramatkan oleh penduduk setempat, sampai seorang peneliti asal jerman Dr. Franz Wilhelm Junghun’ melakukan riset khusus dan menemukan sumber belerang yang besar.

Selanjutnya pemerintah Belanda membuka daerah tersebut sebagai lahan pertambangan dan pabrik belerang  dan ketika Jepang menguasai Indonesia, kegiatan pertambangan terus berlanjut.

Baru sekitar tahun 1987 pihak Perhutani Unit III – Jawa Barat  menutup pertambangan belerang dan merubah serta membuka kawasan ini sebagai tempat wisata alam.

Gua bekas pertambangan tersebut masih bisa Anda jumpai, letaknya di sebelah utara danau, tertutup rapat  dengan papan kayu disertai peringatan agar pengunjung tidak berusaha memasukinya.

Selesai puas menikmati pemandangan alam, anda bisa menenangkan diri dengan berendam di pemandian air hangat yang dikelola oleh beberapa hotel atau resort yang menyewakan kolam-kolam air hangat.

Bisa juga mencoba minuman bandrek khas setempat guna menghangatkan tubuh ataupun mengunjungi kebun-kebun strawberry yang berada di sekitaran kawasan Kawah Putih.  (Wedhya Wardani)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top